AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
NGIDAM


__ADS_3

"Ale, aku ingin makan malam dengan masakan mu. Bisakah kau memasak untuk ku dan anak kita ?" ucap Scarlett setengah memohon pada Alejandro yang sedang berada di ruang kerja nya.


Scarlett yang sedang menonton televisi tiba-tiba ingin merasakan masakan suaminya.


"Hm, iya akan aku beritahu bibi Ana sekarang", jawab Alejandro.


Tanpa mengalihkan perhatian nya pada kertas-kertas di atas meja Ale memencet tombol Intercom.


"Ale, anak mu tidak menginginkan masakan bibi Ana, tapi menginginkan masakan ayahnya", ucap Scarlett tanpa mengalihkan pandangannya pada acara televisi yang memutar opera sabun.


Alejandro menatap istrinya,


"Aku tidak bisa masak sayang, kau kan tahu suami mu ini tidak bisa masak", jawab Alejandro dengan mimik wajah bingung.


"Yaa, sudah kalau kau tidak mau memasak makan malam untuk anak mu, aku tidur saja", cicit Scarlett dengan bibir mengkerut karena cemberut. Ia beranjak dari sofa tempat duduknya.


"Hei heii...tuh kan ngambek. Oke suami siaga akan menyiapkan hidangan malam yang lezat untuk istri tercinta nya", seloroh Alejandro berdiri dan memeluk pinggang Scarlett.


"Anak ku ingin makan apa malam ini ?", ucap Alejandro sambil mengusap lembut perut Scarlett.


Scarlett tersenyum mendengar jawaban Alejandro, ia balas memeluk erat tubuh suaminya.


"Anak kita ingin makan malam dengan Perancis Soupe al’oignon"


Sup ala Perancis yang terbuat dari kuah kaldu sapi di olah bersama bawang putih, parutan keju serta daging ayam. Sup bertekstur kental serta rasanya yang gurih.


Alejandro menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia bingung begitu mengetahui yang diinginkan anaknya hidangan satu itu.


"Bagaimana cara membuatnya ?", batin Alejandro pada dirinya.


Ia pikir istrinya akan meminta makanan yang mudah saja.


"Ehm... bagaimana kalau sosis bakar dengan potongan keju serta roti Perancis yang di taburi bawang putih ? anak ku pasti suka. Itu sangat lezat sayang", ujar Alejandro membujuk istrinya supaya berubah pikiran.


"Ngak mau Ale, anak kita tidak boleh mengkonsumsi sosis. Aku ingin makanan fresh, supaya anak kita lahirnya sehat", ucap Scarlett sambil membawa tangan Alejandro menyentuh perutnya.


Melihat istrinya menggemaskan seperti itu, suami mana yang bisa menolak nya.


"Oke siapa takut, mari kita eksekusi. Tapi aku harus melihat internet dulu untuk tahu resep dan step cara membuat nya"


"Ayo kita ke pantry..


Alejandro dan Scarlett melangkahkan kakinya menuju pantry.


Ana dan beberapa pelayan yang melihat pasangan itu ke pantry tempat mereka tentu saja kaget.


"Apa ada yang tuan dan nona butuhkan, saya akan mengambilkan nya", ucap Ana .


"Tidak ada bibi. Bibi dan yang lainnya silahkan istirahat karena suamiku akan memasak makan malam kami", jawab Scarlett tersenyum manis sambil memeluk lengan Alejandro.

__ADS_1


Sementara Alejandro menggaruk kepalanya. Bagaimana mana mungkin ia akan memasak sekarang.


Ana tersenyum melihat kedua majikannya itu. Ia tahu Scarlett pasti sedang mengidam saat ini.


"Tuan, akan memasak apa ? biar saya keluarkan semua bahan yang di butuhkan"


"Soupe al’oignon, bibi", jawab Scarlett.


Ana tampak menahan rasa terkejutnya. Apa jadinya masakan itu jika tuan Alejandro yang mengolahnya" batinnya.


"Baiklah, saya akan mengeluarkan semua bahannya. Agar tuan Alejandro mudah membuatnya".


Alejandro mendekati ana dan berbisik "Bibi, apa kau bisa membantu ku memasaknya ?"


"Sayang aku mendengar mu...anak kita ingin masakan ayah nya bukan masakan bibi Ana", protes Scarlett.


"Sekarang kau bisa mulai memasaknya, aku dan bibi Ana akan duduk di sini melihat mu", ucap Scarlett mengajak Ana duduk di sudut pantry.


"Oke, aku pasti bisa", jawab Alejandro sambil menyingsingkan lengan bajunya, padahal ia hanya memakai kaos saja.


Ale memakai Apron yang tersedia. Dan ia mulai memotong dan mencuci semua bahan hingga bersih dengan air yang mengalir.


Sesekali Scarlett dan Ana tertawa melihat kebingungan Alejandro. Saat bingung laki-laki itu pasti melirik ke arah bibi Ana meminta bantuan, tetapi Scarlett melancarkan protes nya. Dan akhirnya seratus persen masakan itu hasil tangan Alejandro.


Setelah beberapa lama berkutat mengolah bahan, masakan pun jadi.


Ana berdiri di samping Scarlett. Ia tersenyum melihat pasangan muda itu tampak sangat harmonis dan bahagia.


"Taraa sup ala chef Alejandro Mathias Rodriguez .. silahkan di coba tuan putri dan anak kesayangan ayah"


Alejandro menaruh mangkuk sup dihadapan istrinya. Ia pun duduk di samping Scarlett.


"Ehm, seperti kau berhasil mengeksekusi nya sayang", ucap Scarlett sambil meyedok sup kedalam mangkuk kecil.


Scarlett meniup pelan-pelan, dan menyuapkan sesendok kuah sup yang bertekstur kental itu ke dalam mulutnya. Begitu kuah lembut itu masuk kemulutnya, Scarlett ter batuk-batuk sampai kedua bola matanya mengeluarkan air.


"Sayang, ada apa ?"


Alejandro mencicipi masakannya dan langsung menjulur kan lidahnya.


"Asin dan spicy sekali", ucap Alejandro sambil mengambil minuman Scarlett meneguknya hingga tandas.


Alejandro memang tidak menyukai makanan pedas.


"Scarlett anak ku tidak boleh memakan ini, nanti ia bisa sakit perut", ujar Alejandro menyingkirkan mangkuk sup dihadapan istrinya.


"Sekarang anakku ingin makan apa, hem ?" ucapnya sambil mengusap lembut perut Scarlett.


"Apa pun, terima kasih ayah karena sudah mencoba memasak makan malam. Aku hanya ingin melihat mu masak saja sayang. Apa pun hasilnya anak kita pasti senang", jawab Scarlett sambil mengusap lembut wajah Alejandro.

__ADS_1


*


Olivia baru saja membersihkan wajahnya dan berganti pakaian tidur celana pendek berbahan satin tipis dengan tali spaghetti berwarna abu-abu.


Karena ia tidur sendiri, Olivia nyaman dengan pakaian tidur seperti itu. Yang pasti tidak ada yang akan melihat tubuhnya.


Sekarang sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Gadis itu merasakan penat tubuhnya. Dan besok ia harus bangun pagi-pagi karena pekerjaannya tadi belum selesai di karena kan mengunjungi Mark Rufaro di kantor nya.


Olivia, memejamkan matanya. Tidak butuh waktu lama ia terlelap hingga suara bel apartemen nya berbunyi dan menghentakan nya untuk bangun.


"Oh shitt siapa malam-malam begini datang, mengganggu ku saja", umpat Olivia beranjak dari tempat tidur.


Tanpa perduli dengan penampilan nya, dan rambutnya yang sudah acak-acakan gadis itu menuju pintu dengan mata terpejam masih setengah sadar menahan kantuknya.


Tanpa melihat dari Door Viewer, Olivia langsung membuka saja tombol kunci pintu nya.


"Siapa yang berani mengganggu jam istirahat ku", ketusnya dengan malas dan tidak berminat saat pintu terbuka. Masih dengan mata setengah terpejam.


"Olivia..


Suara bariton itu seperti milik seseorang yang sangat dikenalnya beberapa hari ini.


"Ahhh, kenapa juga aku memikirkan laki-laki itu. Ia sudah memiliki kekasih", gumamnya sambil memukul kepalanya.


"OLIVIA.."


Panggilan itu seketika menyadarkan Olivia yang masih setengah terpejam. Ia langsung mengucek matanya, dan sangat terkejut melihat Mark berdiri di depannya sekarang.


"KAU ...


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏


MAAF, HARI INI SLOW UPDATE 🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going)...

__ADS_1


__ADS_2