
"Alejandro...", terdengar suara Scarlett.
"Mark..."terdengar suara Olivia.
"Apa yang kalian lakukan ?" seru Scarlett dan Olivia berbarengan. Mereka terkejut melihat keduanya berpelukan di tempat gelap seperti itu.
Alejandro dan Mark seketika melepaskan pelukan mereka.
"Tidak ada apa-apa", ucap ke dua laki-laki itu hampir bersamaan.
Alejandro menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Begitu pula Mark ia mengusap tengkuknya.
"Mark kapan kau datang ?" tanya Olivia menelisik wajah Mark yang tampak tegang.
"Oh, baru saja datang sesaat yang lalu.
"Ale kenapa kalian di luar, ayo masuk. Ajaklah tuan Mark bicara di dalam", ucap Scarlett yang membuat Alejandro dan Mark bertukar tatapan.
Gesture kedua pria itu tak luput dari perhatian Olivia. Ia aneh melihat Alejandro dan Mark seperti itu. "Ada apa di antara mereka berdua ?", batin Olivia.
Scarlett dan Alejandro melangkahkan kakinya masuk dalam rumah, diikuti juga oleh Olivia dan Mark.
Di dalam tampak Moza dan Javier duduk berdampingan di sofa. Alejandro mengenalkan keduanya pada Mark. Sebenarnya Javier sedikit terkejut melihat Mark Rufaro berada di antara mereka. Setelah mengetahui ia adalah kekasih Olivia temannya Scarlett baru Javier menerimanya dengan hangat.
"Sayang hari sudah malam, aku besok ada pekerjaan penting ayo kita pulang", ucap Moza pada Javier yang ada di sampingnya.
Javier menganggukkan kepalanya.
"Ale, Scarlett.. aku dan Moza pulang duluan", pamit Javier.
Tak lupa pula Javier dan Moza pamit pada Mark dan Olivia, yang di sambut hangat oleh ke duanya.
__ADS_1
"Setelah Javier Moza pulang, mereka berempat mengobrol di ruang keluarga.
"Scarlett, apa ini rumah mu ?", tanya Mark menelisik wajah adiknya itu.
"Iya... tepatnya rumah masa kecil dan remaja ku", jawab Scarlett.
Mark, menganggukkan kepalanya. "Dengan siapa kau tinggal di sini ?"
"Sedari kecil hingga remaja aku tinggal berdua dengan ayah ku. Tetapi sejak hampir Sebelas tahun yang lalu ayah pergi untuk selama-lamanya", jawab Scarlett dengan raut wajah tampak sedih.
Alejandro menggenggam jemari tangan Scarlett.
"Rumah yang sangat indah Scarlett, aku senang berada di sini", ucap Mark sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan rumah.
"Terima kasih tuan Mark, rumah ini baru saja di renovasi dengan mempertahankan bentuk aslinya. Dulunya rumah ini adalah rumah kumuh. Semenjak ayah ku meninggal dan aku tinggal di perkebunan Chalons, rumah ini dijadikan panti tempat tinggal anak-anak yang kurang mampu dan tidak memiliki keluarga. Ibu Catherine dan anak-anak lah yang sudah merawat rumah ini semenjak ayah meninggal dan aku tinggal di perkebunan Chalons", ujar Scarlett masih dengan wajah sedih.
Mark menganggukkan kepalanya lagi mendengar penjelasan Scarlett yang merupakan adik satu-satunya yang ia miliki di dunia ini.
"Baiklah Alejandro Sekarang sudah malam aku dan Olivia pamit pulang. Senang sekali mengenal dan berbicara dengan mu Scarlett. Alejandro kapanpun ajak lah istri mu keperkebunan ku, Le Merciel terbuka untuk kalian", ujar Mark sambil menepuk pundak Alejandro.
"Baik tuan Mark, aku senang juga bertemu kembali dengan tuan", jawab Scarlett sopan.
"HM...jangan memanggilku tuan, panggil saja Mark", sanggah Mark karena mendengar Scarlett selalu memanggilnya dengan sebutan kata tuan.
"Baik Mark..." jawab Scarlett tersenyum.
Mark ingin sekali memeluk tubuh adiknya itu. Adik yang begitu ingin ditemukan nya selama ini tetapi sekuat tenaga ia menahan dirinya untuk tidak melakukan hal yang dapat membuat Scarlett terguncang nantinya.
"Scarlett Alejandro kami pulang ya", ujar Olivia pada sahabat nya .
Alejandro dan Scarlett mengantarkan keduanya ke mobil. Sementara mobil Olivia sudah di bawa orang Mark ke apartemen nya.
__ADS_1
*
Setelah berkendara beberapa saat mobil yang di kendarai Mark sudah sampai di apartemen Olivia.
Mark mengantar Olivia ke flatnya. Setelah mereka berada di dalam Mark memeluk erat tubuh Olivia dari belakang. Dan menyandarkan kepalanya pada bahu Olivia. Olivia merasa hal aneh pada kekasihnya itu. Tidak seperti biasanya ia bermanja-manja seperti itu. Mark adalah laki-laki yang terbiasa bicara to the points. Ia bukan tipe orang yang bertele-tele.
"Mark...ada apa ?"
"Biarkan saja sesaat seperti ini, Oliv", ucap Mark dengan suara parau.
Olivia memutar tubuhnya menghadap Mark. "Ada apa Mark, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dari ku".
Mark menyandarkan punggungnya pada sofa mengusap wajah dengan kasar, sementara kedua sikunya bertumpu pada pahanya.
Kegusaran Mark itu tidak luput dari pandangan Olivia yang masih berdiri ditempatnya semula sambil melipat tangannya di depan dada. Ia menunggu dengan sabar kekasihnya itu mengatakan yang sebenarnya.
Huhh ..
"Aku sudah menemukan keluarga ku Oliv, ternyata ia sangat dekat dengan ku...
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
__ADS_1
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...