
Olivia
...***...
Hari-hari yang di alami Scarlett semakin menyenangkan, Olivia temannya menerima tawaran Scarlett untuk bekerja di perkebunan Chalons.
Olivia ditempatkan Alejandro satu divisi dengan Scarlett. Mengingat ia juga lulusan pertanian sama seperti Scarlett.
"Scarlett, kau jangan terlalu lelah. Kau tidak perlu ke rumah kaca, biarkan aku yang bekerja disana memeriksa semuanya".
Olivia salah satu lulusan terbaik juga di kampus mereka sama seperti Scarlett. Ia juga wanita tangguh pintar dan pekerja keras. Bedanya dengan Scarlett, Olivia lebih tomboi daripada Scarlett. Bahkan ia menyukai olahraga ekstrim yang hanya disukai kaum laki-laki. Ia juga menguasai beberapa jenis bela diri.
Setelah beberapa tahun berpisah temannya itu tidak banyak berubah. Perubahan yang paling menonjol ada pada rambut nya yang dibiarkan tergerai panjang tidak seperti pada saat kuliah dulu ia lebih menyukai style hair pendek.
"Nah, sekarang team akan kelapangan memindahkan bibit-bibit yang sudah tumbuh tunas nya di perbatasan dengan perkebunan sebelah".
"Aku dan Albert akan ke sana melihat para petani yang bekerja di sana", ucap Olivia dengan bersemangat.
"Iya Oliv, aku harap bibit yang sudah bertunas itu, bisa beradaptasi dengan dengan kondisi tanah disana", jawab Scarlett.
"Kau tenang saja, obat-obatan yang kau sediakan masih banyak. Aku yakin akan tumbuh dengan baik disana. Scarlett aku pergi sekarang ya",
"Iya Olivia..
Olivia pergi bersama Albert dengan menunggangi kuda yang ada di istal.
Ting
Terlihat notifikasi di layar handphone Scarlett nama Alejandro. Messenger dari suaminya langsung dibaca Scarlett
*Kau jangan terlalu lelah, sayang. Ingat anak kita*
Scarlett tersenyum membaca pesan dari Alejandro. Laki-laki itu terus saja mengirimkan pesan mengingatkan seperti itu.
*
"Albert apa yang terjadi di sana ?" tanya Olivia yang masih diatas kudanya, sama seperti Albert.
Terlihat kerumunannya petani berhadapan dengan pekerja perkebunan sebelah.
__ADS_1
"Ada apa ini", Teriak Olivia. Ia melihat pagar yang sudah di robohkan.
"Mereka merobohkan pagar perkebunan Chalons nona dan merusak beberapa bibit yang sudah menjadi tunas, nona", seorang petani membuka suaranya.
"Apa maksudnya semua ini hah", hardik nya pada orang-orang yang tampak meremehkan nya. Dengan berbisik-bisik sesama mereka mentertawakan nya.
Olivia, dengan langkah cepat menerobos pagar yang sudah roboh.
"Nona jangan, itu berbahaya. Sebaiknya kita menunggu Dante dan Demian saja", ucap Albert mencegah Olivia yang sudah telanjur memasuki perkebunan Merciel.
"Siapa yang merobohkan pagar ini tunjuk Olivia pada pagar yang sudah tergeletak"
Lima orang laki-laki yang dihadapinya hanya tertawa terbahak bahak saja tanpa perduli dengan pertanyaan Olivia.
Seorang lelaki yang tertawa paling kuat tampak terhuyung ke belakang setelah tendangan kungfu Olivia melesak di perut buncitnya.
"Heii kau berani ke pada kami ?" hardik temannya yang lainnya. Dan berusaha membalas serangan Olivia. Tapi dengan sigap Olivia mengatasi serangan tangan maupun kaki musuhnya.
"Segera hubungi Dante dan Demian", ucap Albert pada petani. Ia ikut masuk keperkebunan Merciel milik Mark Rufaro. Dan membantu Olivia menghadapi lima laki-laki yang sudah merobohkan pagar pembatas antara perkebunan Chalons dan Merciel.
Hingga kelima pria itu bisa di lumpuhkan dengan mudah oleh Olivia dan Albert.
"Albert kau urus disini. Aku akan menemui pemilik perkebunan ini", teriak Olivia sambil menunggangi kuda milik salah satu pria yang dihadapinya.
"Nona Olivia jangan ke sana nonaa.." teriak Albert tetapi Olivia sudah menjauhinya.
"Aduh bagaimana ini", Albert menyugar rambutnya. Sementara Dante dan Demian belum terlihat juga. Kemana petani itu lama sekali, apa ia tidak menemukan keberadaan keduanya" batin Albert.
*
"Tuan, apakah ingin menambah espresso nya", tanya pelayan paruh baya yang bekerja diperkebunan Mark.
"Tidak Rossa terima kasih".
Mark menyukai suasana santai di perkebunan itu menjelang sore hari seperti sekarang ini. Semenjak ia datang ke kota Champaign rasanya ia tidak ingin kembali ke London lagi.
Seperti saat ini, ia membaca buku sambil meminum espresso hangat serta di temani cemilan khas Perancis. Sungguh suasana damai dan tenang yang selalu diinginkan Mark selama ini.
"Jangannn nona, anda tidak bo...
"Oohh jadi anda pemilik perkebunan ini ?"
__ADS_1
Mark mengeryitkan alisnya, menatap wanita cantik yang berdiri dihadapannya dengan berkacak pinggang dengan tatapan tajamnya.
"Maaf tuan, nona ini menerobos masuk, memaksa ingin bertemu tuan", ucap Rossa ketakutan karena telah lalai dalan bekerja.
"Kau harus mengajari anak buah mu bekerja dengan benar dan tidak bermain curang merugikan orang lain", hardik Olivia sambil maju mendekati meja, mengambil gelas yang berisi espresso dan menyiramkan nya pada Mark yang masih duduk di tempatnya.
Byurrr
Rossa terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Heii .. What are you doing, You are crazy ?" ucap Mark dengan nada keras. Terkejut dengan perbuatan perempuan yang tiba-tiba melabraknya seperti itu.
Mark mengusap tumpahan minuman di kemeja mahalnya.
Sementara Rossa berlari masuk mengambil kan handuk untuk tuannya.
Mark menatap tajam Olivia, "Siapa kau dan berani menyerang ku hah ? hardiknya dan menarik kuat tangan Olivia.
Olivia berusaha melawannya, tetapi tangan itu benar-benar kuat.
"Lepaskan dia Mark, apa kau tidak tau malu melawan wanita seperti itu ?"
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏
MAAF BANGET SLOW UPDATE HARI INI YA 🤗
.
KARYA :
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...
__ADS_1