
Mobil yang di kendarai Alejandro sudah memasuki kawasan perkebunan Chalons.
Terlihat para buru tani yang sedang sibuk bekerja. Begitu melihat mobil Alejandro melintas, para petani itu pun memberikan hormat kepada bos mereka tersebut.
Alejandro menggenggam erat jemari Scarlett memasuki hacienda. Para pelayan yang melihat keduanya pun memberikan salam.
Alejandro langsung mengajak Scarlett ke kamar mereka.
"Kau harus banyak beristirahat, jangan memikirkan pekerjaan mu dahulu aku sudah meminta Samuel menambah asisten mu di kantor", ucap Alejandro saat membantu Scarlett merebahkan tubuhnya di pembaringan.
"Iya Ale", jawab Scarlett sambil menggenggam tangan Alejandro.
"Ale, maafkan aku karena sudah membuatmu kuatir. Aku kemarin benar-benar merasakan perasaan kecewa kepada mu. Aku pikir semua yang aku lihat di foto-foto itu adalah diri mu", ucap Scarlett pelan.
"Aku tahu siapa pun yang melihatnya pasti menduga foto itu asli. Siapa pun yang mengedit nya pasti lah orang yang benar-benar ahli dalam bidangnya".
"Kau tidak usah memikirkannya lagi yang penting ke salah pahaman diantara kita sudah teratasi. Aku ingin kita sama-sama menata kehidupan masa depan bersama anak-anak kita", ucap Alejandro sambil mengusap lembut wajah istrinya yang sudah begitu segar, walaupun masih terlihat lelah dimatanya.
Alejandro menundukkan kepalanya, mengecup lembut bibir Scarlett. Scarlett membuka mulutnya membiarkan Alejandro bermain memperdalam ciumannya.
Scarlett melingkarkan tangannya pada leher Alejandro dan membalas ciuman suaminya itu.
tok tokk tokk..
Seakan menulikan pendengaran nya, Alejandro semakin menambah gairahnya.
"HM... Ale ada yang mengetuk pintu", bisik Scarlett pelan
__ADS_1
"Hm Kita lanjutkan nanti, sekarang kau istirahat lah pulihkan tenaga mu sebelum kita bermain", jawab Alejandro sambil mengusap lembut wajah Scarlett.
Alejandro beranjak membuka pintu, terdengar suara pelayan memberi tahunya bahwa Samuel menunggu di ruang kerja karena ada hal penting yang ingin disampaikan.
*
"Informasi apa yang akan kau sampaikan pada ku Sam ?"
"Informasi yang akan saya sampaikan ini mengenai tuan Mark Rufaro, ia sekarang menjadi pemilik perkebunan MERCIER .
Perkebunan yang sebelumnya milik tuan Antoine Conte itu sudah dibeli tuan Mark Rufaro beberapa hari yang lalu tuan", ucap Samuel sambil memberikan berkas-berkas info mengenai Mark Rufaro.
Alejandro tampak terkejut mendengar penuturan Samuel. Ia mengusap dagunya. Dengan tatapan tajam yang sulit diartikan.
"Apakah kau menyelidiki juga tentang istri ku di pusat kota saat hampir tertabrak kemarin, apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang semuanya ?" tanya Alejandro dengan intonasi suara yang sangat tegas .
"Sam, kau harus menempatkan orang untuk mengetahui semua gerak gerik Mark Rufaro. Aku tidak mau kecolongan lagi, yang menyebabkan istri dan calon anak ku dalam masalah".
" Baik tuan..
"Kau boleh pergi, lanjutkan lah pekerjaan mu. Segera kabari aku jika ada hal-hal yang penting".
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi", ucap Samuel dengan hormat.
Setelah Samuel berlalu..
"Apa yang sedang kau rencanakan Mark, kenapa tiba-tiba kau membeli perkebunan di sini. Aku sangat paham sepak terjang mu. Jika kau mengusik kehidupan ku dan keluarga ku, kau akan menanggung akibatnya", ucap Alejandro dengan dengan geram.
__ADS_1
*
"Hem...ternyata desa ini sangat indah dan nyaman. Salah satu tempat ternyaman yang pernah aku rasakan.
"Selamat siang tuan Mark, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda tuan".
"Silahkan suruh menemui ku di sini", jawab Mark sambil menyeruput espresso yg tersaji di hadapannya saat ini.
"Selamat siang tuan, perkenalkan saya Peter asisten tuan yang baru di rekomendasikan asisten tuan di London" ucap seorang pemuda tampan yang saat ini berdiri dengan hormat dihadapan Mark yang duduk di kursi taman di perkebunan Mercier.
Mark menelisik penampilan Peter yang sudah di rekomendasikan oleh asisten nya di London.
"Silahkan duduk aku ingin bertanya sesuatu", Ucap Mark kemudian.
Setelah puas mendengar semua jawaban Peter, Mark memutuskan mempekerjakan pemuda itu menjadi asisten nya.
"Selamat datang diperkebunan Merciel, Peter. Kau mulai bekerja besok pelajarilah semua nya besok dikantor. Untuk hari ini cukup, kau bisa pulang sekarang", ucap Mark.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi. Have a nice day, tuan", ujar Peter dengan hormat.
Setelah kepergian Peter, Mark tersenyum.
" Kita akan bertemu lagi teman ku Alejandro. Kita ada lah sepasang kompetitor sejati", ucap Mark tersenyum sambil tangannya merogoh kantong celananya dan mengambil sebuah karet rambut milik perempuan cantik yang ditemui kemarin.
"Siapa kau, aku harap kita segera bertemu kembali", ucap Mark pelan sambil menggenggam erat karet tersebut.
...***...
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏