
Hari yang indah...
Suasana di perkebunan Merciel terlihat riuh, tepuk tangan tamu undangan membuat suasana semakin semarak.
"Cium...cium...ciumm", teriakan dari para orang-orang yang hadir.
Mark dan Olivia tersenyum bahagia mendengar permintaan rekan-rekan mereka. Saat ini kedua nya berhadapan sambil bergenggaman tangan. Mark membuka veil berwarna putih penutup wajah Olivia yang berbahan tile lembut itu. Tanpa ba-bi-bu lagi laki-laki itu mendaratkan bibirnya pada bibir Olivia yang sudah berstatus menjadi istrinya beberapa saat yang lalu.
Olivia pun membalas ciuman lembut Mark. Mereka berciuman cukup lama dan intens.
Membuat decakan kagum bahkan iri dari kaum-kaum yang telah di buat patah hati.
Sementara Mark dan Javier tersenyum melihat teman mereka itu yang akhirnya menikah juga.
"Akhirnya dia menikah juga", ucap Alejandro.
"Iya, rival kau menjadi saudara mu sekarang Alejandro", ucap Javier sambil tertawa.
"Itulah takdir siapa sangka kami bisa sedekat ini, bahkan saat di London tak jarang aku bersitegang dengan Mark. Ia bahkan membuat ku naik pitam saat pertama ia bertemu dengan Scarlett. Siapa sangka ternyata mereka adik kakak. Dalam sekejap semua bisa berubah karena takdir", ucap Alejandro.
"Kau benar Ale"
"Kau sendiri kapan akan menikah dengan Moza, Javi kalian selalu bersama".
"Saudara mu itu, ingin menyelesaikan tesis manajemen nya dulu. Aku juga bingung kalau membicarakan soal pendidikannya ia sangat bersemangat. Saat aku mengatakan tentang pernikahan kami Moza selalu mengalihkan pembicaraan.
"Kau harus sabar teman, Moza memang selalu bersemangat kalau bicara tentang pendidikan nya", jawab Alejandro.
__ADS_1
Dari tempatnya berdiri bersama Alejandro, Javier melihat Scarlett seperti kesakitan. Scarlett duduk bersebelahan dengan ibunya Caitlin saat acara pernikahan Mark dan Olivia. Bahkan ke duanya kompak memakai baju yang sama. Sementara Moza duduk di sebelah kanan Scarlett.
"Alejandro, istri mu kenapa ?", ucap Javier memberitahu keadaan Scarlett yang memegang perutnya dengan kedua tangannya.
Alejandro berlari menghampiri Scarlett yang tampak kesakitan. Memang usia kandungan istrinya itu tinggal menunggu hari. Karena hari ini pernikahan Mark dan Olivia makanya Scarlett masih hadir.
"Sayang, ada apa ?", ujar Alejandro panik.
Sementara Caitlin berusaha mengusap-usap perut anaknya itu. Untuk mengurangi rasa sakit yang di rasakan Scarlett. Dan Moza mengusap punggung Scarlett.
Melihat telah terjadi sesuatu pada Scarlett Mark meninggalkan Olivia. Ia berlari menghampiri adiknya.
"Ada apa dengan Scarlett Ale ?"
"Aku harus membawa Scarlett ke rumah sakit segera Mark, aku rasa istri ku akan melahirkan", jawab Alejandro.
"Alejandro segera mengangkat tubuh istrinya menuju mobil yang sudah di siapkan.
"Mark, kenapa Scarlett ?", ucap Olivia yang sudah berada disamping Mark.
"Seperti nya Scarlett akan melahirkan, Oliv. Alejandro membawanya ke rumah sakit di kota", jawab Mark.
*
Hari sudah menjelang senja, saat Alejandro dan Scarlett tiba di rumah sakit. Dengan sigap perawat memberikan pertolongan pertama.
Alejandro masuk keruangan persalinan, ia mengusap lembut kening istrinya yang berkeringat. Sementara Scarlett menggenggam jemari tangan Alejandro. Tak hentinya Scarlett meringis menahan rasa sakit. Alejandro tidak tega melihat istrinya kesakitan begitu.
__ADS_1
Sementara dokter Alma memeriksa kondisi Scarlett. Kemudian baru mengambil keputusan apakah akan dilakukan tindakan operasi Caesar atau tidak.
Tapi melihat Scarlett sangat kesakitan begitu Alejandro memutuskan di operasi saja.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏
KARYA EMILY :
PENGANTIN PENGGANTI (tamat)
AIR MATA SCARLETT
(on-going)
MENJADI YANG KEDUA
(new)
SERPIHAN HATI ELLENA
(on-going)
__ADS_1