
Scarlett merebahkan tubuhnya. Rasa penat tiba-tiba menyerang nya. Sebenarnya ia pun sangat kesal dengan kelakuan orang tidak bertanggung jawab itu. Seenaknya saja merusak bibit-bibit anggur milik nya.
Tubuh Scarlett terasa lelah, matanya mengantuk tapi sulit untuk terpejam. Sementara Alejandro masih berada diruang kerjanya bersama Samuel dan Dante entahlah apa yang di bahas ketiganya setelah berada diruangan itu cukup lama.
"Ahh, aku tidak bisa tidur", gumam Scarlett beranjak dari pembaringan.
Ia melangkahkan kakinya menuju balkon kamar mereka.
Menatap bintang-bintang yang memancarkan sinar terang nya.
Scarlett tidak menyadari kedatangan Alejandro yang sudah memperhatikan nya beberapa saat yang lalu.
"Apa yang kau lakukan di luar sini, hem ?"suara bariton Alejandro membuyarkan lamunan Scarlett. Ia memeluk tubuh Scarlett dari belakang.
"Ayo masuk nanti kau bisa masuk angin", bisik Alejandro ditelinga Scarlett.
Sementara tangan Scarlett memeluk leher Alejandro yang ada dibelakang nya. Ia mengenadahkan kepala nya. Tindakannya itu tidak akan di sia-siakan suaminya dengan cepat Alejandro melahap bibir menggoda Scarlett.
Seketika gairah panas meliputi kedua tubuh yang sedang berpangutan mesra tersebut.
Alejandro memperdalam kecupannya. Menjelajahi mulut Scarlett hingga rongga terdalam.
SCARLETT merasa sesak karena oksigen terasa menipis disekitar mereka. Cuaca dingin tiba tiba terasa hangat menyelimuti kulit Scarlett yang hanya menggunakan lingerie tipis berwarna merah menyala yang sangat menerawang memperlihatkan lekuk tubuh indahnya. Dengan perut sudah terlihat sedikit membuncit dan ukuran dada yang semakin membesar.
__ADS_1
Dengan tidak melepaskan ciumannya, Alejandro berjalan mundur dan menarik pelan-pelan pinggang Scarlett masuk kekamar hingga tiba di tepian tempat tidur mereka.
Alejandro meremas puncak kenikmatan Scarlett, lidahnya bermain cukup lama di sana hingga Scarlett melenguh panjang.
Scarlett membawa jemari nya melepaskan satu persatu kancing kemeja putih yang dipakai Alejandro dan mengusap lembut susunan roti sobek di perut suaminya itu. Tubuh yang selalu membuatnya panas dingin saat bersentuhan dengan nya.
Alejandro membuka sabuk dan celana panjang yang menutupi intinya. Dan merebahkan tubuh Scarlett dengan pelan di pembaringan. Alejandro menjamah setiap jengkal tubuh Scarlett, hingga tidak ada yang terlewat kan.
"Ahh sayang...gumamnya pelan sambil mengarahkan miliknya pada inti Scarlett.
"Ahh A-Ale", suara lembut mendayu memenuhi seisi kamar.
Perlahan Alejandro menghentakkan miliknya lebih dalam. Tanpa menindih tubuh istrinya yang sedang hamil. Tentu saja Alejandro melakukannya dengan lebih lembut tidak seperti saat Scarlett sebelum hamil seperti sekarang ini.
Scarlett memeluk punggung kokoh Alejandro. Perlahan Ale mencabut miliknya dari inti Scarlett.
"Apa aku bermain terlalu kasar, hem ?", ucapnya sambil mengusap lembut wajah Scarlett yang tampak letih dan sedang mengatur nafasnya yang tersengal.
Scarlett mengusap lembut dada Alejandro, memainkan jemarinya dengan memutar di dada seksi itu. Ia menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku selalu menyukai permainan mu Ale", jawabnya dengan suara nyaris tak terdengar.
Alejandro mengeratkan pelukannya, ia tersenyum mendengar pengakuan Scarlett yang jarang-jarang mau mengutarakan isi hatinya seperti saat ini.
"Apa anak ku akan marah jika ayahnya bermain seperti tadi, hem ?
__ADS_1
Scarlett tersenyum mendengar ucapan Alejandro "kau harus membujuk nya Ale supaya anak mu tidak marah kepada ayahnya", seloroh Scarlett sambil mengeratkan tangannya pada punggung Alejandro.
"Hmm, baiklah. Alejandro mendekatkan mulutnya ke perut Scarlett "Hai jagoan ayah, kau jangan marah ya saat ayah membuat ibu mu menjerit seperti tadi", ucap Alejandro sambil mengusap dan mencium lembut perut Scarlett.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏🤗
.
KARYA EMILY :
PENGANTIN PENGGANTI (tamat)
AIR MATA SCARLETT
(on-going)
SERPIHAN HATI ELLENA
(on-going)
__ADS_1