AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
BAKU TEMBAK DAN TERLUKA


__ADS_3

"Kau ingin mengatakan sesuatu, gadis kecil ? Katakanlah sebelum aku membawa mu pergi jauh dari sini, anak tiri mu itu tidak akan menemukan kita.


Antoine membuka paksa lakban yang menutupi mulut Scarlett.


Scarlett tidak menjerit sedikit pun bahkan tidak merasakan perih sedikit pun padahal sekitar mulut nya memerah.


"Katakan sekarang apa yang ingin kau ucapkan"


"Kau bajingan Antoine, tidak ada kepintaran mu yang lainnya, selain hanya memaksa dengan cara begini. Laki-laki tua yang tidak berguna !"


Plakkk..


Tangan Antoine mendarat dengan tepat di wajah Scarlett. Bibir Scarlett mengeluarkan darah segar. Ia merasakan asin darah.


"Hahahaa dalam keadaan terdesak pun kau masih bisa berbicara gadis kecil binal. Aku semakin menyukai mu. Kau semakin membuatku penasaran", jawab Antoine sambil mencium kasar bibir Scarlett yang berdarah.


Dorr dorrr...


Suara tembakan bersahutan. Terdengar juga sirine polisi mendekati lokasi mereka.


"Tuan Antoine, mereka menemukan kita. Seperti nya persembunyian kita terlacak", ucap salah satu anak buah Antoine.


"Sial, periksa tubuh ****** ini" perintah Antoine dengan suara menggelegar.


"Lepaskan aku", teriak Scarlett


"Tuan, aku menemukan handphone. Seperti nya mereka melacak keberadaan kita melalui sinyal", ucap pria bertubuh kekar di samping Scarlett.


Sementara di luar gedung, orang-orang Alejandro baku hantam dengan orang yang ditugaskan bos mereka untuk menghalangi Alejandro dan orangnya menyelamatkan Scarlett. Perlahan Dante maju mendekati pintu gedung tua itu setelah melumpuhkan beberapa para penjahat .


Sementara Alejandro dengan ke ahlian bela diri yang mumpuni dengan mudah melumpuhkan beberapa orang yang dengan beringas menghalau pergerakan nya untuk masuk ke dalam gedung.


Alejandro memiting seorang penjahat, memaksa ia berbicara,


"Siapa yang memerintahkan kalian menculik istriku", teriak Alejandro sambil menekan kedua lengan pria yang sudah di kuasainya itu.


"Tu-tuan Antoine Conte..

__ADS_1


Alejandro menekan kuat tangan laki-laki itu hinggap menjerit kesakitan.


Polisi menghampiri Alejandro, meminta Alejandro untuk menyerahkan laki-laki yang sudah terdesak itu pada mereka supaya di proses sesuai hukum yang berlaku.


Alejandro mengeraskan rahangnya. Saat ini orang-orang Antoine terdesak banyak yang di tangkap polisi sebagian terluka. ada beberapa yang tewas ditempat.


"Tuan Antoine Conte, diharapkan menyerahkan diri tempat ini sudah terkepung", petugas kepolisian memberikan peringatan kepada Antoine agar keluar secara sukarela menyerahkan diri.


"Tuan Antoine kita terdesak, orang-orang kita sudah dilumpuhkan tuan Alejandro dan orang-orangnya. Apa yang akan kita lakukan", ucap pria yang selalu ada disamping Antoine.


"Bawa kemari ****** itu", perintah Antoine pada anak buahnya.


Pria itu menuruti, melepaskan tali yang mengikat tangan Scarlett pada kursi. Pria berbadan kekar itu menarik tangan Scarlett menghampiri Antoine. Sementara mulut Scarlett ditutup kembali dengan lakban.


Scarlett berjalan dengan tertatih-tatih mengikuti langkah cepat anak buah Antoine.


Brakkk...


Orang-orang Alejandro mendobrak pintu gedung tua yang menjadi tempat Scarlett disandera.


Antoine dan orang nya yang tersisa kaget dengan serangan itu.


"Hahahaaaa...kau menginginkan ****** ini hah ? tantang Antoine.


Alejandro melangkahkan kakinya secara perlahan mendekati Scarlett yang berdiri didepan Antoine. Tubuhnya dijadikan tameng Antoine supaya tidak tertembak. Sementara orang-orang Antoine tersisa lima orang saja di dalam gedung itu dengan mengacungkan pistol kepada Alejandro yang semakin mendekat.


"Berhenti disana, atau peluru panas milikku menembus kepala wanita ini", teriak Antoine sambil mengancam.


Sementara Antoine Perlahan-lahan melangkah mundur, Alejandro dan orang semakin maju mendekati Scarlett.


Wajah Scarlett seperti tidak ada aliran darah, wajah itu semakin memutih pucat pasi.


Setelah diambang pintu bagian belakang gedung, ia hendak melarikan diri. Tubuh Scarlett yang sudah tampak begitu lemah didorong kuat kesamping oleh Antoine. Secara spontan Alejandro hendak menangkap tubuh istrinya yang terhuyung.


Alejandro tidak memikirkan apapun lagi, yang ada dipikirannya menyelamatkan Scarlett dan janin yang dikandungnya.


Dorr dorr

__ADS_1


"Ahh.." teriak Alejandro


"Alejandrooooo...


Alejandro memeluk Scarlett melindungi nya dengan tubuh kekarnya.


Alejandro tersungkur ke lantai yang kotor itu sementara Scarlett menindih tubuhnya.


Sca-scarlett...Ucap Alejandro dengan suara lemah, sambil memeluk tubuh Scarlett. Kemudian tangan itu terkulai lemah.


"Ale, bangun jangan tinggalkan aku teriak Scarlett histeris".


Terlihat Samuel, berjalan dengan cepat diiringi dibelakangnya paramedis yang sudah siaga menghampiri Scarlett yang sudah berlinang air mata memeluk tubuh Alejandro yang berlumuran darah.


Sementara Dante dan Demian serta petugas kepolisian mengejar Antoine yang hendak melarikan diri dengan menaiki mobil yang sudah disiapkan.


Tampak orang-orang nya menembaki Dante dan Demian serta petugas. Polisi memberikan tembakan peringatan yang tidak diindahkan Antoine dan orang-orang yang masih bersamanya.


Sesaat hendak masuk ke mobil yang sudah tersedia, Dante berhasil menyarangkan timah panas pada paha Antoine hingga laki- laki itu mengerang kesakitan hingga memperlambat laju tubuh mereka.


Dante dan Damian semakin mendekati orang-orang Antoine yang berusaha menghalangi bos mereka tertangkap atau tertembak.


Dante dengan beringas memberikan pukulan hingga tendangan kerasnya, satu persatu anak buah Antoine bisa dilumpuhkan. Saat akan menendang Antoine, petugas menghalangi ,


"Serahkan kepada kami, agar di proses sesuai hukum yang berlaku".


*


Sirine ambulan yang membawa Alejandro melaju dengan cepat menembus gelapnya malam. Sementara Scarlett menangis di sebelahnya sambil menggenggam tangan Alejandro.


"Ale, bangun jangan tinggalkan aku. Aku ingin memberimu kejutan. Aku hamil Ale anak kita, buah cinta kita. Bukankah kau sangat menginginkan keturunan Ale ? bertahanlah", bisik Scarlett ditelinga Alejandro, dengan berlinang air mata .


Sementara Alejandro terpejam tidak merespon apa pun. Alat bantu pernafasan memenuhi wajahnya.


"Maafkan aku Ale, semua karena kelalaian ku", lirih Scarlett


...***...

__ADS_1


SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA, LIKE DAN VOTE 🙏


__ADS_2