AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
SCARLETT DI CULIK


__ADS_3

"Tuan sepertinya didepan ada kecelakaan", ucap supir Alejandro.


Tampak mobil polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.


Sementara mobil yang akan melintasi jalan itu menepikan mobilnya.


Dikawasan itu memang tergolong sepi. Searah dengan perkebunan. Sementara untuk sampai keperkebunan Chalons masih cukup memakan waktu.


"Menepihlah, saya akan melihat ke depan", ujar Samuel.


Alejandro menatap kearah kerumunan didepan mereka.


"Dari dulu tempat ini selalu tidak aman", gumam Alejandro. Di sana juga ayahnya di rampok dulu dan dibantu ayah Scarlett.


Terlihat dari kerumunan, samuel berlari menuju mobil sambil menelpon. Alejandro mendudukkan tubuhnya, tiba-tiba perasaan tidak enak merasukinya.


"Maaf tuan, nona Scarlett di bawa orang tidak dikenal. Disana ada nona Moza yang terluka", ucap Samuel dengan nafas tersengal-sengal.


Alejandro segera lari keluar mobilnya dan menerobos kerumunan orang-orang, ia melihat Moza yang sedang di periksa tenaga medis. Wajahnya pucat dengan tubuh gemetaran.


"Moza dimana istriku ?"


"Maafkan aku Ale, aku tidak bisa menolong Scarlett ia dibawa orang-orang jahat itu ke arah sana", Moza menunjuk arah jalan yang lebih sempit dan sepi.


"Apa maksud mu, siapa mereka ?", seru Alejandro dengan suara tinggi.


"Aku ti-dak tahu siapa mereka, semua wajahnya ditutup dengan topeng".


"Shitt..


"Samuel, kerahkan orang ku mencari istriku sekarang juga", teriak Alejandro.


Sementara Dante datang dan langsung berkoordinasi dengan Samuel dan pihak berwajib.


Alejandro mencoba menghubungi Scarlett. Nada panggilnya tersambung tetapi tidak ada yang mengangkat panggilannya. Alejandro sangat tahu Scarlett selalu mengatur panggilan telepon nya dengan moda silent.

__ADS_1


"Ale, Sebenarnya kami baru saja kembali dari dokter kandungan di kota. Scarlett positif hamil, ia ingin memberi kejutan untuk mu.


Pada saat ia memintaku untuk menemaninya, aku sudah berusaha mencegahnya agar Scarlett pergi bersama mu", lirih Moza merasa menyesal karena menuruti Scarlett untuk mengantarnya.


Seandainya, ia lebih tegas menolaknya pasti incident seperti ini tidak akan terjadi.


Moza, memberikan tas Scarlett pada Alejandro, dan menunjukkan surat hasil pemeriksaan Scarlett beberapa saat yang lalu.


"Samuel, lacak handphone istri ku melalui sinyalnya. Saat ini handphone Scarlett masih aktif", perintah Alejandro pada Samuel. Ia tidak mau hanya mengandalkan penyelidikan polisi. Alejandro akan mengerahkan kekuatannya demi menyelamatkan istrinya".


*


"Lepaskan aku", lirih Scarlett


Terdengar derap langkah kaki mendekat. Sementara Scarlett tidak bisa melihat siapa mereka, karena mata Scarlett ditutup dengan kain.


"Buka, kain itu. Bos besar ingin melihat nya", terdengar seseorang memberi perintah kepada yang lainnya.


Seseorang yang diberi perintah membuka kain penutup mata Scarlett. Perlahan mata Scarlett kembali bisa melihat sekitar nya.


"ANTOINE ?"


"Kau tahu aku sudah lama merencanakan semuanya, hahaa " ucap Antoine menatap nanar Scarlett yang didudukkan di kursi kayu diruangan lembab dan pengap itu.


Scarlett berusaha menggerakkan tangannya, sambil mengeluarkan suara yang tidak jelas karena tertutup lakban.


"Kenapa sayang, kau ingin melepaskan dirimu ? suami muda mu itu tidak akan menemukan mu", ucap Antoine penuh percaya diri.


Sementara Scarlett kaget merasakan getaran handphone miliknya di saku celananya. Scarlett baru ingat sebelum ia di culik ia menghubungi suaminya.


Tidak tahu siapa yang menghubungi nya saat ini, semoga bisa melacak keberadaan nya.


*


Alejandro berada di kamarnya di hacienda, ia menaruh tas Scarlett di atas tempat tidur. Raut wajah dingin dengan rahang mengeras nampak jelas di wajah laki-laki itu. Ia m mijat pelipisnya dengan kasar. Alejandro berkacak pinggang sambil menatap lantai kamarnya.

__ADS_1


Kembali Alejandro menatap tas Scarlett yang ada ditempat tidur, mengambil amplop putih dengan merk rumah sakit yang di datangi nya bersama Moza sepupunya. Dengan kesedihan mendalam Alejandro membaca surat dokter yang menyatakan Scarlett hamil enam Minggu.


"Bertahanlah sayang, aku akan segera menemukan mu. Aku mohon jagalah anak kita", gumam Alejandro duduk disisi tempat tidurnya.


Ia kembali memijat-mijat keningnya, dengan berpangku tangan pada pahanya. Alejandro mengalihkan pandangannya pada nakas, dan melihat boneka kayu dengan akrilik bertulis namanya dan Scarlett.


"Scarlett...", ucapnya dengan suara lirih menahan kesedihan. Sambil mengusap akrilik itu.


tok tokk tokk..


Suara ketukan pintu menghentakkan lamunan Alejandro. Ia membuka pintu.


"Maaf tuan, di bawah ada tuan Samuel dan tuan Dante ucap pelayan memberi tahu Alejandro.


Tanpa berpikir, Alejandro dengan tergesa turun ke lantai bawah.


"Apakah kalian sudah menemukan keberadaan istri ku ?", tanya Alejandro kepada keduanya dengan nada tegas.


"Sudah tuan, dan anak buah ku sudah berjaga di sekitar tempat nona Scarlett disekap saat ini" ucap Dante.


"Saya sudah melacak sinyal seluler milik nona Scarlett dan bisa dipastikan berada di gedung tua diperbatasan desa", jawab Samuel.


"Disana ketat penjagaan para penjahat itu, mereka menerapkan penjagaan berlapis. Kalau terlihat dari situasi nya Sepertinya yang menculik nona ada lah orang yang berkuasa", ucap Dante. Ia sudah sangat terlatih untuk membaca situasi genting sekalipun.


"Samuel koordinasi kan dengan pihak berwajib !"


"Bawa orang-orang kita yang berpengalaman, Dante. Jangan sampai istri dan calon anakku terluka", perintah Alejandro pada orang kepercayaannya itu.


"Kita ke sana sekarang !", ucap Alejandro dengan tegas. Ia membuka pintu rahasia diruangan kerjanya dan mengambil beberapa jenis senjata api, menyelipkan nya disela tubuhnya.


"Bertahanlah Scarlett, aku akan segera menyelamatkan mu. Kita akan kembali besama", batin Alejandro


...***...


SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN. LIKE DAN VOTE YA 🙏

__ADS_1


__ADS_2