
"Saya permisi tuan..", ucap Olivia menjauh dari Mark, ia cepat-cepat masuk kedalam lift yang sudah yang terbuka.
Sebelum lift itu tertutup, keduanya bertatapan, Mark menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari biasanya yang sulit di artikan Olivia.
Olivia melangkah kan kakinya dengan terburu-buru menuju mobilnya di carport yang tersedia di kantor tersebut. Ia menyandarkan kepalanya di punggung kursi mobilnya.
Beberapa saat kemudian..
"Apa yang sudah aku lakukan, kenapa aku kesal melihatnya dengan wanita itu... huhhh", gumam Olivia sambil membanting pintu kamar nya.
Olivia melempar tas dan kunci mobilnya di sofa yang ada didekat tempat tidurnya.
Gadis itu merebahkan tubuhnya di tempat tidur berukuran sedang.
Pikiran nya kembali pada Mark yang sedang memangku wanita seksi di ruangan kerjanya tadi.
"Bukan urusan ku, itu hak dia mau berbuat seperti apapun", gumam Olivia sambil mengambil bantal menutupi wajahnya yang tampak kesal.
Olivia mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur, netranya menatap pergelangan tangannya yang menjadi warna kehitaman bekas cengkraman tangan Mark pada pertemuan pertama mereka.
"Ada apa dengan ku,", ucap Olivia sambil mengusap lengannya.
Netranya menatap kemeja Mark yang di sampirkan dibelakang kursi yang tadi pagi dipakainya meninggalkan perkebunan laki-laki itu .
Olivia berdiri dan mengambil kemeja berwarna putih bersih itu aroma tubuh Mark menyeruak memenuhi indera penciuman nya. Sesaat Olivia menempelkan kemeja itu ke hidungnya menikmati aroma maskulin yang begitu kuat dan identik dengan wangi tubuh yang punya.
"Ahhh... apa-apaan aku ini, kenapa juga aku jadi memikirkan nya"
__ADS_1
"Huhh..
*
"Sebaiknya kau pergi sekarang Caroline, aku tidak ada waktu untuk meladeni mu", ketus Mark sambil berkacak pinggang menghunuskan tatapan tajamnya pada wanita yang tidak diharapkan kedatangannya.
Caroline, mendekati Mark hendak melingkarkan tangannya pada leher Mark. Dengan sigap Mark mencengkram kuat tangan Caroline.
"Ada apa dengan mu Mark, selama ini kau tidak pernah menolak ku"
"Apa karena wanita tadi, kau menolak ku seperti ini, Mark Rufaro ?", ketus Caroline.
"Itu bukan urusan mu, ingat Caroline kau bukan siapa-siapa bagi ku kita tidak memiliki hubungan khusus apapun", balas Mark sambil menekan Intercom di atas mejanya memanggil keamanan.
Tak perlu menunggu lama, keamanan kantor Mark sudah masuk ke ruangan bos nya itu dan menunggu perintah yang harus mereka lakukan.
"Bawa keluar perempuan ini, jangan coba-coba membiarkan nya sekali pun masuk ke wilayah Merciel. Atau kalian semua aku pecat !"
"Mari nona...
Dua orang keamanan memegang tangan Caroline
"Mark, mereka menyakiti ku..", teriak Caroline tidak terima di seret oleh orang Mark seperti itu.
"Hei lepaskan aku, kalian tunggu saja pembalasan ku. Sayang dengarkan aku..", teriak Caroline sebelum pintu lift tertutup rapat.
Mark memijat keningnya,
__ADS_1
"Caroline merusak mood ku saja, dia pikir aku bisa di bodohnya setelah di campakkan Alejandro ia beralih dengan ku. Gadis ambisius yang bodoh", ucap Mark kesal.
Tok tok tokk
"Masuk..
Peter membuka handle pintu..
"Maaf tuan, tadi saya tidak ada di tempat karena mengirimkan berkas-berkas untuk klien yang tuan perintah kan"
"Hmm..
"Peter, cari tahu segera di mana Olivia Isabell tinggal...!"
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏
MAAF, HARI INI SLOW UPDATE 🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
__ADS_1
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...