
Sinar matahari, menerobos masuk disela jendela kamar Alejandro.
Dua insan yang tampak kelelahan itu masih bergelung ditempat tidur.
Tangan Alejandro memeluk pinggang Scarlett.
Scarlett sangat kelelahan, entah berapa kali mereka melakukan nya. Alejandro begitu kuat, seakan tidak pernah merasa kelelahan ia meminta lagi dan lagi. Hingga menjelang pagi mereka berpacu dengan suara bergetar menahan gairah panas diantara keduanya.
Scarlett yang sebelumnya sempat menolak untuk melakukan nya lagi.
Tapi setelah Alejandro menyusuri setiap inti tubuhnya pertahanannya jebol juga .
Alejandro sangat lihai menggoda Scarlett, dalam sekejap ia mampu membangkitkan gairah Scarlett.
Alejandro mengerjapkan matanya. Harum tubuh Scarlett sangat mempengaruhi akal sehatnya.
Ia mengecup punggung putih dihadapan nya.
Scarlett mengeliatkan tubuhnya.
Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Merasakan geli di bagian belakang tubuhnya karena Alejando menciumi pundaknya.
"Kau sudah bangun , hem ?"
Scarlett seperti baru tersadar ia berada dikamar Alejandro. Suaminya. Ia seperti linglung dan sekarang baru ingat pernikahan nya kemarin sore.
Scarlett menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia ingin bangun, tiba-tiba tubuh nya seperti remuk, merasakan begitu perih di inti nya. Ia meringis kesakitan. Ia mendudukkan kembali tubuh nya diujung tempat tidur.
"Oww..."
Alejandro duduk, "apa sangat sakit ?"
Scarlett mengangguk kan kepalanya. Mulutnya tak henti meringis. Alejandro mengangkat tubuh Scarlett kekamar mandi. Tentu saja tindakan nya mengagetkan Scarlett.
"Sebaiknya kau berendam", ucap Alejandro sambil mengisi air hangat didalam bathtub. Dan menambahkan aroma terapi didalamnya.
Alejandro ingin melepaskan kain yang menutupi tubuh Scarlett. Tapi Scarlett menolaknya, "Aku bisa sendiri", ujar nya pelan.
"Apa yang ingin kau tutupi dari ku, Scarlett. Aku sudah melihat setiap jengkal tubuh mu itu".
Scarlett mengerucut kan bibirnya, yang benar saja Alejandro memintanya telanjang didepan nya , di situasi seperti ini. Tentu saja hati Scarlett diliputi rasa malu yang teramat sangat.
"Aku mohon Ale, aku bisa sendiri. Kau keluar lah," pintanya memohon.
"Baiklah aku keluar sekarang, tapi kalau ada apa-apa kau panggil saja aku".
"I-ya, Ale ", jawabannya pelan.
Setelah Alejandro keluar kamar mandi, Scarlett menatap tubuhnya di cermin berukuran besar yang ada didepannya. Tubuhnya penuh dengan tanda-tanda merah terutama dibagian dadanya . Akibat perbuatan Alejandro pada dirinya semalam.
Scarlett begitu menikmati ritual berendam nya, perkataan Alejandro benar dengan berendam akan mengembalikan kesegaran tubuh nya.
.
Alejandro sedang berbicara dengan William, asisten di London. Ia mendengar kan laporan William. Dan membaca beberapa email yang sudah masuk.
__ADS_1
William tidak pernah mengecewakan Alejandro, asisten nya itu selalu membawa kabar baik untuk nya .
"Mungkin dalam waktu dekat aku akan kembali ke London" , ucap Alejandro.
"Baik tuan"..
"Maaf tuan, beberapa hari yang laku nona Carolline, menanyakan keberadaan anda. Dan ia meminta alamat anda di hacienda, tapi tidak saya berikan.
Huhh..
Alejandro menarik nafas dalam-dalam.
"Jangan coba-coba, memberikan informasi tentang ku padanya William."
"Baik tuan ".
.
Scarlett, merasakan tubuhnya kembali segar, walaupun bagian inti nya masih terasa sakit. Tapi ia sudah bisa berjalan.
Scarlett keluar kamar mandi masih memakai bathrobe berwarna putih. Ia berjalan ke kamar.
Alejandro yang duduk di sofa melihatnya selesai mandi, ia menatap intens pada Scarlett.
"Kemari lah, aku sudah meminta pelayan membawakan sarapan untuk mu".
Scarlett mengangguk kan kepalanya. Ia memang merasa lapar, setelah pergumulan sepanjang malam antara mereka. Sekarang Scarlett benar-benar di merasa kelaparan.
Scarlett duduk di samping Alejandro. Ia meminum espresso , terasa sangat nikmat di tenggorokannya. Scarlett memakan sandwich .
"Aku akan mandi dulu, kau makan saja duluan. Kau nampak kelaparan Scarlett", ujar Alejandro.
"Aku seharusnya menunggu mu selesai mandi, agar kita makan bersama. Tapi aku sangat kelaparan Ale ", jawab Scarlett.
"Tidak apa-apa, kau lanjutkan saja makan mu, aku ingin membersihkan diri ku dahulu ", ucap Alejandro sambil mengusap lembut wajah Scarlett.
Scarlett mengangguk kan kepalanya.
Sementara Alejandro beranjak dari tempat duduknya, Scarlett melanjutkan sarapannya.
Scarlett tidak menyangka akhirnya menikah dengan Alejandro. Putra Mathias suaminya yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.
Tapi pernikahan nya dengan Mathias hanya diatas kertas saja . Karena Mathias ingin melindungi Scarlett dari Antoine Conte. Bahkan Scarlett dan Mathias tidak pernah melakukan hubungan suami istri sekali pun. Mathias menganggapnya sebagai anak, begitupun sebaliknya. Iya tidak pernah menyentuh Scarlett sebagai istri.
Sementara pernikahan nya dengan Alejandro, pernikahan yang sebenarnya. Alejandro benar-benar menuntutnya melakukan hubungan intim suami istri.
Kalau ditanya tentang perasaan nya pada Alejandro. Scarlett tidak tau. Laki-laki itu sering menyentuh nya . Selalu memberikan gelanyar aneh ditubuhnya. Merasakan banyak kupu berterbangan di dalam perut nya.
Perasaan yang aneh, menurut Scarlett.
Scarlett sedang menganti pakaian nya di walk in closet, saat Alejandro membuka pintu kamar mandi. Ia menjadi sangat di malu.
Alejandro, tidak bisa menyia-nyiakan keadaan itu. Ia menarik tubuh Scarlett merapat pada tubuhnya. Harum tubuh Scarlett seakan menghipnotis Alejandro. Ia mencium lembut bibir ranum Scarlett.
Scarlett yang belum selesai memakai pakaian dalamnya, hanya terdiam .
__ADS_1
"A-Ale, aku tidak bisa bernafas..
ucapnya terbata-bata, karena mulutnya dipenuhi oleh bibir Alejandro yang sedang mencium nya dengan penuh nafsu.
"Ahh... Scarlett aku tidak bisa menahan diriku", bisik Alejando didepan bibir Scarlett.
Tangannya meremas dengan lembut dada Scarlett yang belum tertutup.
Mulut Scarlett terbuka, ia menatap kedua netra Alejandro yang sudah diliputi gairah.
Entah lah, tubuh Scarlett selalu merespon dengan cepat sentuhan-sentuhan intim yang diberikan Alejandro.
Walaupun rasa sakit intinya belum hilang. Tapi kala Alejandro memasuki nya lagi Scarlett turut larut dalam gairah. Selalu menjeritkan nama Alejandro di setiap pelepasan yang ia alami. Begitupun Alejandro. Scarlett membuatnya benar-benar gila, seolah tiada bosan untuk menyentuh nya.
.
Keesokan harinya...
Alejandro pamit pada Scarlett untuk meeting dipabrik. Beberapa rekan bisnisnya dari London datang ke perkebunan Chalons untuk melakukan kerjasama.
Sementara Scarlett belum bekerja. Alejandro memintanya istirahat saja dulu dirumah. Ia tau tubuh Scarlett masih kelelahan.
Saat ini Scarlett masih berada diatas tempat tidur. Ia menyandarkan tubuhnya dipunggung ranjang. Sambil membaca buku kesukaannya.
tok tokk tokk
"Masuk..
Handle pintu dibuka levia. Ia membawakan Scarlett cemilan .
Setelah meletakkannya diatas nakas di sebelah Scarlett Levia, hendak pamit.
"Levia, aku meminta mu mengambil baju tidur ku dikamar ku . Aku tidak nyaman tidur memakai lingerie tipis".
"Maaf nona Scarlett, gaun tidur anda sudah tidak ada lagi di kamar, tuan Alejandro sudah membuangnya."
Mata bening Scarlett terbelalak mendengar nya. " Alejandro membuang baju-baju ku ?"
Levia mengangguk kan kepalanya pelan.
"Kau boleh keluar ".
Setelah Levia keluar Scarlett, menggerutu kesal pada Alejandro. Seenaknya saja membuang baju tidur ku", umpat Scarlett.
"Ia pulang nanti akan kutanyakan apa maksud nya ", batin Scarlett.
...
LIKE DAN VOTE 🙏
.
IKUTI JUGA KISAH
"PENGANTIN PENGGANTI" 🙏🤗
__ADS_1