
Ohh shitt Caroline...
Owh, Mark...
Ke dua tubuh pasangan berlainan jenis itu terkulai, setelah menghabiskan malam panas bersama.
Caroline menyandarkan wajahnya cantiknya pada dada pria yang sering menghabiskan waktu dengannya.
"Mark, apa orang mu sudah menemukan perkebunan milik Alejandro ?", tanya Caroline sambil mengusap lembut dada berbulu Mark.
"Kau tenang saja, orang ku pasti segera menemukan nya Caroline.
Kenapa, apa yang akan kau lakukan jika orang ku menemukan keberadaan nya ?"
"Tunggu saja, kau pasti akan segera mengetahui nya", jawab Caroline sambil mencium bibir Mark dengan penuh gairah.
"Segera minta orang mu menemukan perkebunan milik Alejandro. Aku tahu kau pasti ingin melihat kehancuran Alejandro kan ?" ucap Caroline sambil menatap Mark yang terlentang dihadapannya.
"Alejandro Mathias Rodriguez", gumam Mark dengan tatapan tajamnya Mark menarik ujung bibirnya.
"Dari dulu aku ingin melihat mu hancur Alejandro Mathias "..
*
"Scarlett kau dari mana ?", tanya alejandra yang sedang membaca laporan yang sudah dikirimkan Samuel melalui email miliknya.
Sesaat Scarlett membuka handle pintu kamar.
__ADS_1
"Ale, aku sehabis membuatkan mu puding susu. Kau harus mencobanya Ale puding buatan ku ini sangat enak", ucap Scarlett dengan penuh percaya diri.
"Ehm..
Scarlett menekuk wajahnya, saat Alejandro tidak menggubrisnya seperti itu.
"Ya sudah kalau kau tidak mau mencicipinya. Aku akan memberikan pada orang lain saja", ketus Scarlett hendak membalikan tubuhnya
Alejandro menarik lembut tangan Scarlett "hei kau ini mudah sekali ngambek, siapa bilang aku tidak mau mencicipinya hem ?", jawab Alejandro sambil mencubit wajah Scarlett.
Scarlett tersenyum sumringah, ia duduk disebelah Alejandro, dan menyuapkan puding kemulut Alejandro.
"Bagaimana, enak tidak ?" tanya Scarlett
"Hm..kau mau aku menjawab dengan jujur atau tidak ?", jawab Alejandro.
"Tentu saja aku ingin jawaban jujur", seru Scarlett.
Alejandro mencium lembut bibir Scarlett yang terbuka.
"Alejandro, jangan menggodaku.
Kau harus memberikan penilaian puding ku bukan yang lain", protes Scarlett.
"Tapi aku jujur mengatakannya, aku lebih menyukai bibirmu dibandingkan puding buatan mu", jawab Alejandro sambil tertawa melihat kekesalan Scarlett yang sudah menunjukkan wajah cemberut mendengar perkataan Alejandro.
"Ale, kau selalu membuatku kesal", Scarlett memukul dada Alejandro.
__ADS_1
"Awww..."
Alejandro meringis menahan rasa sakit di luka tembak nya.
Scarlett kaget melihat Alejandro kesakitan karema ulahnya.
"Ale, maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja pukulan ku mengenai lukamu. Apa sangat sakit ?", tanya Scarlett panik.
"Aww, Aduhh, sakit sekali", seru Alejandro dengan wajah meringis menahan sakit. Tubuhnya meringkuk sementara tangannya memegang dada yang terluka.
"Ma-maaf kan aku Ale..
Alejandro menarik Scarlett ke dekapannya. "Kau harus bertanggung jawab karena menyakiti suamimu", balas Alejandro.
"Ale, aku ingin menanyakan sesuatu. Bagaimana keadaan Antoine ? apa yang terjadi kepadanya setelah kejadian Minggu lalu ?", tanya Scarlett penasaran tentang nasib Antoine. Semenjak kejadian itu Scarlett tidak pernah bertanya tentang Antoine kepada siapapun.
"Bajingan itu saat ini mendekam di penjara, ia akan diproses sesuai hukum yang berlaku di negara kita", jawab Alejandro.
"Ale, apakah ia masih bisa melakukan kejahatannya setelah di penjara ? karena anak buah Antoine banyak. Bisa saja ia tetap menjalankan kejahatan itu dari dalam jeruji besi".
"Kau tidak perlu kuatir karena pengacara Luther selalu memantau proses hukum yang diberikan pada Antoine. Dante juga selalu mengawasi pergerakan anak buah Antoine. Setidaknya kekuatan orang Antoine sudah berkurang karena bos mereka ditahan ditempat lain. Lain halnya kalau Antoine memimpin mereka secara langsung", jawab Alejandro sambil memeluk tubuh Scarlett. Ia tidak ingin istrinya itu merasa cemas. Dekapan Alejandro membuat Scarlett tenang.
...***...
LIKE DAN VOTE YA 🙏
KIRIM JUGA HADIAH 🙏
__ADS_1
.
BANTU KARYA INI MENINGKAT REVIEW NYA DENGAN LIKE KOMENTAR DAN VOTE 🙏🤗