AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
TAWARAN ALEJANDRO


__ADS_3

"Berapa kau sanggup membelinya ?, jawab Alejandro.


"Tiga kali lipat dari penawaran mu, anak muda..."


"Hm... tawaran yang menarik", ujar Alejandro.


Sementara Scarlett tidak bisa menyembunyikan perasaan kesalnya mendengar jawaban Alejandro. Bola matanya melotot, dengan tajam menatap Alejandro.


"Aku akan memikirkan tawaran yang menggiurkan dari mu tuan.. ?


" ANTOINE CONTE ", jawab Antoine dengan angkuh.


Ia merasa di atas angin sekarang, ia yakin segera memiliki perkebunan Chalons.


Ternyata berurusan dengan pemuda ini lebih mudah dari perkiraan nya.


"Baiklah kalau begitu tuan muda Alejandro, saya pamit undur diri. Saya tidak sabar mendengar jawaban anda, saya yakin kau anak muda yang tidak suka di sibukkan dengan urusan perkebunan yang menyusahkan seperti ini ." Antoine, seakan ingin mempengaruhi akal dan pikiran Alejandro.


" Alejandro tersenyum penuh makna ".


Scarlett tidak suka melihatnya.


Setelah kepergian Antoine, Scarlett tidak bisa mengontrol emosinya.


"Apa maksud mu Ale, kau ingin menjual perkebunan Chalons kepada bajingan itu, hah ?", tanya Scarlett minta penjelasan dengan suara menggelegar tidak bisa menahan emosi nya lagi.


"Kenapa tidak, jika menguntungkan bagi ku", ucap Alejandro tanpa memperdulikan tatapan nyalang Scarlett padanya .


Alejandro berdiri hendak keluar ruangan itu.


Scarlett tidak terima dengan jawaban Alejandro, ia menarik kuat kemeja yang melekat di tubuh Alejandro.


Bretttt...


Kemeja Alejandro robek hingga terlihat dada hingga perut sixpack nya.


Scarlett menelan saliva nya.


Alejandro menatap Scarlett tajam, sama halnya dengan Scarlett. Ia tak gentar sedikitpun. Yang penting buatnya mempertahankan perkebunan ini.


Alejandro mendorong tubuh Scarlett hingga terhenti ke dinding. "Kau berani kepadaku, hah ?"


Alejandro mencium kasar bibir Scarlett. Dengan kuat Alejandro menarik kemeja yang dipakai Scarlett. Kancing-kancing kemejanya berhamburan dilantai.


Scarlett merasa dipermalukan Alejandro. Ia berdesis... sekuat tenaga mengunci bibir nya. Tidak memberikan izin pada Alejandro menjelajahi kedalam mulutnya .


Mengetahui penolakan Scarlett, Alejandro meremas dengan kuat ke-dua dada Scarlett yang selalu menantang itu. Tak pelak lagi, Alejandro bertindak semakin jauh ia mencumbui leher hingga dada Scarlett.


Sekuat tenaga Scarlett, ingin melepaskan dirinya dari cengkraman Alejandro.


Sementara Alejandro silih berganti menggigit puncak dada Scarlett dan meninggalkan tanda merah disana.


"A-Ale...

__ADS_1


Buliran bening dimatanya mengalir juga.


Scarlett sekuat tenaga menahan dirinya, untuk tidak mengikuti permainan Alejandro.


Alejandro, menghentikan permainannya di dada Scarlett yang polos tidak tertutup apapun. Nampak puncaknya basah akibat perbuatan mulut Alejandro.


Alejandro, menatap nya dengan tatapan sulit diartikan oleh Scarlett. Tapi tatapan itu tidak seperti tatapan pertama' tadi.


Sementara nafas Scarlett masih menderu, dengan buliran bening membasahi wajah cantiknya.


" A-ku mohon jangan jual perkebunan ini ", ucap Scarlett dengan suara lirih.


" Apa yang bisa kau berikan kepada ku, agar aku tidak menjualnya, hah ?"


" A-Apa pun Ale, aku bersedia melakukan nya ", ucap Scarlett dengan yakin.


Alejandro memicingkan matanya, ia menatap raut wajah Scarlett yang nampak pasrah.


"Apa pun ???"


Scarlett mengangguk kan kepalanya dengan yakin. Walaupun hati nya merasa ketakutan.


" Menikah lah dengan ku "..


Tentu saja perkataan Alejandro itu mengejutkan kan Scarlett.


" A-Ale..


"A-Ale... A-aku..."


" Aku menunggu keputusan kau Scarlett, atau jangan pernah sekalipun melarang ku mengambil keputusan yang sudah aku tetapkan ".


Tubuh Scarlett gemetaran, ia diminta untuk segera memberikan keputusan nya . Dan Alejandro meminta jawaban itu sekarang juga.


Scarlett dilematis, jika ia menyanggupi menikah dengan Alejandro...apakah ia akan bahagia. Karena ia menganggap suatu pernikahan itu sakral. Tidak bisa main-main dalam mengambil keputusan.


Disisi lain, jika ia menjawab tidak Alejandro akan menjual perkebunan chalons pada Antoine. Scarlett tidak bisa bayangkan bagaimana mana nanti nya perkebunan ini, juga nasib para karyawan nya jika yang menjadi pemimpin adalah Antoine Conte. Seorang yang sangat jahat dan semena-mena kepada siapa pun.


" Iya aku bersedia menikah dengan mu ", jawab Scarlett tegas.


Tak sedikit pun ia menundukkan kepalanya lagi .


Sementara Alejandro menaikkan ujung bibirnya, ia tersenyum mendengar jawaban Scarlett.


Alejandro menarik tekuk Scarlett, ia mencium bibir ranum itu dengan penuh gairah, sementara Scarlett hanya diam. Rasanya ia sedang diancam dan diintimidasi oleh Alejandro.


Tapi ia berjuang demi perkebunan yang sangat disayanginya oleh tuan Mathias.


Scarlett bersumpah tidak akan tunduk kepada Alejandro kelak.


Ia sangat tidak suka dengan pemaksaan dan penindasan yang dilakukan oleh orang-orang yang sangat egois demi mencapai tujuan nya.


" Kita akan menikah besok , persiapkan lah dirimu ", ucap Alejandro dengan nada memerintah.

__ADS_1


Kemudian ia berlalu meninggalkan Scarlett seorang diri diruang kerjanya.


Scarlett hanya menatap punggung Alejandro yang keluar dari ruangan itu dengan baju yang sudah robek akibat perbuatan Scarlett tadi.


Sementara Scarlett bingung dengan keadaannya sekarang. Kemeja nya sudah hancur, kancingnya lepas.


" Ahh bagaimana caranya aku keluar dari ruangan ini, ruang kerja menuju kekamar nya cukup jauh lagi. Orang-orang bisa melihat tubuhnya walaupun ia lari sekencang-kencangnya.", batin Scarlett.


tok tokk tokk..


Scarlett panik mendengar ada yang mengetuk pintu.


" Nona Scarlett, apa anda ada didalam ? saya diminta tuan Alejandro mengantarkan pakaian nona ", ujar Levia .


Scarlett bernafas lega, tenyata yang mengetuk pintu ada lah sahabatnya Levia.


" Masuk Levia..


Levia kaget melihat keadaan Scarlett, tetapi ia tidak berani menanyakan apa pun. Ia hanya menyerahkan sebuah kemeja saja, kemudian permisi keluar ruang kerja itu.


Scarlett sudah memakai kemeja nya, dan masuk kekamar nya.


.


Sementara Alejandro berdiri di balkon kamarnya, pandangan matanya nya begitu jauh ke hamparan perkebunan anggur yang sangat luas milik nya.


Sebenarnya ia hanya ingin membuat Scarlett takut pada nya. Karena hanya perempuan itu yang berani dan melawan kepadanya. Scarlett sangat menantang Alejandro.


Walaupun Alejandro sendiri sebenarnya tidak ada niat lagi untuk menjual perkebunan Chalons. Ia menanyakan harga kepada Antoine, karena laki- laki itu sangat angkuh. Datang-datang langsung menawarkan harga .


Yang mana Alejandro sangat paham akan dunia bisnis. Ia menganggap orang seperti Antoine itu adalah pecundang, orang licik.


Yang akan menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginan nya.


Lain hal nya dengan ajakan menikah pada Scarlett, ucapan Alejandro serius adanya. Ia benar-benar menginginkan Scarlett. Apa lagi ia begitu ketakutan melihat kedatangan Antoine tadi.


Tiba-tiba saja Alejandro tergerak hatinya untuk lebih melindungi Scarlett. Alejandro belum tau apakah Antoine ada lah pemilik perkebunan yang memaksa Scarlett menikah dengannya dulu, sehingga Scarlett sangat ketakutan.


Yang pasti Alejandro akan terus melindungi Scarlett. Ia tidak mau terjadi apapun pada Scarlett dan para pekerja perkebunan Chalons. Alejandro sudah sangat nyaman berada diperkebunan ini. Ia memupuk rasa yang dahulu ia miliki, ia kembali mencintai perkebunan ini.


Sementara urusan perusahaan nya di London, Alejandro akan datang sesekali saja dan memantaunya dari jauh. Asisten nya akan memberikan laporan perusahaannya setiap saat.


...


LIKE DAN VOTE YA 🙏


.


IKUTI JUGA NOVEL AUTHOR YANG LAINNYA


" PENGANTIN PENGGANTI "


JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE JUGA YA 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2