AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
ALEJANDRO DAN DIDIER


__ADS_3

Berapa lama kau berada disini Didier ?"


"Seperti nya cukup lama, teman ...", jawab Didier


"Apa kau sudah mewujudkan impian mu untuk menanam bibit anggur unggulan di perkebunan ini Scarlett ?", tanya Didier saat melihat Scarlett lebih banyak diam dan menundukkan kepalanya.


"Hm, oh iya sudah. Besok hanya menaburkan pupuk organik nya saja", jawab Scarlett dengan antusias


"Aku ikut senang mendengarnya Scarlett, apa yang aku katakan dulu benar adanya, kau pasti bisa mewujudkan impian mu itu", ucap Didier sambil melanjutkan makan malam nya.


Setelah makan bersama, Ketiga nya melanjutkan obrolan di ruang keluarga. Sambil menikmati hidangan penutup berupa puding buah .


Beberapa saat kemudian, Scarlett pamit naik ke kamar karena besok ia harus bangun pagi. Menyelesaikan pekerjaan nya hari ini yang belum selesai.


Setelah Scarlett hilang dari pandangan Alejandro dan Didier mereka melanjutkan obrolan .


"Alejandro...aku tidak menyangka kau menikahi Scarlett", ucap Didier sambil menatap tajam Alejandro yang sedang minum teh hangat.


"Aku tahu ayah mu menikah dengan nya untuk melindungi Scarlett . Aku harap kalian menikah sungguhan. Scarlett gadis baik Ale, hidupnya selalu mengalami kesulitan. Aku harap kau memperlakukan nya dengan baik ."


"Ternyata kau sangat perhatian dengan istri ku, Didier. Begitu banyak yang kau ketahui tentang nya", balas Alejandro .


"Saat kau pergi sepuluh tahun yang lalu dari Chalons, aku sering kemari aku mengenal Scarlett dengan sangat baik . Di hati ku mengatakan kau pasti akan menyesali tindakan mu untuk pergi dari perkebunan yang sangat kau cintai ini karena kedatangan Scarlett tanpa kau mengenalnya terlebih dahulu."


"Aku ikut sedih mendengar tuan Mathias meninggalkan Scarlett. Aku pikir kau tidak akan kembali ke perkebunan, mengingat bisnis mu di London berkembang pesat", ucap Didier.


"Aku dengar kau menjalin hubungan dengan Caroline model terkenal itu Ale?" tanya Didier ketus dengan tatapan tajam menyelidik ke wajah Alejandro.


"Aku sudah memutuskan tinggal di perkebunan ku untuk selamanya, aku menyesal sepuluh tahun telah melewatkan hari-hari ku di sini. Kau tahu, aku sangat mencintai Chalons", jawab Alejandro


"Bagaimana dengan Scarlett, apa kau mencintainya, Ale ?"


Alejandro berpikir sejenak, ia kembali menyeruput minumannya.


"Iya, aku sangat mencintai nya", ucapnya tegas.


Hugh...Didier menarik nafas dalam-dalam.


"Bagaimana dengan Caroline, apa dia mengetahui kau sudah menikah , Ale ?"


"Aku tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Caroline, hubungan ku dengan nya hanya lah hubungan bisnis semata. Jadi tidak ada yang di rugi kan dari hubungan itu. Caroline sangat tahu hubungan seperti apa antara aku dengan nya. Caroline menerima popularitas dari berhubungan dengan ku, aku pun memenuhi kebutuhan hidup glamor nya itu."


"Sudah beberapa kali aku menyatakan untuk mengakhiri hubungan kami, ia selalu menolak karena takut popularitas nya menurun".


"Bagaimana jika sewaktu-waktu perempuan itu datang kemari, apa yang akan kau lakukan", ujar Didier sambil menatap tajam sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tidak ada yang berubah, aku yang memutuskan semua nya", jawab Alejandro dengan tegas.


"Bagaimana dengan mu, kapan kau akan menikah juga, Didier ?", tanya Alejandro


"Aku tidak menjalin hubungan serius dengan wanita manapun. Dihati ku hanya ada wanita, cinta pertama ku", jawab Didier


"Woww, ternyata kau memiliki cinta pertama mu, siapa gadis itu apa aku mengenal nya ?", tanya Alejandro dengan tatapan tajam menelisik ke dua netra Didier sambil mengusap-usap dagunya yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus .


"Suatu saat nanti kau akan mengetahui nya", jawab Didier singkat.


Malam semakin larut...


Alejandro membuka handle pintu kamar nya. Di tempat tidur king size miliknya, Scarlett sudah tertidur pulas. Selimut tebal menutupi tubuhnya yang saat ini memakai baju tidur berbahan satin tipis berwarna silver.


Alejandro melangkah kan kakinya menuju kamar mandi, membersihkan dirinya sebelum merebahkan tubuhnya.


.


Didier berdiri di balkon kamarnya dilantai tiga hacienda Chalons. Kamar yang biasa ia tiduri kalau berkunjung ke perkebunan itu.


Didier tidak menyangka Alejandro menikahi Scarlett. Tujuan ia ke perkebunan Chalons ingin mengetahui keadaan Scarlett setelah kepergian Mathias. Beberapa bulan setelah kepergian Mathias, ia baru bisa datang ke perkebunan ini karena kesibukan nya di Italia sebagai pebisnis.


Uhhh.. Didier menarik nafas dalam-dalam.


"Aku terlambat datang menemui mu", batinnya.


Scarlett adalah gadis yang dicintainya secara diam-diam sejak beberapa tahun yang lalu . Jatuh cinta pada pandangan pertama, saat Didier mengunjungi ayah Alejandro. Ia dikenal kan dengan Scarlett oleh Mathias. Gadis lugu dan sangat polos begitu cantik dengan kedua iris yang begitu bening.


Sejak perjumpaan yang pertama itulah akhirnya Didier sering berkunjung ke perkebunan Chalons hanya ingin melihat Scarlett. Sementara sahabatnya Alejandro sudah pergi ke London untuk menghindari pertemuan dengan Scarlett.


Siapa sangka ternyata Alejandro sekarang malah menikahi perempuan yang dulu sangat dibencinya bahkan perempuan yang tidak ingin di temui nya .


"Aku harap kau berbahagia hidup bersama Alejandro, Scarlett.


Aku berharap Alejandro dapat menjaga dan melindungi mu. Jika ia bertindak buruk pada mu tidak akan pernah aku diamkan, aku akan membawa mu pergi jauh darinya.


"Walaupun Alejandro mengakui mencintai mu tadi saat berbicara kepada ku, tapi jika ia melukai hati mu aku akan merebut mu dari nya", ucap Didier membatin.


*


Alejandro sudah selesai membersihkan dirinya dan menganti pakaian nyaman. Ia merebahkan tubuhnya disamping Scarlett. Pelan-pelan Alejandro membawa Scarlett ke dalam dekapannya.


Scarlett yang tertidur, mengeliatkan tubuhnya .


Alejandro mengusap lembut punggung Scarlett, agar ia kembali terlelap.

__ADS_1


Alejandro mencium pucuk kepala Scarlett.


"Hubungan seperti apa antara kau dan Didier, Scarlett", gumam Alejandro.


Alejandro melihat bagaimana Didier melihat Scarlett. Ia sangat Paham dengan sahabat nya itu. Jika menginginkan sesuatu tidak akan menyerah hingga mendapatkan nya.


"Aku tahu Didier menyukai mu, Scarlett. Tapi aku tidak akan pernah membiarkan nya", bisiknya pelan.


"Kau milikku, aku tidak akan membiarkan orang lain merebut mu dari ku... termasuk sahabat baikku sekali pun", bisik Alejandro sambil mencium pucuk kepala Scarlett.


Alejandro masih asing dengan perasaannya saat ini, yang tidak pernah dirasakan nya terhadap siapapun. Hatinya panas saat mengetahui Didier bertanya dengan akrab tentang impian Scarlett. Begitupun saat mendengar Scarlett bertanya tentang bisnis Didier di Italia. Mereka begitu akrab mengetahui impian masing-masing.


*


Pagi telah menyingsing...


Alejandro baru saja selesai memakai pakaian kerjanya . Alejandro akan meeting bersama Didier dan beberapa rekan bisnisnya dari negara lain yang akan bekerjasama dengan Alejandro.


Scarlett menelisik penampilan nya. Seperti biasa ia memakai kemeja ketat dan celana jeans ketat. Scarlett mengikat rambutnya setelah memoles kan lipgloss berwarna pink pada bibir nya. Penampilannya nampak cantik dan segar seperti biasanya.


"Scarlett, setelah pekerjaan mu selesai kau keruangan ku", ucap Alejandro tanpa menatap Scarlett. Ia mengancingkan satu persatu kancing kemejanya.


"Ada apa, Ale. Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan dengan ku ?", tanya Scarlett.


"Iya, aku ingin mengatakan sesuatu yang pada mu", jawab Alejandro dengan wajah serius.


"Kau membuatku penasaran, Alejandro. Kenapa tidak sekarang saja kau mengatakan nya pada ku, Ale. Hari ini adalah hari yang sibuk buat ku", ucap Scarlett sambil membetulkan kerah kemeja yang di pakai Alejandro.


Alejandro tidak menggubris ucapan Scarlett, ia mengangkat satu bahunya. "Nanti kau juga akan mengetahui nya".


"Ayo kita turun ", ujar Alejandro sambil menggenggam erat tangan Scarlett.


...***...


LIKE DAN VOTE YA 🙏


BIAR SEMANGAT UP NYA 🤗


.


KARYA AUTHOR YANG LAIN :


*PENGANTIN PENGGANTI*


(tamat), silahkan baca bagi yang ngak mau menunggu slow update 😘

__ADS_1


__ADS_2