AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
SEPENGGAL CERITA SCARLETT


__ADS_3

"Aku sudah menemukan keluarga ku Oliv, ternyata ia sangat dekat dengan ku...


Oliv kaget mendengar ucapan Mark barusan. Ia mengikuti Mark duduk di sofa itu dan membawa jemari Mark ke genggaman nya.


Mark mengambil foto yang ada di saku nya dan memperlihatkan kepada Olivia.


"Aku menemukan foto yang sudah terpotong itu di rumah Scarlett, Oliv".


Seketika tubuh Olivia menegang, kedua tangannya menutup mulutnya yang sangat terkejut mendengar perkataan Mark.


"J-jadi...m-maksud mu..."


"Jadi S-scarlett lah adik mu yang kau cari itu, Mark ? Oh my God..


Mark menatap Olivia yang tampak sangat terkejut.


"Aku mengenal Scarlett saat kami kuliah, dari pertama kali aku mengenalnya tidak pernah melihat ayahnya. Menurut Scarlett ayahnya telah meninggal dunia saat usianya tujuh belas tahun. Dan yang aku tahu ia tinggal di perkebunan Chalons, karena aku sering mengunjungi nya disana. Aku bahkan baru tahu rumah masa kecil Scarlett hari ini", ucap Olivia seperti gumaman.


"Olivia, ceritakan kepada ku semua tentang Scarlett selama kau mengenalnya", ucap Mark menggenggam jemari tangan Olivia.


"Scarlett gadis cantik yang sangat pintar, pribadi yang baik dan suka menolong sangat di kagumi oleh teman-teman kami. Dari awal kuliah aku sudah akrab dengannya. Ia sebenarnya gadis yang cenderung pendiam, berbanding terbalik dengan ku. Tapi di sanalah letaknya yang membuat kami bersahabat dekat.

__ADS_1


"Kenapa Scarlett tinggal di perkebunan Chalons setelah ayahnya meninggal, apa kau mengetahui nya Oliv ?"


Mendengar pertanyaan Mark sejenak Olivia termenung. Ia menggelengkan kepalanya perlahan.


"Aku tidak tahu masalah itu", jawabnya.


"Karena sejak pertama mengenal nya, Scarlett sudah berada di perkebunan Chalons".


Dengan tatapan menerawang, Mark tampak berpikir.


"Sebaiknya aku kembali menemui Alejandro menanyakan semuanya tentang Scarlett. Masih banyak sekali pertanyaan di kepala ku yang membutuhkan jawaban", ucap Mark sambil membawa Olivia ke pelukannya. Keduanya tidur menyamping di atas sofa yang berukuran luas itu.


"Mark... setelah mengetahui Scarlett lah saudara yang kau cari, apa yang selanjutnya akan kau lakukan ?"


"Aku dapat menerima perasaannya itu, karena aku mengalaminya juga saat masih kecil jauh dari ibu ku. Untuk saat ini aku hanya menunggu waktu saja untuk memberi tahu semuanya ke pada Scarlett. Kemungkinan aku akan membawa ibu ku ke perkebunan. Supaya lebih dekat dengan ku juga Scarlett, ibu pasti sangat tertekan dan merasa bersalah sehingga jiwanya terguncang. Yang di ingatnya hanya nama Damian.


Mendekati dini hari, Mark pamit pulang keperkebunan.


"Mark, kenapa kau tidak menginap di sini saja. Besok pagi-pagi kita bisa bersama ke perkebunan", ucap Olivia yang masih dalam pelukan Mark di atas sofa.


Mark menarik perlahan dagu Olivia dan menciuminya dengan lembut. Olivia membuka mulutnya memberikan izin pada Mark menjelajahi nya lebih dalam. Bahkan Olivia membalasnya tak kala panas nya.

__ADS_1


"Ide mu tidak buruk Oliv, tetapi jika bermalam di sini aku ragu bisa menahan diri ku untuk tidak menjamah setiap jengkal tubuh mu", bisik Mark di depan bibir Olivia.


"Sebaiknya aku pulang sekarang", bisiknya lagi sambil menatap wajah Olivia yang berada di bawah Kungkungan tubuhnya.


"Iya mark..


Mark bangkit dari tubuh Olivia dan membenarkan pakaiannya yang sudah berantakan begitu pun Olivia.


"Aku pulang sekarang, jangan lupa kunci pintu mu", ucap Mark sambil mencium kening Olivia.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...

__ADS_1


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going...


__ADS_2