
"Apa kau tahu jenis kelamin adik mu, ia seorang laki-laki atau perempuan Mark ?"
"Ia seorang perempuan...!!"
"Aku pikir, seumuran dengan mu. Karena jarak usia kita terpaut lima tahun. Kau dua puluh tujuh tahun, aku tiga puluh dua tahun", ucap Mark penuh keyakinan.
"Tunggu dulu... tunggu dulu...kau tahu dari mana usia ku Mark. Aku tidak pernah memberitahu mu", tanya Olivia spontan mendudukkan tubuhnya dan memotong perkataan Mark.
Seakan melakukan kesalahan lewat ucapannya tersebut Mark mengusap tengkuknya.
Ia melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangannya,
"Sayang sekarang sudah malam, kau harus istirahat. Aku harus kembali keperkebunan. Terima kasih untuk hari ini kau sudah bersama ku seharian", ujar Mark tanpa menjawab pertanyaan Olivia sebelumnya. Ia ingin mengalihkan pembicaraan, bahwa ia mengetahui semua tentang kekasihnya itu dari Peter yang sudah menyelidiki semuanya.
"Mulai besok sopir ku akan menjemputmu pergi dan pulang kerja. Pada saat aku tidak ada pekerjaan penting aku yang akan mengantar mu pulang", ujar Mark dengan nada suara tegas.
"Iya Mark", ucap Olivia pelan ia berdiri dari duduknya dan menghantar Mark ke pintu flat nya.
"Sebelum Mark berlalu ia membingkai wajah Olivia dan mengecup lembut bibir. Aku pulang ke perkebunan sekarang. Jangan lupa mengunci pintu mu", ucapnya mengingatkan.
"Iya Mark, hati-hati sekarang sudah mendekati dini hari", jawab Olivia memeluk tubuh atletis Mark.
Mark tersenyum dan melambaikan tangannya.
Setelah Mark berlalu, Olivia segera kekamar nya. Ia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dengan tubuh tertelungkup memeluk guling kesayangannya.
"Ahh siapa sangka hubungan ku dengan Mark bisa sejauh ini. Tapi aku sudah menyukainya semenjak mengetahui ia menyelamatkan aku. Ia juga rupanya laki-laki yang sangat lembut. Ahh...aku mencintaimu Mark Rufaro", ucap Olivia sambil berguling-guling di tempat tidur. Bahkan ia lupa membersihkan tubuh nya.
*
Keesokan harinya..
"Ale, minggu ini ibu Catherine mengundang kita ke panti. Rumah yang kau renovasi sudah selesai dan anak-anak sudah menempati rumah yang baru. Sementara rumah peninggalan ayah ku sudah di cat dan selesai juga di renovasi dengan furniture yang kau kirim untuk di kamar sudah di ganti".
__ADS_1
"Baiklah, sebelum ke panti kita kontrol kandungan mu dulu", ucap Alejandro.
"Iya Ale", jawab Scarlett.
"Kau ingin sarapan dengan apa pagi ini ?" tanya Scarlett pada suaminya yang masih membaca email yang sudah masuk di iPad milik nya. Saking seriusnya Alejandro tidak mendengar pertanyaan istrinya itu.
"Sayang, bisa tidak kebiasaan mu itu kau tinggalkan. Kalau di meja makan kau jangan membuka email-email itu, kau pasti tidak fokus dengan makan mu. Kau harus menjaga kesehatan juga Ale, jangan terlalu sibuk bekerja", ucap Scarlett tidak suka melihat kebiasaan Alejandro kalau di meja makan masih sibuk dengan hal lainnya.
"HM..iya, apa tadi yang kau bicarakan ?",
"Ckck...kau ini", balas Scarlett sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku menanyakan kau ingin sarapan dengan apa pagi ini Ale, aku akan mengambilnya untuk mu", ujar Scarlett tersenyum melihat suami tampannya itu.
"Ohh, aku mau omelette dan keju saja. Minumnya rose tea", jawab Alejandro sambil mengusap lembut perut Scarlett.
Scarlett mengambilkan semua yang diinginkan suaminya, dan membawa di hadap Alejandro.
Setelah beberapa saat, keduanya pergi bersama kekantor.
"Kau jangan terlalu lelah bekerja Scarlett, aku tidak ingin anak kita kenapa-napa", ucap Alejandro sebelum melajukan mobilnya kembali setelah Scarlett turun.
Scarlett melambaikan tangannya sambil menatap mobil Alejandro menjauh dari nya.
Scarlett hendak membalikan badannya,
"Scarlett..
"Olivia.., siapa yang mengantar mu Oliv ? Aku tidak pernah melihat kau di antar selama ini", ucap Scarlett sambil melangkahkan kaki menuju ruangannya bersama Olivia.
"Cerita panjang Scarlett, aku akan menceritakan semuanya sekarang kepada mu", jawab Olivia sambil duduk di kursi meja kerja nya.
Huhhh...
__ADS_1
Olivia menarik nafas dalam-dalam, sebelum melanjutkan ceritanya.
"Aku dan Mark sudah menjadi sepasang kekasih..
"Apaa, benarkah Oliv ?Ahhh... akhirnya kalian jadian juga. Aku sangat senang mendengarnya Oliv", jawab Scarlett yang tampak sangat antusias kegirangan mendengar kabar yang di sampaikan Olivia barusan.
"Bahkan kami menghabiskan waktu bersama kemarin hingga tengah malam Scarlett", ujar Olivia dengan wajah merona dan menggaruk tengkuknya.
"Ehem ehemm...Jadi begitu ya, pantas saja leher mu ada tanda merah nya Olivia, ternyata kalian bermesraan", jawab Scarlett menggoda Olivia yang wajahnya semakin merona.
"Huff...benarkah ? Haduhh kenapa aku tidak memeriksa nya tadi. Ya ampun bagai mana ini Scarlett cara menutup leherku. Aku malu jika di lihat orang lain selain kau", cicit Olivia.
"Ehem, ternyata tuan Mark Rufaro gerak cepat ya Oliv menyatakan cintanya langsung kau terima trus langsung memberi mu cap tanda kepemilikan nya", seloroh Scarlett menahan ketawa nya.
"Ahh, Scarlett berhentilah menggoda ku. Apa kau dan Alejandro tidak berciuman saat pertama kali saling tertarik ?".
Scarlett malah tertawa mendengar kata-kata yang di ucap kan Olivia. Pikiran nya malah kembali pada saat awal bertemu dengan Alejandro bagaimana saling membenci. Bahkan Alejandro mencium nya dengan paksa. Tetapi beberapa saat saja kebencian itu merasuki mereka setelah nya timbul rasa cinta yang mendalam hingga saat ini.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...
__ADS_1