
Hari sudah senja...
Scarlett masih di atas tempat tidur, membaca novel romansa
kesukaannya.
Seharian berada ditempat tidur membuat nya bosan. Akhirnya ia habiskan dengan membaca buku.
Alejandro membuka handle pintu, tubuhnya berkeringat sampai kemeja putih yang dipakainya basah mencetak otot keras yang menonjol di seluruh tangannya hingga dada. Scarlett kesulitan menelan salivanya. Ia mengalihkan pandangan matanya ke halaman novel lagi . Tapi jujur saja, kehadiran Alejandro membuatnya tidak bisa fokus ke buku bacaannya.
"Bagaimana keadaan mu Scarlett?", Alejandro mendekatinya, membungkukkan badannya mencium bibir Scarlett.
"Alejandro, kau belum membersihkan tubuh mu. Kau berkeringat", protes Scarlett.
"Aku baru saja, berkeliling perkebunan bersama Samuel dan Dante.
"Baiklah aku mandi dulu", ucap Alejandro sambil berlalu dari hadapan Scarlett.
Setelah Alejandro berada dikamar mandi, Scarlett beranjak dari tempat tidur. Ia melangkahkan kakinya ke walk in closet dan menyiapkan baju santai untuk Alejandro. Joger pant dan kaus berbahan katun lembut.
Scarlett, kembali ke tempat tidur membaca buku nya.
Tak berapa lama Alejandro selesai membersihkan tubuh nya. Ia hanya melilit kan handuk putih pada bagian tubuhnya sementara rambut hitamnya meneteskan sisa air yang belum kering.
Scarlett menelan salivanya berulang kali. Laki-laki ini selalu saja membuat tubuhnya bergetar hebat.
Alejandro membuka handuk yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya.
"Oo no no...
"Jangan buka disini", teriak Scarlett, tidak kuat melihatnya.
Spontan saja jeritan Scarlett membuat Alejandro menatapnya. Ia melihat wajah Scarlett yang sudah memerah.
"Ada apa Scarlett, aku ingin memakai pakaian ku", jawab Alejandro tidak perduli dengan protes Scarlett.
"Tunggu...aku ke kamar mandi dulu, kemudian kau baru pakai baju mu itu", balas Scarlett sambil beranjak dari tempatnya, melewati tubuh Alejandro.
Alejandro menarik tangan Scarlett, merapatkan tubuhnya ke tubuh laki-laki itu yang masih basah.
"Ap-a yang kau lakukan..."
Alejandro menarik tekuk Scarlett, ia mencium bibir merah merona dihadapannya. Lidahnya memaksa masuk kedalam rongga mulut Scarlett.
Seakan terhipnotis, Scarlett menuruti keinginan Alejandro. Ia membuka nya, membiarkan Alejandro bermain-main disana. Membelit lidahnya.
__ADS_1
Dengan nafas yang menderu, Scarlett menatap lembut kedua mata hitam Alejandro.
"Ahh Scarlett aku menginginkan mu lagi", bisik Alejandro ditelinga Scarlett dengan suara parau yang sudah diliputi gairah.
Scarlett diam tak bergeming sedikitpun. Ia tidak mengatakan apa-apa.
Mendapatkan sinyal baik itu, Alejandro mencium bibir Scarlett dengan lembut. Sementara tangannya membuka baju yang dipakai Scarlett hingga tidak ada satu benang pun yang tersisa ditubuh putih mulus itu.
Scarlett menarik lepas handuk putih yang masih melingkar menutupi tubuh bagian bawah Alejandro.
Hingga handuk terlepas dan teronggok dilantai.
Alejandro mendorong tubuh Scarlett duduk ditempat tidur sementara ia tetap berdiri tegak dihadapan nya.
Alejandro, menundukkan kepalanya, mencium dengan lembut bibir Scarlett. Sementara Scarlett mengenadahkan wajah nya menatap Alejandro .
"Sentuh milikku, Scarlett", bisik Alejandro didepan bibir Scarlett.
Seperti ada yang menuntun nya,
Scarlett menuruti perkataan Alejandro, jemari lembut nya menyentuh milik Alejandro. Tangan halus itu mengelus nya perlahan.
"Ahh Scarlett...
Alejandro mengeram, merasakan sensasi yang diberikan kan tangan halus Scarlett.
"Ooh **** , Scarlett..."
Alejandro menatap lekat tubuh Scarlett, terlebih intinya. Dilihat intens seperti itu, membuat Scarlett malu. Ia merapatkan kedua pahanya agar Alejandro berhenti menatapnya.
"Biarkan seperti itu, jangan ditutupi", bisik Alejandro sambil menyibakkan kembali ke-dua paha Scarlett.
"Owh, A-Ale...hentikan", lirihnya dengan suara bergetar.
Alejandro tidak menggubris protes Scarlett, ia terus bermain disana.
Sementara Scarlett, merasakan tubuhnya seakan mau meledak. Ia mengangkat separuh tubuhnya dengan bertumpu pada siku tangannya. Ia melihat Alejandro terbenam di intinya.
Scarlett menjerit menahan gairah yang sudah sangat membuncah.
"Owh, A-Ale please.. a-ku tidak kuat lagi", racau nya dengan wajah yang sudah merona. Mata beningnya menatap sayu kedalam netra Alejandro yang berusaha memasukkan miliknya kedalam inti kenikmatan Scarlett.
Alejandro mengalami kesulitan. Milik Scarlett masih begitu sulit untuk di tembus. Hingga berapa kali percobaan baru lah berhasil.
"A-Ale.."
__ADS_1
Scarlett menjerit kala merasakan milik Alejandro seakan merobek kembali intinya.
"Milikmu masih sangat sempit, sayang. Tahanlah sebentar, ini akan sedikit menyakiti mu", bisik Alejandro di telinga Scarlett.
Alejandro membiarkan miliknya diam sejenak, ia tidak ingin menyakiti Scarlett dengan cara mengejutkan nya . Ia mencium bibir Scarlett membantu mengurangi rasa sakit pada tubuh nya.
Baru setelah cukup lama berdiam, Alejandro menggerakkan pinggulnya perlahan.
Yang awalnya Scarlett menjerit kesakitan, setelah beberapa saat suara itu berganti dengan de*ahan lembut. Tubuh Scarlett menerima setiap sentuhan Alejandro.
Entah berapa kali perempuan itu menjerit kan nama Alejandro. Ia memeluk tubuh Alejandro, sambil mengusap lembut dada Alejandro.
Alejandro yang merasakan sentuhan lembut Scarlett semakin berpacu menghentak-hentakan miliknya pada inti Scarlett.
Hingga keduanya sama-sama menjerit kan nama masing-masing. Scarlett merasakan cairan panas memenuhi miliknya. Sementara Alejandro merasakan milik Scarlett menghisap kuat intinya membuat Alejandro mengerang panjang.
"Ahh Scarlett kau benar-benar membuat akal sehat ku hilang", bisik Alejandro sambil memeluk tubuh Scarlett. Tidurlah, kau pasti kelelahan bisik Alejandro.
"Iya Ale.."
Scarlett menyandarkan tubuh nya pada tubuh Alejandro. Berusaha memejamkan matanya.
Alejandro mengecup puncak kepala Scarlett.
Ia memeluk erat tubuh perempuan yang sudah mengisi hari-hari nya itu.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu Scarlett, kau milikku selamanya", bisik Alejandro pelan .
Alejandro tidak tahu, sejak kapan perasaan itu ada di hatinya. Yang pasti sejak pertama melihat Scarlett perempuan itu telah mencuri perhatiannya.
Scarlett sangat cantik, tatapan lembut dengan netra hitam bening selalu menghipnotis Alejandro. Sehingga Alejandro tidak pernah bisa mengontrol dirinya untuk mencium perempuan itu.
Sampai titik dimana Antoine menemui nya beberapa hari yang lalu, Scarlett sangat ketakutan. Alejandro bukan tidak mengetahui tatapan mengerikan Antoine kala melihat Scarlett.
Disaat itulah Alejandro ingin melindungi perempuan itu .
Dengan menikahi nya mengikatnya sehingga tidak ada lagi yang berani mengganggu Scarlett.
...***...
LIKE DAN VOTE 🙏
.
IKUTI JUGA CERITA AUTHOR YANG LAINNYA,
__ADS_1
"PENGANTIN PENGGANTI"
LIKE DAN VOTE JUGA YA 🙏🤗