
Alejandro mengajak Scarlett keluar, tepat ke arah belakang menuju istal. Dari kejauhan nampak seorang pekerja membawa seekor kuda putih dengan bulu tebal keluar dari kandang.
"Kuda yang sangat cantik", gumam Scarlett.
"Apa kau menyukainya, hm ?"
Scarlett menatap lekat Alejandro yang berada di sampingnya.
Alejandro mengangguk kan kepalanya. "Kuda itu milik mu", bisiknya
Seakan-akan tidak percaya apa yang didengarnya barusan, Scarlett menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
"Be-benarkah Ale ?"
Tanpa kata, Alejandro menarik pinggang Scarlett merapat ke tubuhnya. Ia mencium pucuk kepala Scarlett.
Scarlett tidak bisa menutupi rasa bahagianya, bagaimana tidak ia tau kuda yang diberikan Alejandro adalah Kuda poni Shetland, yang sangat cantik. Ia selalu memimpikan memiliki kuda seperti itu yang ia tau tidak akan pernah dimiliki nya. Selain harganya pastilah sangat mahal, kuda itu didatangkan dari benua Amerika.
Tapii siapa sangka saat ini Alejandro mewujudkan keinginannya itu .
"Ale, terima kasih ", ucapnya lirih sambil mengeratkan tangannya ke pinggang laki-laki itu.
Alejandro mengusap lembut wajah cantik Scarlett.
"Sekarang naikilah ", ucap Alejandro sambil mengangkat pelan tubuh Scarlett ke atas saddle kuda"
Scarlett tidak dapat menutupi rasa bahagianya, dengan pelan ia menunggangi kuda kesayangan nya itu. Yang baru saja ia dapatkan dari Alejandro.
Sesekali Scarlett menepuk-nepuk bahkan memeluk leher kuda cantik itu sambil tertawa bahagia.
Sementara Alejandro memperhatikan semua gerak gerik Scarlett dari pinggir lapangan.
Suara tawa bahagia Scarlett terdengar sangat merdu ditelinga. Rambut hitam panjangnya tergerai melayang-layang mengikuti hentakan kuda cantik yang saat ini sedang ditungganginya.
Tidak dapat dipungkiri, Scarlett benar-benar cantik. Dengan kemeja berwarna putih ketat dan celana jeans berwarna biru serta topi fedora berwarna senada dengan celana jeans yang ia pakai sangat kontras dengan kuda cantik berwarna putih yang di tungganginya .
Alejandro tak henti menatap istrinya itu, yang tertawa bahagia dengan wajah berseri-seri.
Setelah beberapa saat, Scarlett menghentikan waktu menunggangi kuda kesayangan nya itu.
Alejandro menurunkan tubuh Scarlett dari atas saddle kuda.
Untuk beberapa saat kedua pandangan bertemu, Alejandro tidak akan pernah bisa menahan gejolak dirinya kala bertatapan begitu intens dengan ke dua iris bening milik Scarlett.
Ia menarik tekuk Scarlett dan mencium nya dengan lembut. Sementara Scarlett memejamkan kedua matanya, tanganya menempel di dada bidang Alejandro.
Alejandro mencium bibir Scarlett dengan sangat lembut, ia memperdalam ciumannya. Hingga Scarlett mengerang dan membuka mulutnya memberikan Alejandro keleluasaan untuk menjelajahi rongga mulutnya.
"Alee...Kita ditempat umum", ucap Scarlett pelan dengan mata berkabut.
Alejandro menghentikan ciuman mesra nya yang begitu memabukkan.
Tangannya mengusap lembut bibir Scarlett yang sudah membengkak akibat perbuatannya.
"Apa kau menyukai kuda mu, hem ?"
"Iya, Ale aku sangat menyukainya."
"Dari dulu aku selalu memimpikan memilihi kuda cantik seperti ini", jawab Scarlett sambil mengusap-usap lembut leher kuda.
"Apa kau sudah memiliki namanya, hem ?"
Scarlett berpikir sejenak dan mengangguk kan kepalanya,
Aku menamakan nya Cristal.
__ADS_1
Alejandro tersenyum mendengar nama pemberian Scarlett, ia memeluk tubuh Scarlett dan mencium keningnya.
***
Samuel dan Dante tampak berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Alejandro dan Scarlett sesaat sesudah kedua pasangan itu selesai menikmati makan malam mereka di ruang makan.
"Maaf tuan Alejandro ada hal penting yang segera anda ketahui. Maaf mengganggu makan malam anda dan nona Scarlett", ucap Samuel dengan hormat tetapi tersirat ketegasan dari nada bicaranya.
"Ayo ikut aku", jawab Alejandro sambil melangkahkan kakinya ke ruang kerjanya.
Setelah menyandarkan punggungnya di kursi kerja, Alejandro menatap bergantian samuel dan Dante dengan tajam "Katakan..!"
"Ujung lahan Chalons baru saja terbakar tuan, saat ini api sudah berhasil orang kita padamkan. Di bantu air hujan yang sedang turun deras. Melihat tempat kejadian seperti nya tidak ada pagar yang rusak sama sekali ", Dante memberikan penjelasan.
"Kenapa sampai bisa kecolongan, Dante "
"Melihat tidak ada pagar yang rusak serta ketatnya penjagaan yang dilakukan orang kita di luar pagar, saya menduga ada penyusup di perkebunan Chalons , tuan ", jawab Dante dengan wajah serius dan tegas.
Alejandro mengeraskan rahangnya, dengan sorot mata yang kian menggelap karena menahan amarahnya.
"Kita ke sana sekarang", perintah Alejandro dengan tegas .
"Tapi di luar sedang hujan deras tuan, jawab Samuel memberi tahu kondisi cuaca saat ini.
Alejandro tidak menggubris ucapan Samuel, ia berjalan tergesa-gesa menuju kamar untuk mengambil jas hujan.
Klik'...
Scarlett yang sedang membaca buku dan menyandarkan punggungnya di sofa melihat Alejandro masuk ke dalam kamar, dengan wajah yang menggelap.
"Ada apa Ale ?", tanya Scarlett pelan dengan nada sedikit panik.
"Aku akan melihat ujung wilayah perbatasan perkebunan Chalons, ada penyusup di perkebunan ku ini", jawab Alejandro dengan suara mengeram.
Alejandro memasang jas hujan pada tubuh nya, dibantu Scarlett.
Alejandro lekat menatap wajah Scarlett yang nampak pucat.
"Tidak akan kubiarkan bernafas lama seorang penyusup di sekitar ku ", jawab Alejandro tegas.
"Ale... hati-hati, aku mencemaskan mu ", ucap Scarlett dengan nada pelan nyaris tak terdengar. Ia menundukkan kepalanya dihadapan Alejandro.
Alejandro mengangkat dagu Scarlett agar menatap kepadanya.
"Tidak akan terjadi apapun dengan ku, kau tidak perlu kuatir", jawab Alejandro dengan wajah lembut menatap ke dua iris bening Scarlett.
Scarlett memeluk erat tubuh Alejandro, kemudian mengendur kan pelukannya.Ia mengangguk kan kepalanya pelan.
Sementara Alejandro berlalu dari hadapannya.
.
"Aku ingin kau menyelidiki secara mendetail para pekerja yang ada di Chalons, Dante. Aku tidak mau ada penyusup seorang pun diperkebunan ku. Selidiki pula apa tujuan nya membakar perkebunan ini. Aku ingin segera mendapatkan informasi yang akurat dari mu", ucap Alejandro dengan tegas kepada Dante dan Samuel.
"Jika sudah kau temukan siapa orangnya, seret ke hadapan ku", lanjut nya lagi.
"Baik tuan Alejandro. Tuan segera mendapatkan informasi yang tuan inginkan", jawab Dante.
"Besok pagi perintah kan orang mu membereskan semua masalah disini", ucap Alejandro
"Baik tuan..
"Sekarang kita kembali ke hacienda"
.
__ADS_1
Malam semakin larut...
Hujan deras telah mengurangi curahnya menjadi rintikan air .
Hawa dingin menyusup ke dalam tulang.
Scarlett berusaha memejamkan matanya, sedari tadi matanya begitu sulit tidur. Ia hanya membolak-balik kan tubuhnya diatas pembaringan.
Pikirannya masih tertuju pada Alejandro yang belum juga kembali, padahal hari semakin larut malam.
Scarlett tidur di posisi yang biasa ditempati tubuh Alejandro.
Harum woody dan citrus memenuhi indera penciuman nya. Scarlett memeluk bantal yang biasa di gunakan Alejandro.
Harum tubuh Alejandro, seakan menghipnotis Scarlett. Seakan-akan menuntun nya untuk memejamkan matanya. Scarlett pun tertidur, dengan posisi tangan masih memeluk bantal milik Alejandro.
.
Scarlett merasakan tubuhnya meremang dan bergairah saat merasakan remasan di sekujur tubuhnya.
"Ahh..
Ia membuka matanya perlahan, melihat wajah tampan yang dirindukan nya setiap malam berada dihadapan nya.
"Ale-e...Kau sudah kembali", bisiknya
"Hmm, apa kau merindukanku hem ?"
Scarlett melingkar kan tangannya ke leher Alejandro yang saat ini menatapnya intens.
Scarlett mencium lembut bibir Alejandro "iya aku merindukan mu Alejandro", bisik Scarlett.
Alejandro membenamkan bibir nya diatas bibir Scarlett yang sudah terbuka. Membelit lidah yang ada didalamnya.
Dengan nafas menderu Scarlett mencoba menghirup oksigen yang tiba-tiba menipis di kamar itu. Tubuhnya yang hanya dibalut lingerie tipis berwarna hitam tiba-tiba seakan terbakar oleh hawa panas di sekitar.
Alejandro meremas ke dua puncak Scarlett yang begitu menantangnya. Sementara tangan yang satunya mengusap inti Scarlett yang nampak sudah basah.
Tubuh Scarlett mengelijang menahan gairah yang merasuki tubuh nya.
"Ahh Ale..
Sementara Alejandro menurunkan tali tipis yang ada dipundak Scarlett menciumi dengan lembut ke dua pundak dada hingga perut rata Scarlett.
Scarlett mengusap lembut dada Alejandro yang sudah tidak menggunakan kaus apa pun.
Sesekali Scarlett mencium dada yang begitu atletis itu .
"Ahh Scarlett kau selalu menggoda ku", ucap Alejandro dengan suara tercekat.
"Owhh Ale, ahhh...
Scarlett menjerit kala merasakan jemari Alejandro bermain di intinya. Scarlett menggenadahkan kepalanya menahan sensasi dari permainan yang dilakukan Alejandro.
Hingga ia semakin menjerit kala merasakan hentakan kuat milik Alejandro pada intinya.
"Ahh Scarlett milik mu masih begitu sempit, ini sangat nikmat", racau Alejandro kala merasakan inti SCARLETT memghisap kuat miliknya hingga Alejandro menyemburkan cairan hangat pada inti Scarlett.
Di barengi jeritan keduanya kala merasakan tubuh berada di alam lain.
Nafas keduanya, berlomba-lomba memburu. Scarlett memejamkan matanya .
Menyandarkan kepalanya didalam dekapan Alejandro. "Aku takut kehilanganmu A-Ale, aku tidak mau terjadi apapun pada mu", bisik Scarlett sambil memejamkan matanya.
***
__ADS_1
LIKE DAN VOTE YA, BIAR SEMANGAT MENCARI IDE CERITA NYA 🙏🤗