AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
MARK RUFARO


__ADS_3

Pukul tujuh pagi waktu London.


"Segera beri aku informasi yang berguna, Caroline. Aku berencana membeli perkebunan yang akan dijual di kota Champaign. Orang ku sudah pergi ke sana", ucap Mark. Saat ini ia mengantar Caroline yang akan terbang ke kota Champaign.


"Benarkah kau akan membeli sebuah perkebunan disana Mark ? Apa tujuan mu sebenarnya ?", tanya Caroline penasaran.


"Kau tidak perlu tahu apa yang akan aku kerjakan, laku kan saja tugas mu secepatnya kau buat hancur Alejandro Mathias Rodriguez. Ingat Caroline aku sudah membayar mu sangat mahal. Jadi jangan coba-coba kau lari dari ku, dengan mudah orang ku akan menyeret mu ke hadapan ku", ketus Mark. Ia mengucapkan perkataan nya dengan tegas.


"Tidak usah mengancam ku Mark, rahasia mu ada pada ku", balas Caroline tidak kalah ketusnya.


"Hahaaaa, ancaman mu itu tidak berlaku untuk ku lacur. Dengan sekali jentikan jari ku.. hidupmu, karier mu, bisa langsung aku hancurkan."


"Jangan coba-coba mengancam ku lagi, kau dengar itu hah", Hardik Mark yang berada di belakang setir mobil sports nya. Tangannya mencengkram leher Caroline dengan kuat. Hingga Caroline terbatuk-batuk.


"Turun !"..


Caroline yang masih terbatuk-batuk, akibat lehernya di cengkram dengan kuat oleh Mark, terpaksa turun dari mobil laki-laki itu.


Tanpa perduli kepadanya, Mark melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Laki-laki tampan itu tidak pernah perduli dengan perempuan mana pun termasuk Caroline yang sering menghabiskan malam bersamanya.


Buatnya wanita-wanita itu murahan, tidak layak dijadikan teman hidup.


Wanita yang bisa dipakai hanya sekali main saja, setelah di bayar dengan uang atau pun dipenuhi kebutuhan nya.


Mark Rufaro, pria tampan sukses. Ia salah satu pebisnis handal yang patut di acungi jempol. Laki-laki itu adalah kompetitor Alejandro Mathias Rodriguez.


Perusahaan mereka selalu bersaing sejak lima tahun belakangan. Mark menaruh dendam kepada Alejandro karena ia selalu memenangkan tender besar baik di dalam kota London atau pun diluar.


Puncaknya saat satu tahun yang lalu. Perusahaan Mark sudah sangat yakin memenangkan tender dengan budget yang sangat besar tetapi pada menit terakhir perusahaan Alejandro lah yang memenangkan nya. Karena panitia mengetahui scandal yang dilakukan Mark Rufaro.


Mark sering melakukan scandal dengan para wanita berkelas artis hingga model ya g sedang naik daun. Bahkan scandal nya beberapa kali terangkat menjadi tajuk berita utama di tabloid, tetapi laki-laki itu tidak jera juga.


Saat ini, wanita yang sering menemaninya menghabiskan malam memang Caroline. Tetapi seperti biasa hubungan itu tidak serius. Buat Mark Caroline hanya wanita penghibur mengisi waktunya saja.


Caroline menyandarkan punggungnya di kursi first class pesawat yang akan membawanya ke Paris. Semua fasilitas yang ia dapatkan di penerbangan ini adalah pemberian Mark. Mark tak segan mengeluarkan banyak uang demi mewujudkan keinginan.

__ADS_1


Caroline mengalihkan pandangan matanya ke luar jendela.


"Kita akan segera bertemu kembali Alejandro Mathias. Kau tidak tahu berurusan dengan siapa".


"Akan ku buat kau merangkak memohon kembali kepadaku", batin Caroline. Sambil meminum wine hingga tandas.


"Aku tidak rela posisiku di gantikan oleh wanita kampungan itu. Kau harus menjadi milikku Alejandro..!"


*


Hari sudah menjelang sore, Alejandro dan Javier kembali ke hacienda.


"Alejandro, aku langsung pulang karena aku sudah janji dengan Moza menjemputnya di bandara malam ini", ucap Javier menaiki mobilnya.


"Javi, sebenarnya ada hubungan apa kau dan sepupu ku itu ?", tanya Alejandro saat Javier sudah menghidupkan mesin mobilnya.


"Kami masih berteman saja Ale, tapi kedepannya aku juga tidak tahu. Moza teman bicara yang sangat menyenangkan untuk ku", jawab Javier.


"Aku pulang sekarang, kau tidak perlu kuatir nanti aku mengantar Moza ke mari", ucap Javier sambil melambaikan tangan nya pada Alejandro yang juga melambaikan tangannya.


Alejandro melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


"Sore paman", jawabnya


"Apa tuan membutuhkan sesuatu yang ingin dimakan atau diminum sore ini ?", tanya Ana dengan hormat.


"Tidak bibi, aku ingin menemui istriku", jawab Alejandro sambil melangkahkan kakinya ke arah tangga lengkung menuju kamarnya.


Ana dan paul tersenyum melihat Alejandro begitu perhatian pada Scarlett. Mereka sangat tahu bagaimana kehidupan Scarlett selama ini. Dan melihat Alejandro sangat menyayangi nya tentu saja membuat Ana dan Paul ikut senang dan bahagia.


Alejandro membuka handle pintu kamar. Ia melihat Scarlett sedang asyik membaca sambil menonton televisi yang menyala di depan sofa.


Saking sedang serius nya membaca, Scarlett tidak menyadari ke hadiran suaminya.


Alejandro tersenyum, melihat istrinya begitu serius seperti itu.


Ia memeluk leher Scarlett dan mencium lembut pucuk kepalanya. Harum floral rambut Scarlett memenuhi indera penciuman Alejandro.

__ADS_1


"Ale...kapan kau masuk ke kamar, aku tidak tahu kau sudah pulang", ucap Scarlett menoleh pada Alejandro yang ada dibelakangnya. Scarlett menutup buku bacaan nya dan menaruhnya diatas meja.


"Ehm, kau sangat serius membaca buku mu sampai suamimu pulang kau tidak menyadarinya", protes Alejandro


"Maafkan aku Ale", jawab Scarlett tersenyum manis.


"Itu buku kesukaan ku saat ini, dan hampir tamat juga. Aku bosan tidak bekerja maka nya waktuku aku pergunakan untuk membaca", ucap Scarlett sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Apa kabar anak ku hari ini", Alejandro mengusap lembut perut Scarlett yang sudah sedikit menonjol.


"Seperti biasa anakmu tidak rewel, aku tidak mengalami kesulitan setiap harinya karena tidak mengalami morning sickness. Makan ku juga seperti biasa".


"Apa kau tidak menginginkan makanan atau apapun yang aneh-aneh, hem ?", tanya Alejandro sambil memeluk tubuh Scarlett.


"Belum, mungkin nanti aku akan mengidam dan menyulitkan mu. Saat ini aku menyukai minuman asam seperti jus lemon", jawab Scarlett tertawa.


"Aku akan senang memenuhi semua keinginan anak kita", bisik Alejandro ditelinga Scarlett.


"Benarkah ?"


"Tentu saja, kau mengandung anak pertama kita Scarlett. Semua keinginannya akan aku penuhi", ucap Alejandro dengan penuh keyakinan.


"Baiklah, sekarang aku ingin membersihkan tubuhku, kau lanjutkan saja membaca buku mu itu".


"Iya Ale".


Alejandro masuk kekamar mandi, sementara Scarlett menyiapkan baju santai untuk suaminya itu.


Scarlett meminta pelayan membawakan makan malam untuk mereka kedalam kamar. Ia sedang malas makan diruang makan.


*


"Akhirnya aku sampai juga ke kota ini. Tidak ada istimewanya sama sekali. Bahkan tidak ada club mewah yang bisa aku datangi di sini. Benar- benar hidup yang membosankan jika harus tinggal di tempat seperti ini", gumam Caroline yang saat ini berada di sebuah hotel paling mewah di kota Champaign.


"Kalau bukan karena uang dan martabat yang aku dapatkan dari seorang Alejandro aku tidak akan mengejarnya sejauh ini", ucap Caroline sambil menghisap rokoknya dalam-dalam dan mengepul kan asapnya memenuhi kamar yang ia tempati saat ini.


"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan mu Alejandro, juga kelinci kecil mu itu. Aku sudah tidak sabar melihat peliharaan mu itu menangis meratapi nasibnya".

__ADS_1


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏


__ADS_2