AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
AKU MENCINTAIMU OLIV


__ADS_3

Beberapa saat Mark dan Olivia menghabiskan waktu makan bersama dalam suasana hangat, sesekali berbicara tentang masing-masing.


"Olivia, kenapa porsi makan mu tidak sebanyak tadi siang ?"


"Karena aku selalu mengkontrol makan malam ku, dan aku sedang tidak gugup sekarang", jawab Olivia.


"Jadi kau makan banyak kala gugup, begitu maksud mu ?"


"Hem", Olivia menganggukkan kepalanya sambil memakan buah sebagai pencuci mulut.


"Kalau begitu aku akan membuat mu gugup sekarang biar kau menghabisi semua hidangan ini", ucap Mark mengusap rambut panjang Olivia.


Olivia menyipitkan matanya, menatap Mark yang duduk si sebelahnya.


"Memangnya kau tidak malu memiliki teman wanita seperti aku yang makannya banyak ?"


"Kenapa harus malu, justru senang melihatnya", jawab Mark yang nampak lucu mendengar pertanyaan Olivia.


Setelah selesai makan bersama, Olivia ingin pulang karena malam sudah semakin kelam.


"Tunggu sebentar", ucap Mark sambil menaiki tangga lengkung menuju lantai atas. Tak lama ia turun kembali sambil membawa Coat tebal dan memakaikannya ke tubuh Olivia.


"Cuaca sangat extrem, kau bisa membeku jika hanya menggunakan kemeja itu", ujar Mark.


Mark meminta sopirnya yang mengendarai mobil sementara ia dan olivia duduk di kursi belakang.


Mark menutup sekat pembatas mobil antara mereka dengan sang sopir agar ada private.


Sesaat suasana hening melanda ke duanya. Hanya alunan music lembut yang terdengar.


"Olivia...


"Hmm, iya", jawab Olivia sambil menoleh pada Mark yang ada di samping nya.


"Bisakah kita bertemu lagi setelah malam ini. Tapi aku ingin kita bertemu sebagai sepasang kekasih".

__ADS_1


Olivia tertegun mendengar ucapan Mark, sebagai kekasih ?


"Apa maksud mu Mark ?"


Mark menggenggam lembut jemari Olivia.


"Aku sudah beberapa kali mengatakan bahwa aku sangat menyukai mu Oliv. Aku mengatakan semua itu dari relung hatiku yang terdalam".


Olivia sesaat terdiam tak bergeming sedikitpun. Bahkan tidak pula membalas genggaman tangan Mark.


"Mark, kita baru saja bertemu apakah tidak terlalu cepat jika kita menjadi sepasang kekasih. Aku butuh waktu untuk lebih mengenal mu", ucap Olivia pelan.


"Tapi aku sudah mengenal mu, bahkan aku mengetahui semuanya tentang mu. Kau pemarah, kau pintar, saat gugup atau stress kau makan semuanya dengan lahap", ucap Mark sambil memeluk pinggang Olivia.


Padahal yang sebenarnya adalah Mark meminta Peter mencari tahu semua tentang Olivia baik masa lalunya maupun masa yang sekarang. Memang benar Mark mengetahui semuanya tentang Olivia, tetapi karena ia m minta orang menyelidiki latar belakang nya.


"Kau bisa lebih mengenal ku, saat kita bersama, jika kau tidak menyukai ku kau bisa memutuskan ku saat itu juga".


"Bukankah, untuk memulai sebuah hubungan itu, karena saling mencintai Mark. Kau bahkan tidak mencintai ku", ucap Olivia dengan suara nyaris tak terdengar.


"Aku mencintaimu Oliv, mungkin bisa dikatakan aku mencintaimu pada pandangan pertama. Saat melihat kau mendatangi ku dengan segala emosi mu itu lah yang membuat aku memandang mu secara berbeda dari perempuan lainnya".


Mata Olivia berkaca-kaca mendengar penuturan Mark. Olivia seketika membalas pelukan laki-laki itu.


"Aku adalah laki-laki kesepian Oliv. Ayah ku lima tahun yang lalu telah meninggal dunia. Aku masih beruntung karena masih memiliki ibu yang saat ini menetap di Inggris. Ia sudah sakit-sakitan. Aku mengisi kesepian itu dengan sibuk bekerja.


"Aku ingin mengatakan semuanya tentang masa lalu ku pada mu. Walaupun aku sering bersenang senang, tetap saja perasaan yang ada terasa hampa dan kosong. Tak ada seorang perempuan yang bisa membuat ku sangat ingin memilikinya. Hingga aku bertemu dengan mu, Olivia".


"Siapa perempuan yang bernama mu kemarin Mark, kalian sangat intim sekali", tanya Olivia.


"Dia Caroline, pacar Alejandro Mathias saat di London. Aku akui kami beberapa kali menghabiskan waktu bersama. Tetapi hanya sebatas itu saja, aku tidak memiliki perasaan apa pun pada perempuan itu".


Olivia mendudukkan kembali tubuh nya. Ia menatap lekat wajah Mark.


"Sebenarnya ada apa antara kau dengan suami temanku Scarlett, Mark ?"

__ADS_1


"Saat di London kami selalu bersaing, perusahaan nya selalu menjadi kompetitor perusahaan ku. Hingga aku membeli perkebunan Merciel, menghantarkan kembali pertemuan kami. Sejujurnya aku tidak tahu kami memiliki perkebunan berdekatan seperti sekarang. Saat orang ku memberi tahu bahwa ada sebuah perkebunan yang sudah menghasilkan di kota Champaign akan di jual, dan saat melihat foto-foto Le Merciel aku langsung tertarik memilikinya. Tanpa tahu siapa pemilik perkebunan di sekitar nya"


"Tetapi tujuan awal ku datang ke kota ini ingin mencari keluarga ku. Karena aku ingin segera memberi tahu ibuku berita baik itu yang mungkin saja itu adalah keinginan ibuku di sisa umurnya".


"Tapi apakah kau tidak memiliki sebuah petunjuk mengenai keluarga yang kau cari itu ?"


"Hanya sebuah foto lama, saat ibuku bersama seorang pria yang ingin ku temui saat ini".


"Mark..


"Ehm..


"A-ku ingin mencoba menjalani hubungan kita", ucap Olivia dengan suara lirih sambil mengusap lembut dada Mark yang berbalut switer tebal.


Mark memejamkan matanya, mendengar balasan Olivia. Tidak bisa dipungkiri jawaban seperti itulah yang paling ingin didengar nya saat ini.


Mark mengangkat lembut dagu Olivia dan mencium nya dengan lembut. Ciuman yang awalnya hanya sesaat berubah menjadi ciuman panjang yang penuh gairah bahkan Mark merebahkan tubuhnya Olivia.


"Aku mencintaimu Oliv..


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going)...

__ADS_1


__ADS_2