
Hari sudah menjelang sore..
Alejandro menyandarkan punggungnya di kursi mobil yang di kendarai sedari menjelang siang tadi .Setelah mengetahui istrinya pergi dari perkebunan. Dan menyelesaikan masalah dengan Caroline yang dianggapnya sudah selesai saat ini.
"Oh my God pertemuan lah segera aku dengan istri ku".
Alejandro tidak tahu bagaimana harus menghadapi hidupnya jika Scarlett tidak ditemukan hari ini juga.
"Scarlett Scarlett Scarlett.. dimana kau sayang", gumam Alejandro sambil memejamkan matanya dan menyandarkan keningnya pada setir mobil.
drtt drtt drtt..
"Apa kalian sudah menemukan posisi mobil istriku Sam ?"
"Sudah tuan, mobil nona Scarlett terlacak dipinggiran kota Champaign, tepatnya sekitar Sepuluh kilometer dari kota Champaign. Di sebuah panti asuhan.
Dante sudah memastikan bahwa nona Scarlett ada di sana."
"Good job, Sam. Aku tahu tempat itu", ucap Alejandro bersemangat.
Dengan wajah sumringah Alejandro melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Kenapa aku tidak terpikir sama sekali dengan rumah masa kecil Scarlett.
"Thanks God...
"Sekarang aku menjemput mu sayang, aku berharap ini adalah ke salah pahaman yang terakhir.
Setelah berkendara selama beberapa lama Alejandro sampai juga ke rumah masa kecil Scarlett. Terlihat mobil Scarlett parkir di bawah pohon.
Huhh...
Alejandro menarik nafas dalam-dalam, melihat ternyata istrinya memang berada di rumah itu.
Saat ini hari sudah menggelap.
Alejandro menuruni mobil nya dan langsung menuju pintu rumah lama keluarga Scarlett. Ia mengetuk pintu dengan pelan-pelan.
Tak berselang lama, tampak pengurus panti membukakan pintu untuknya.
"T-tuan Alejandro, ayo masuk", tampak ibu pengurus panti mempersilahkan tamu mereka masuk.
"Aku menjemput istri ku ibu. Aku sangat kuatir dengan keadaan Scarlett. Telah terjadi kesalahpahaman diantara kami", ucap Alejandro to the points kepada ibu Catherine penanggung jawab panti tersebut.
Ibu Catherine tersenyum mendengar penuturan Alejandro yang tampak serius menanggapi masalah rumah tangganya. Catherine senang suami anaknya Scarlett, laki-laki yang bertanggung jawab seperti Alejandro.
Catherine menilai seperti itu karena Alejandro tidak mendiamkan masalah lama-lama. Ia dengan gentleman segera mencari dan menemui istrinya. Apalagi Scarlett sedang mengandung anak pertama mereka.
"Mari ibu antar ke kamar Scarlett", ucap Catherine dengan tersenyum.
"Selesaikanlah ke salah pahaman diantara kalian berdua. Karena riak dalam rumah tangga itu hal biasa", ujar Catherine sambil melangkahkan kakinya menuju kamar dimana Scarlett berada. Alejandro mengikuti langkah Catherine.
"Scarlett ada di dalam, sedari datang ke mari ia hanya menangis saja", ucap Catherine pada Alejandro.
Alejandro tersenyum getir mendengar penuturan Catherine tentang istrinya.
"Terima kasih bu karena sudah menjaga istriku", ucap Alejandro pelan.
"Scarlett sudah menjadi anak ku sedari ia kecil, ia gadis yang sangat baik. Dan hidupnya selalu mengalami banyak kesedihan nak Alejandro. Ibu berharap kamu bisa menjadi tumpuan harapan Scarlett dimasa depan untuk dirinya dan anak-anak kalian kelak", ucap Catherine memberikan sedikit nasehat layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya.
__ADS_1
"Masuk lah temui lah Scarlett", ujar Catherine tersenyum.
Alejandro menganggukkan kepalanya. Tangannya mengetuk pelan pintu kamar dimana Scarlett berada. Tidak ada Jawaban dari dalam kamar.
Alejandro membuka handle pintu. Netra nya menatap sosok yang di sangat dirindukannya itu dan di carinya dari pagi hingga malam ini.
Scarlett duduk ditepian tempat tidur membelakangi pintu kamar. Ia tidak tahu Alejandro sudah berada dibelakangnya.
"Sayang...
Suara bariton yang sangat di kenalnya memenuhi indera pendengarannya.
Scarlett tak bergeming sedikitpun. Ia menundukkan kepalanya. Kristal bening kembali jatuh dari pelupuk matanya.
Alejandro menghampiri Scarlett dengan posisi berdiri. Ia memeluk tubuh Scarlett keperutnya.
Scarlett terisak tidak bisa menahan genangan air matanya lagi yang sudah tertahan sangat lama. Tubuh Scarlett berguncang hebat saat tubuh Alejandro memeluknya.
Alejandro mencium pucuk kepala Scarlett. "Kenapa kau pergi meninggalkan aku, hem ? bisik Alejandro.
Scarlett mengusap air matanya.
Alejandro berjongkok dihadapan Scarlett yang memegang perutnya. Matanya sudah bengkak karena menangis.
Alejandro mengusap lembut wajah Scarlett dan menghapus buliran bening yang mengalir di wajah cantik istri nya itu.
"Katakan pada ku ada apa, kenapa kau lari dari ku, hem ?" tanya Alejandro pelan, menatap kedua mata Scarlett yang masih mengeluarkan kristal bening membasahi pipinya.
Scarlett menundukkan kepalanya, ia menatap amplop coklat yang di pegang nya sedari tadi.
Alejandro mengangkat wajah sendu Scarlett agar menatapnya.
Scarlett mengusap matanya yang berkabut. Ia menatap lekat wajah Alejandro.
Scarlett memberikan amplop coklat yang dipegangnya pada Alejandro.
"Apa ini, hem ?" tanya Alejandro cepat-cepat membuka amplop. Alejandro mengeraskan rahangnya. Ternyata isinya beberapa foto. Alejandro melihat satu persatu foto yang diberikan Scarlett.
Huhh..
Alejandro menarik nafas dalam-dalam, wajahnya tersenyum sambil menatap Scarlett.
"Jadi karena foto-foto ini kau tega meninggalkan aku sendirian tanpa meninggalkan pesan sedikit pun, hem ?" ucap Alejandro dengan nada menggoda didalam intonasi suara nya.
Air mata Scarlett semakin deras keluar setelah melihat seperti itu tanggapan Alejandro. Bahkan Alejandro tidak menunjukkan wajah penyesalan apalagi rasa bersalahnya.
Alejandro mengeluarkan ponselnya yang ada di sakunya. Ia membuka email. Dan memperlihatkan nya pada Scarlett yang masih berlinang air mata.
Scarlett tidak mengerti maksud Alejandro memperlihatkan semua foto yang ada di email nya.
"Lihatlah dengan seksama, apakah laki-laki di email itu suamimu hem ?" tanya Alejandro sambil menatap lekat netra Scarlett.
Scarlett mengusap air matanya. Dengan tidak berminat ia menatap foto-foto di email Alejandro. Scarlett menelan salivanya. Ia mendekatkan wajahnya ke layar handphone, bahkan mengusap matanya berulang sambil mengambil salah satu foto yang memperlihatkan Alejandro sedang berhubungan badan dengan Caroline.
Berulang-ulang Scarlett mencocokkan foto itu dan juga foto dimana Alejandro nampak memangku tubuh Caroline yang menghadap kepadanya sambil berciuman mesra. Pemeran laki-laki di kedua tempat foto itu berbeda.
Di foto-foto yang di berikan Caroline kepada Scarlett semua foto Caroline dan Alejandro sedang bermesraan.
__ADS_1
Sementara foto-foto di email pemeran pria berwajah berbeda bukanlah Alejandro suaminya.
Bahkan Scarlett ingat siapa wajah laki-laki yang ada di email Alejandro yaitu laki-laki yang hampir menabrak nya tadi pagi. Walaupun Scarlett hanya menatap laki-laki tadi sesaat saja tetapi ia yakin dia lah orangnya yang ada di email Alejandro.
"Apa kau sudah menemukan jawabannya, hem ?" tanya Alejandro mengoda Scarlett.
Scarlett mengusap wajahnya, hingga air mata mengering.
Dengan pelan Scarlett menganggukkan kepalanya. Ia tidak mampu menatap wajah suaminya. Ada rasa malu dan bersalah karena menyikapi permasalahan rumah tangganya seperti ini.
"T-tapi Caroline mengatakan bahwa kau selalu mengucapkan kata cinta yang intim untuknya", ucap Scarlett terbata-bata. Ia masih belum mengangkat wajahnya yang masih menunduk.
"Apa kau masih mempercayai ucapan wanita itu ?"ucap Alejandro balik bertanya pada Scarlett.
"M-aafkan aku Ale, seharusnya aku menanyakan langsung semuanya kepada mu. A-ku benar-benar kecewa kepada mu sebelumnya Ale, begitu melihat foto ini dan ucapan Caroline yang mengatakan kau selalu mengucapkan kata cinta untuknya", jawab Scarlett.
"Sekarang apakah semuanya sudah jelas, hem ? kita pulang sekarang ke hacienda", ujat Alejandro.
"HM...Ale, aku sangat lelah bolehkah malam ini kita menginap disini saja. Besok baru kita pulang ke perkebunan", ucap Scarlett sedikit memohon.
Alejandro tahu, istrinya itu benar-benar lelah. Sangat terlihat dari wajahnya yang pucat. Entah sudah makan atau belum seharian ini.
"Kita menginap disini saja", ucap Alejandro. Sambil menghubungi Dante memintanya membelikan makan malam mereka beserta keluarga panti juga cemilan dan minuman untuk anak-anak panti.
"Jangan lupa kau bawakan juga pakaian baru untuk ku dan istriku ku Dante", perintah Alejandro.
Sambil menunggu Dante, Alejandro dan Scarlett merebahkan tubuhnya di tempat tidur berukuran kecil itu.
Alejandro sangat tidak nyaman mengingat ia memiliki tubuh yang tinggi dan besar.
Tubuhnya bergerak ke kiri salah, ke kanan pun salah. Terlentang akan menghabiskan tempat bisa-bisa Scarlett terjatuh.
"Ale, bisakah tubuhmu jangan banyak bergerak aku tidak bisa memejamkan mataku", ucap Scarlett dengan suara terdengar begitu lemah.
"Sayang, seperti nya tempat tidur ini terlalu kecil untuk kita berdua. Kaki ku saja terjuntai begini" jawab Alejandro merasa tersiksa.
"Apa tidak ada kamar lain saja yang tempat tidurnya lebih besar dari yang ini, sayang ?"
"Tentu saja tidak ada Ale, kamar inilah yang terbaik disini. Atau kau mau tidur bergabung dengan anak-anak yang lain tidur di lantai " jawab Scarlett tanpa membuka matanya.
"Huhh, yang benar saja..
"Secepatnya akan ku bangun rumah ini menjadi lebih besar dengan perabotan yang memadai agar kalau kau datang kesini bersama anak kita nanti bisa lebih nyaman".
"Tapi Ale, jika kau ingin membangun rumah yang besar, rubah lah bangunan yang disebelah. Jangan rumah ini, karena ini rumah kenangan masa kecil ku peninggalan ayah ku, Ale ", jawab Scarlett.
"Baiklah. Sekarang tidurlah istirahatkan tubuh mu sambil menunggu kedatangan Dante kita makan malam", bisik Alejandro sambil mengusap lembut perut Scarlett.
"Iya Ale, aku belum makan apapun seharian ini", lirih Scarlett.
"Malam ini kau harus makan yang banyak, aku tidak mau anak kita kenapa-napa"
Tak terdengar lagi sahutan Scarlett, dengan nafas yang terdengar halus dan teratur menandakan pemilik tubuh sudah tertidur pulas.
...***...
SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA, LIKE KOMEN DAN VOTE DONG JANGAN BACA DOANG 🙏🤗
__ADS_1
.
JIKA HARI INI VIEWER AMS MENINGKAT, AUTHOR AKAN UP 5 BAB LAGI 💃 DUKUNG TERUS AMS DENGAN LIKE KOMEN DAN VOTE ATAU KASIH BUNGA' OR KOPI JUGA GPP 🙏🤗