AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
LAKI-LAKI AROGAN


__ADS_3

Setelah di depan meja makan, Scarlett tidak duduk ia hanya berdiri ditempatnya.


"Aku tidak lapar, kau bisa melanjutkan makan mu tuan"..


"Aku tidak perduli kau lapar atau tidak, disaat aku meminta mu makan di meja ini artinya kau makan !", ketus Alejandro.


Scarlett yang mendengarnya, menaikkan satu alisnya. Ia ingin membantah, tetapi Alejandro yang duduk dihadapannya dengan tidak perduli nya mulai makan sarapan yang sudah terhidang.


Dengan sedikit menghentakkan kakinya akhirnya Scarlett duduk dihadapannya Alejandro.


Ia menatap Alejandro dengan tajam, sementara Alejandro tidak perduli.


Setelah beberapa saat, Alejandro berdiri.


"Aku akan ke pabrik, siapkan kendaraan ku", perintah Alejandro pada Dante mandor perkebunan.


Scarlett yang belum makan apapun, berdecak kesal. "Apa-apaan laki-laki ini, ia yang meminta ku makan bersama-sama dengan nya, dan dia seenaknya meninggalkan nya sendirian di meja makan".


Scarlett melanjutkan makannya seorang diri. Setelah selesai ia melanjutkan pekerjaannya diperkebunan.


Setelah dinikahi Mathias, Scarlett melanjutkan kuliahnya di pertanian. Sekarang ia yang mengurusi perkembangan perkebunan milik Mathias.


Sementara hasil perkebunan anggur itu, menjadi semakin baik, mutu dan kualitas nya.


"Levia, aku akan memeriksa perkebunan. Jangan lupa berikan obat untuk tuan Mathias", perintah nya pada Levia.


"Baik nona Scarlett, saya akan memberikan obat kepada tuan Mathias tepat waktu".


Scarlett melangkah keluar rumah, ia mengambil kunci mobil dan handphone miliknya.


Scarlett menyusuri jalanan perkebunan, ia berkeliling menggunakan kuda putih berbulu tebal.

__ADS_1


Ia menyapa para pekerja perkebunan itu. Iya Scarlett sangat disukai dan disayangi oleh semua orang yang ada diperkebunan itu . Pembawaan yang ramah dan hangat pada sapa saja tanpa pandang bulu.


Mengingat ia juga istri tuan pemilik perkebunan, tidak merubah segalanya. Scarlett tetap giat bekerja demi memajukan hasil budi daya anggur yang dihasilkan perkebunan .


Sudah cukup lama Scarlett berkeliling berkuda, memeriksa perkebunan. Tak terasa sinar terik matahari semakin menyilaukan.


Ia tak menyadari, dari kejauhan sepasang netra legam sedang mengamati semua gerak geriknya. Netra milik laki-laki tampan yang saat itu mengamati nya.Dengan kacamata hitam yang bertengger di wajah nya.


Iya mata tajam milik Alejandro sedari tadi menatap kegiatan Scarlett itu.


"Perempuan yang sangat pandai berakting, nampak sangat perhatian dengan perkebunan ini", umpat Alejandro jengah.


"Dante..."


"Iya tuan "


"Aku ingin melihat pembukuan perkebunan ku ini, antarkan keruangan kerja ayahku sekarang."


Alejandro melangkahkan kakinya memasuki rumah, menuju ruang kerja Mathias. Ketika hendak melewati kamar ayahnya matanya tertuju ke sosok Scarlett yang memasuki kamar disebelah kamar Mathias.


"Apa yang dilakukan perempuan itu dikamar itu", batin Alejandro.


Ahh, kenapa juga aku memperdulikan nya..


Alejandro menyandarkan punggungnya dikursi kerja milik Mathias.


Tok tok tokk


"Selamat siang tuan muda Alejandro, saya membawakan jus lemon segar untuk tuan", Ana mendekat dan meletakkan jus lemon kesukaan muda nya itu diatas meja kerja.


"Terimakasih Ana. Hm...Ana bagaimanapun keadaan ayah ku ?" Siapa yang merawatnya selama ini ?"

__ADS_1


Ana adalah istri dari Paul, ia yang sudah mengurus i hacienda selama ini. Tentu saja sama seperti Paul, Ana juga orang kepercayaan keluarga Alejandro dari dahulu.


"Keadaan tuan Mathias hari ini stabil, ia sudah diberi obat. Yang merawat tuan selama ini nona Scarlett, tuan muda.


Alejandro nampak memangut-mangut, mengusap dagunya. Netranya menatap tajam Ana, dan tampak berpikir. "Ana apa yang dilakukan perempuan itu di kamar sebelah kamar ayahku, tadi aku melihat nya memasuki kamar itu ".


Alejandro tidak tahan untuk menanyakan nya kepada Ana.


"Ooh, itu kamar nona Scarlett tuan. Nona Scarlett dan tuan besar tidak tidur satu kamar".


Penjelasan Ana tentu saja membuat Alejandro terkejut, walaupun ia bisa mengontrol keterkejutan nya itu dengan wajah yang datar dan seolah tak perduli.


"Baik lah, kau boleh pergi sekarang ".


"Permisi tuan muda Alejandro", Ana membungkuk kan badannya.


Setelah Ana pergi, Alejandro nampak berpikir mencerna setiap ucapan Ana barusan yang mengatakan Scarlett dan ayahnya tidak tidur satu kamar. Alejandro tidak tau apakah mereka tidur terpisah setelah ayahnya mengalami sakit keras


atau..."


...


IKUTI KELANJUTAN NYA..


JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE


🙏


IKUTI JUGA "PENGANTIN PENGGANTI"


TERUS BERIKAN LIKE, KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


YA 🙏


__ADS_2