
"Katakan dimana acara itu diadakan, aku tahu biasanya acara seperti itu langsung praktek di lapangan", ujar Olivia penuh dengan semangat.
"Acaranya di pusatkan di perkebunan Merciel, milik tuan Mark Rufaro Oliv"
"Apaaa ?"..
"OH no Scarlett, aku tidak mau lagi berurusan dengan laki-laki itu. Lebih baik aku batalkan saja kehadiran ku Scarlett", ucap Olivia menatap sambil memohon pada sahabat nya itu.
"Aduh Oliv, bagaimana caranya kita membatalkan nya, kau lihat sendiri Albert sudah pergi memberikan konfirmasi kedatangan mu mewakili aku".
"Aku mohon Scarlett di wakilkan dengan Albert saja atau dengan yang lainnya", jawab Olivia menjadi sedikit panik.
"Tidak bisa Oliv, Albert akan pergi ke Lyon siang ini, sementara yang berkompeten di divisi pertanian di perkebunan ini hanya kita bertiga saja. Yang lain bukan tamatan pertanian seperti kita khusus untuk budidaya anggur", Ucap Scarlett memberikan penjelasan agar Olivia mengerti dengan kondisi nya.
"Ya ampun Scarlett kau tidak mengerti bagaimana keadaan ku jika bertemu dengan pria brengsek itu lagi kami selalu bertengkar hebat. Kemarin pun aku berkelahi dengan nya hanya karena sebuah buku. Kau tahu pria tu bahkan mencium ku dengan paksa, dan aku menampar wajahnya".
Scarlett menutup mulutnya dengan tangan mendengar perkataan Olivia.
"Lihat lah ini pertemuan pertama ku dengan nya. Olivia memperlihatkan pergelangan tangan nya yang masih merah karena cengkraman tangan Mark Rufaro. Dan lihat lah ini, Olivia mengangkat kemeja putih ketat yang dipakainya memperlihatkan tanda merah kebiruan di pinggangnya akibat cengkraman tangan Mark Rufaro dipertemuan ke dua mereka kemarin.
"Kau bisa bayangkan apa yang akan terjadi bila terjadi pertemuan ketiga kami", ucap Olivia tidak berminat.
Gadis itu dengan lunglai menyandarkan tubuhnya di sofa.
__ADS_1
"Hidupku benar-benar sial bertemu dengan pria seperti Mark Rufaro".
Scarlett tersenyum menggoda Olivia.
"Bagaimana jika hal itu adalah takdir mu, Oliv ?"
"Apa maksud mu Scarlett ?", jawab Olivia ketus menatap tajam sahabat baiknya itu .
"Maksud ku kau jangan terlalu benci kepadanya, jika kasusnya berbalik bagaimana ?", balas Scarlett tersenyum menggoda Olivia yang tampak gundah gulana.
"Mark Rufaro sangat tampan ya, tubuhnya tinggi atletis, bermata abu-abu. HM...apa rasanya ya berciuman dengannya Oliv ? Apa kau bisa melupakan nya ?", seloroh Scarlett semakin suka menggoda sahabatnya yang tampak semakin uring-uringan mendengar perkataan Scarlett .
"Cuihh ...tampan apanya, laki-laki itu adalah pria paling brengsek yang pernah aku temui", ketus Olivia menimpali ucapan sahabatnya itu.
"Tidak akan..
*
Olivia turun dari mobilnya yang sudah di beranda di wilayah perkebunan Merciel.
Gadis itu tampak cantik dengan rambut coklat tuanya yang terurai. Walaupun tampak tomboi dengan menggunakan kemeja putih ketat yang dipadukan dengan celana jeans ketat juga. Serta sepatu boot dengan heel lumayan tinggi yang membuat penampilan Olivia semakin menawan. Sambil membawa Papan kerani sebagai tempat mencatat nantinya, tak lupa Olivia mengalungkan tanda pengenal di dadanya.
"Ya ampun aku harus ke perkebunan ini lagi", batinnya.
__ADS_1
Terlihat perkebunan yang luasnya hampir sama dengan perkebunan Chalons sudah ramai di hadiri oleh pemilik perkebunan atau pun perwakilan seperti Olivia saat ini yang mewakili Scarlett pemilik perkebunan Chalons.
Setelah melaporkan kehadiran nya pada panitia di tempat yang telah disediakan, Olivia tampak menikmati suasana disana. Ia melihat-lihat semua bibit Ruby Roman yang di pameran sebagai perbandingan untuk pengunjung yang hadir. Karena Ruby yang di perlihatkan adalah Ruby Roman yang terbaik yang dimiliki perkebunan-perkebunan anggur yang ada di Perancis.
Olivia tampak antusias sekali memperhatikan anggur-anggur ruby yang sudah menghasilkan buah itu. Bahkan ia terlihat mencatat semua penelitiannya saat ini yang dianggapnya penting. Supaya bisa diterapkan juga untuk nya mengembang biakkan Ruby Roman di tanah Chalons.
Saking serius dengan aktivitas nya tersebut Olivia tidak menyadari laki-laki pemilik perkebunan sedang menatapnya berulang kali, padahal saat ini ia sedang memberikan interview bersama menteri pertanian di hadapan para wartawan yang sedang meliput event tersebut.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏🤗
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...
__ADS_1