
"Maafkan aku Scarlett, kedekatan kalian sangat mempengaruhi akal sehatku".
"Aku tidak ada hubungan apapun dengan Didier, Ale. Hubungan kami hanya sebatas pertemanan saja", ucap Scarlett pelan. Ia menatap kedua mata Alejandro yang tadi nya di balut emosi, sekarang berangsur-angsur kembali normal. Hanya tampak penyesalan saja yang membekas di sorot matanya.
"Aku sangat mengenal sahabatku itu Scarlett, ia menyukai mu", jawab Alejandro.
"Lantas aku harus bagaimana kalau ia menyukai ku, aku tidak bisa mengatur perasaan seseorang kepada ku, Ale ", sela Scarlett lagi.
"Maaf kan aku ", bisik Alejandro di depan bibir Scarlett. Perasaan ku tidak pernah seperti ini sekali pun Scarlett, mengerti lah", ucap Alejandro pelan. Suaranya terdengar begitu lembut berbanding terbalik dengan intonasi suara nya beberapa saat yang lalu.
Alejandro menarik tekuk Scarlett, ia mencium bibir ranum merah muda itu. Kali ini Scarlett membuka mulutnya, dan mengalungkan tangannya ke leher Alejandro. Keduanya berciuman dengan mesra. Siapa pun yang melihat pasti akan menyangka mereka adalah pasangan yang sedang di mabuk asmara.
Drt drtt...
Drt drtt...
"Ale, handphone mu berbunyi. Angkat lah siapa tau panggilan penting Ale", ujar Scarlett melepaskan diri dari pelukan Alejandro.
"Shittt...",
"Siapa yang berani mengganggu ku", umpat Alejandro kesal.
Tertera nama William di layar handphone mahal itu.
"Ada apa william, kau mengganggu ku", ujar Alejandro dengan ketus.
Sementara Alejandro menerima panggilan telepon, Scarlett menyelesaikan beberapa pekerjaan nya.
"Maaf tuan Alejandro mengganggu waktu anda. Jadwal rapat pemegang saham tiga Minggu ke depan. Untuk beberapa poin penting sudah saya kirim ke email tuan. Jika tuan setuju bisa langsung dikonfirmasi. Sedangkan jika ada keberatan tuan, saya dan Ellena bisa revisi ulang ."
"Aku akan mempelajari nya terlebih dahulu, baru bisa memutuskan nya. Apa ada lagi yang harus aku ketahui William ?"
__ADS_1
"Untuk sementara tidak ada lagi tuan, kondisi perusahaan baik. Tuan Adams juga menjalankan perintah anda dengan baik", jawab William.
"Oke, jika keadaan perkebunan ku sudah membaik, dalam waktu dekat aku dan istriku akan ke London".
"Baik tuan Alejandro"
Alejandro menghampiri Scarlett yang sedang membaca beberapa berkas diatas meja kerja nya. Setelah Alejandro memutuskan panggilan telepon dengan asistennya .
"Scarlett, ayo kita kembali ke hacienda. Hari sudah menjelang senja", ucap Alejandro. Ia melihat Scarlett masih menyelesaikan pekerjaannya.
"Kau pulang duluan saja Alejandro, pekerjaan ku sebentar lagi juga selesai", jawab Scarlett tanpa mengalihkan tatapannya pada kertas-kertas yang ada di atas meja.
"Aku menunggu mu di sini", Alejandro merebahkan tubuhnya di atas sofa. Ia menghidupkan televisi yang ada di hadapannya .
Secara kebetulan sekali begitu televisi menyala yang terlihat justru iklan minuman yang dibintangi Caroline.
"Iklan yang sangat jelek ", gumam Alejandro.
"Kenapa kau ganti iklan nya, Alejandro ?", tanya Scarlett .
"Iklan nya sangat jelek, tidak berguna juga. Lebih baik aku menonton pergerakan saham, akan lebih berfaedah." jawab Alejandro dengan santai nya.
"Justru aku senang melihat iklan minuman tadi, dan aku sempat berpikir untuk memakai model itu untuk iklan minuman produksi pabrik kita", cicit Scarlett. Pandangan matanya tetap fokus pada pekerjaan nya.
"Tidak akan...aku tidak setuju dengan mu ", sela Alejandro sambil mendudukkan tubuhnya .
"Kenapa tidak setuju, model itu sepertinya bukan berasal dari Perancis . Ia sangat cantik dengan rambut blonde nya Alejandro, pasti sangat cocok menjadi bintang iklan minuman wine merah yang diproduksi oleh pabrik anggur merah milik mu", ujar Scarlett .
"Ahh sudahlah, ayo kita pulang perutku sudah lapar, Scarlett", ujar Alejandro dengan wajah memelas nya.
Mendengar Alejandro bilang bahwa ia lapar baru Scarlett menatapnya, ia tampak lucu melihat Alejandro mengusap perut datarnya itu.
__ADS_1
"Baiklah ayo kita pulang", jawab Scarlett sambil tersenyum lucu melihat Alejandro begitu.
Setelah menyusun semua berkas-berkas dan memisahkan mana yang sudah kelar dan yang belum, Scarlett dan Alejandro pulang ke hacienda.
Diperjalanan pulang, Scarlett bertanya pada Alejandro,
"Kau ingin makan malam apa, Ale ? ", tanya Scarlett
"Tidak ada, Aku hanya ingin memakan mu ", jawab Alejandro berseloroh.
"Ahh Ale, jadi kau sebenarnya tidak lapar . Kau membohongi ku ya ??", jawab Scarlett sebel pada laki-laki yang saat ini menggenggam erat tangannya.
Dibalas tawa kemenangan Alejandro yang berhasil membuat Scarlett pulang bersama nya.
"Kau lihat saja nanti, aku akan membalas mu Alejandro ", ancaman Scarlett malahan membuat tawa Alejandro pecah.
"Aku siap menerima ancaman balasan mu itu, malam ini juga tidak apa-apa. Aku siap menerima nya", bisik Alejandro menggoda Scarlett.
"Ahh Alejandro... berhentilah menggoda ku", ucap Scarlett sambil memukul-mukul bahu Alejandro yang berjalan di samping nya.
...***...
LIKE DAN VOTE YA 🙏
.
YUK, BACA JUGA NOVEL AUTHOR YANG LAIN,
*PENGANTIN PENGGANTI *
(tamat)
__ADS_1