AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
WEEKEND BERSAMA


__ADS_3

Hari sudah mendekati senja...


Alejandro membuka handle pintu kamarnya. Ia tidak melihat Scarlett di kamar mereka.


Alejandro masuk ke kamar mandi, ia ingin berendam menghilangkan penat setelah seharian bekerja di kantornya dan juga ada masalah pengerusakan yang dilakukan orang tak dikenal.


Ia menuang sabun cair beraroma terapi yang menyegarkan ke dalam bathtub.


Alejandro menyandarkan punggungnya di sandaran bathtub sementara kepalanya menggenadah ke atas sambil memejamkan mata nya. Alejandro sangat menikmati waktu berendam nya itu hingga ia tertidur.


Scarlett masuk kedalam kamar, ia membawakan cemilan dan espresso hangat untuk Alejandro. Ia baru saja membuat macaron dengan warna-warna yang cantik di pantry. Scarlett, menatanya diatas meja sofa.


Tok tokk tokk


"Masuk..."


"Nona, saya membawakan makan malam nona dan tuan Alejandro", ujar Levia.


"Terimakasih Levia, tata saja di atas meja", jawab Scarlett.


Setelah menata menu diatas meja, Levia pamit keluar .


Scarlett melangkahkan kakinya ke walk in closet, menyiapkan pakaian untuk Alejandro.


Klik'


Alejandro membuka handle pintu kamar mandi, tubuh ya berbalut bathrobe.


"Dari mana saja kau Scarlett, aku masuk kamar kau tidak ada", tanya Alejandro sambil menggosok-gosok rambut nya yang masih basah.


"Aku baru saja selesai membuat cemilan untuk mu di pantry. Kau harus mencobanya, Ale".


"Gantilah pakaian mu, sudah aku siapkan", ujar Scarlett sambil menuju sofa menuggu Alejandro yang sedang memakai pakaiannya di dekat tempat tidur mereka.


Selang tak berapa lama Alejandro duduk di samping Scarlett, wajahnya begitu segar.


"Kau harus mencoba macaron yang aku buat terlebih dahulu, Ale". Scarlett mengangkat piring berisi berbagai macam warna warni kue berbentuk bulat berisi.


Alejandro, mengambil macaron berwarna biru, dan memasukkannya kedalam mulut nya.


"Bagaimana rasanya, Ale. Hm..apa kau menyukainya ?"


"Enak, aku menyukainya"


Wajah Scarlett tampak bahagia mendengar jawaban Alejandro.


"Sejak kapan kau pintar memasak, hem ?"


"Sudah sangat lama, Ale. Dari kecil aku dan ayah ku sudah ditinggalkan oleh ibu ku. Ayah ku mencari nafkah untuk kami bertahan hidup. Mau tidak mau aku lah yang mengurusi ayah ku, memasak dan mengerjakan semua tugas rumah lainnya".


Alejandro menatap wajah Scarlett dengan lekat. Iya tidak menyangka Scarlett mengalami kesulitan hidup sedari kecil.


"Ayo kita makan, perut ku sudah lapar ", ucap Scarlett mengalihkan pembicaraan. Ia tidak mau merubah suasana saat ini menjadi sedih karena mengingat masa kelam yang dia alami saat kecil.


Alejandro mengangguk kan kepalanya.


Untuk makan malam mereka, Scarlett meminta koki memasak steak daging dengan saus


Rasa hollandaise yang gurih dan bertekstur lembut.

__ADS_1


Di negara Perancis sendiri, makan makan malam menjadi suatu hal yang sangat penting dibanding makan siang. Menurut mereka karena makan malam lebih banyak waktunya, dengan suasana lebih santai. Tidak seperti makan siang yang diburu waktu karena kesibukan pekerjaan.


Alejandro dan Scarlett sangat menikmati, makan malam mereka. Sesekali berbicara mengenai hal-hal yang disukai keduanya. Dan berakhir saling mengoda.


Setelah selesai makan, Scarlett memanggil pelayan untuk merapikan bekas makan mereka.


.


Langit semakin pekat dalam kegelapan .


Scarlett bersandar di dada Alejandro. Sementara tangan Alejandro melingkar melingkar di leher Scarlett.


Keduanya duduk di balkon memandang langit yang begitu indah dipenuhi jutaan bintang yang bersinar terang.


Sesekali Scarlett menunjuk keatas, kala melihat bintang yang meredup.


Scarlett menggenadahkan wajah nya menatap lembut wajah Alejandro yang berada di belakangnya.


Alejandro mengangkat dagu Scarlett dan mencium lembut bibirnya. Scarlett membuka mulutnya, membiarkan Alejandro menjelajahi setiap jengkal rongga mulutnya. Ciuman lembut yang selalu memabukkan.


Tangan Scarlett melingkar ke leher Alejandro yang berada di belakangnya. Menambah romantisme diantara keduanya.


.


Alejandro bangun lebih pagi dari biasanya. Ia akan joging dan berkuda di sekitar perkebunan. Hal yang tidak pernah di lewatkan nya kala weekend.


Sementara Scarlett masih terlelap tidur dengan selimut tebal menutupi sebagian tubuh polosnya sisa percintaan panas mereka semalam.


Alejandro mengecup lembut kening Scarlett. Kemudian ia melangkah keluar kamarnya.


Beberapa pelayan dan pekerja hacienda memberikan salam selamat pagi sambil menundukkan kepala mereka.


Alejandro tersenyum ramah sambil membalas ucapan pekerja nya tersebut.


"Selamat pagi tuan Alejandro, kuda tuan sudah siap", ujar Dante hormat.


"Aku mau joging terlebih dahulu, sebelum berkuda", jawab Alejandro.


"Baik tuan"


Alejandro dan Dante mulai berlari pelan, menyusuri jalanan perkebunan . Udara bersih yang begitu segar di perkebunan Chalons, membawa hati menjadi tenang. Alejandro dan Dante menyusuri jalanan di perkebunan. Kemudian dilanjutkan dengan berkeliling dengan kuda kesayangan nya.


.


Scarlett mengeliatkan tubuhnya, tangannya meraba-raba posisi di sebelah nya. Tapi tidak menemukan apa yang dicarinya.


Scarlett perlahan membuka matanya, dan melihat kesamping nya sudah tidak ada Alejandro.


"Uhhh... Scarlett menarik nafas panjang. Alejandro pasti sudah berada di ruang kerja nya", pikir Scarlett.


Ia beranjak dari tempat tidurnya, mendudukkan tubuhnya sesaat. Menarik selimut tebal menutupi tubuhnya ia hendak membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Setelah beberapa lama di kamar mandi, Scarlett mengganti pakaian ia memilih dress berbahan lembut dengan motif bunga-bunga kecil. Ia memoles bibirnya dengan lipgloss berwarna pink, sementara rambut nya diikat ke atas. Membuat penampilan nya sangat segar dan mempesona.


Ia melihat jam yang ada di dinding kamar, menunjukkan pukul delapan pagi.


Scarlett menuju balkon yang ada dikamar. Ia sangat menyukai udara pagi dari atas balkon kamarnya. Dengan view hamparan pohon anggur yang begitu luas.


Ia melihat Alejandro sedang berkuda, dengan seseorang. "Kemungkinan itu Dante ", batin Scarlett.

__ADS_1


Pandangan mata Scarlett tak henti menatap Alejandro dari kejauhan. "Ia begitu gagah dan kuat", gumam Scarlett.


Alejandro semakin mendekati rumah, tampak pelu sudah membasahi tubuh atletis nya.


Ia turun dari kuda, dengan sekali lompatan. Dan memberi instruksi pada beberapa orang pekerja. Sementara para pekerja mengangguk kan kepala mereka.


Scarlett beranjak dari tempat nya, ia melangkahkan kakinya turun kelantai bawah.


Menuju ruang makan.


Hidangan sarapan pagi sudah tertata diatas meja makan.


"Selamat pagi nona, Scarlett. Apa nona ingin sarapan sekarang ?, tuan muda sedang berkuda tadi tuan mengatakan nona untuk sarapan saja terlebih dahulu", salah satu pelayan menyapanya dan memberikan penjelasan pada Scarlett.


"Aku sarapan menunggu suami ku saja", jawab Scarlett.


"Baik nona".


Pelayan menuangkan Chocolat hangat ke cangkir Scarlett.


Nampak Alejandro berjalan kearah Scarlett ", kau sudah bangun ?", tanya Alejandro sambil mencium pucuk kepala Scarlett.


"Bersihkanlah tubuhmu Ale tubuh mu berkeringat, aku menunggu mu kita makan pagi bersama", ujar Scarlett


"Iyaa, sekarang aku mandi dulu", jawab Alejandro.


Sementara menunggu Alejandro yang sedang membersihkan tubuh nya, Scarlett beranjak ke pantry. Ia melihat Berlinda yang sedang mengolah beberapa bahan makanan.


Berlinda yang melihat kedatangan Scarlett, menyapanya dengan hormat.


"Selamat pagi nona, apa yang nona lakukan di pantry ?, nanti nona bisa kotor ".


"Aku menunggu suami ku yang sedang membersihkan dirinya Berli ", jawab Scarlett.


"Kau sedang membuat apa Berlinda ?"


"Pain de campagne roti berjenis sourdough " jawab Berlinda .


"Pain de campagne roti Perancis yang bentuk bulat besar dan umumnya dibuat dengan campuran tepung putih dan gandum hitam ditambah ragi, air, dan garam. Hingga roti itu sudah memiliki rasa dasar yang sudah gurih.


Scarlett melihat Alejandro turun dari tangga, Scarlett membuka kursi untuk Alejandro dan ia duduk disebelah nya.


Mereka berdua menikmati makanan yang sudah dihidangkan diatas meja.


"Kau mau kemana hari ini, apa ada tempat yang ingin kau kunjungi ", tanya Alejandro.


Scarlett tampak berpikir..


"Tidak ada Ale, hari ini aku ingin di rumah saja".


"Baik lah, aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu setelah ini. Kau habiskan makanan mu", ujar Alejandro.


"Apa yang ingin kau perlihatkan pada ku Ale, apa sesuatu hal yang penting ?", tanya Scarlett pelan.


"Nanti kau akan tau", jawab Alejandro sambil membetulkan rambut Scarlett yang terjuntai di depan telinga nya.


Scarlett menyipitkan matanya, "Kau selalu banyak rahasia", gumamnya


Alejandro tersenyum mendengar gumaman Scarlett.

__ADS_1


.


LIKE DAN VOTE YA 🙏🤗


__ADS_2