
"Scarlett maafkan aku, aku tidak bisa menahannya", bisik Alejandro didepan bibir Scarlett.
Scarlett menatap Alejandro dengan tatapan yang sangat lembut.
Sementara kedua tangan Alejandro masih memegang tekuk Scarlett.
"A-Ale a-aku terbawa su-suasana", lirih Scarlett sambil menatap kedua netra Alejandro.
Alejandro tau Scarlett sangat gugup, ia dapat merasakan tubuh itu bergetar hebat.
"Aku tidak tau ada apa dengan diriku, saat bersama mu aku tidak bisa mengontrol diri ku", ucap Alejandro sambil menatap kedua iris bening milik Scarlett.
Scarlett mengerjapkan matanya, membalas tatapan Alejandro.
Kemudian ia menundukkan kepalanya, sambil menautkan kedua tangannya.
"Aku menginginkan mu, Scarlett", bisik Alejandro.
Scarlett masih menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap hazel Alejandro.
Iya tidak mengerti maksud perkataan Alejandro.
Alejandro mengangkat dagu Scarlett agar menatap mata'nya.
Seakan-akan terhipnotis dengan tatapan lembut iris hitam dan bening milik Scarlett, Alejandro kembali menyatukan bibir nya pada bibir Scarlett.
Scarlett, kembali membuka mulutnya ia membiarkan Alejandro kembali menjelajahi ke dalam rongga mulutnya.
Ahh, Scarlett merasakan begitu nikmat dicium seperti itu. Seperti merasakan segerombolan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perut nya.
Sementara Alejandro, seakan tidak bisa menahan gairahnya lagi, ia membuka kancing dress yang membalut tubuh Scarlett.
Nampak kulit putih seputih susu, terpampang didepan mata Alejandro.
"Ahh... A-Ale,
"Owh...
Scarlett mengeluarkan suara desahan dengan bergetar, kala tangan Alejandro meremas dadanya yang sudah membusung.
Tubuh Scarlett, begitu bergetar. Ini sentuhan intim pertama kali baginya.
Alejandro menghisap lembut kedua ***** milik Scarlett yang sangat menantang itu.
"Demi Tuhan Scarlett, kau sangat menggoda ku", bisik Alejandro. Sambil menjilati kedua nya.
Sementara Scarlett tidak tau lagi rupa wajah nya, rambut nya sudah acak-acakan. Begitupun dress yang ia pakai sebagian sudah terlepas dari tubuh bagian atas.
Scarlett merasakan sesak seakan ogsigen dikamar nya habis. Nafas nya semakin menderu.
Alejandro benar-benar menggodanya. Sementara Scarlett hanya bisa mendesah dengan pelan.
Scarlett menekan lebih dalam kepala Alejandro pada dadanya, seolah meminta lebih. Alejandro mengerti itu. Lidahnya terus bermain di pucuk dada yang sudah sangat membusung itu.
Sesaat Alejandro menghentikan percumbuhan panas yang penuh gairah itu. Ia menatap lembut ke dua iris hitam yang tampak di gelung kabut gairah.
Scarlett sebenarnya hanya memberikan respon yang masih sangat kaku bagi Alejandro yang sudah sangat berpengalaman berhubungan intim dengan wanita. Tetapi disitulah letak kenikmatan yang semakin membuat Alejandro ingin terus menjamah tubuh putih mulus bak pualam itu.
Scarlett menatap kedua netra coklat milik Alejandro, sementara dadanya naik turun dengan nafas yang menderu kencang.
"A-ale...,
Alejandro seolah tersadar telah berbuat terlalu jauh pada Scarlett, ia langsung mendudukkan tubuhnya. Ia menatap intens keadaan Scarlett sekarang, sudah begitu acak-acakan, karena perbuatan nya.
"Ohh...shitt,
"Maafkan aku Scarlett", Alejandro tampak menyesal dengan apa yang sudah dimulainya. Ia membetulkan pakaian Scarlett.
Sementara Scarlett, hanya terdiam membisu menatap pria didepannya yang tampak kesal.
"Istirahat lah..
__ADS_1
Alejandro, pergi keluar kamar Scarlett saat itu juga.
Sementara Scarlett, diam tak bergeming. Ia mengusap wajahnya sedikit kasar. Dan berakhir dengan menyentuh bibirnya.
"Ahh, ada apa dengan ku. Aku begitu mudah memberikan milik ku kepada Alejandro. Pada hal ia selalu menjaga tubuhnya. Scarlett selalu melindung tubuhnya itu . Tapi lihatlah tidak halnya dengan Alejandro, ia dengan mudah mengikuti permainan Alejandro. Ia tidak pernah menolaknya, malahan selalu menikmati nya.
Lihatlah apa yang terjadi barusan, Alejandro hampir saja menelanjangi tubuhnya, tapi tidak ada penolakan sedikit pun dari Scarlett. Mungkin jika Alejandro melakukan hal yang lebih jauh lagi, tubuhnya akan menerima nya.
"Argh ada apa dengan ku..
.
Alejandro sedang berada di ruang kerja nya. Ia duduk di kursi meja kerja dengan wajah kacau.
"Scarlett Scarlett Scarlett...
Ia bersandar dikursi sambil memegang dagunya dengan tangan bertumpu pada sandaran kursi.
Ada apa dengan gadis itu, kenapa Alejandro selalu saja tidak dapat mengontrol dirinya kala berdekatan dengan Scarlett.
Alejandro mengusap kasar wajahnya. Gairahnya selalu membuncah sampai ke palung hati kala menyentuh Scarlett.
.
Hari-hari diperkebunan Chalons, Begitu menyenangkan. Seolah mendapatkan pemimpin baru yang tampan dan energik.
Hal itu juga terdengar oleh orang-orang di luar perkebunan.
Salah satunya oleh pemilik perkebunan yang terkenal kekejaman nya Antoine Conte. Pria paruh baya yang terkenal kejam dan juga licik dalam pekerjaannya. Ia selalu menindas pemilik-pemilik perkebunan kecil di daerah itu.
Perkebunan nya merupakan kompetitor dengan perkebunan Mathias yang sekarang dipimpin oleh Alejandro Mathias Rodriguez.
Persaingan Antoine dan Mathias, terjadi sudah sejak mereka remaja. Sama-sama putra tunggal dari keluarga kaya pemilik perusahaan besar di Perancis dan sama-sama memiliki ketampanan yang banyak digilai para wanita. Dan sama-sama mencintai satu wanita yaitu Lolita, tentu saja Lolita lebih memilih Mathias untuk dijadikan suaminya.
Tetapi mereka memiliki sifat yang sangat berbeda, Mathias sangat penyayang. Ia sangat santun dan menghargai perasaan perempuan. Beda halnya dengan Antoine, ia dalam sekejap bisa merusak perempuan-perempuan polos. Kemudian mencampakkannya sesuka hatinya .
Mengetahui kompetitornya sudah meninggal, tentu saja membuat hatinya senang. Apalagi kalau ia berkhayal memiliki perkebunan Mathias dan juga jandanya yaitu Scarlett Damian. Perempuan yang dulu sempat ingin dinikahinya sepuluh tahun yang lalu .
Saat Mathias pergi, orang kepercayaan Antoine menyampaikan bahwa penerus Mathias ingin menjual perkebunan Chalons . Tentu saja mendengar informasi itu, membuat ambisi Antoine semakin berkobar.
Ia ingin menguasai perkebunan Chalons dan juga orang-orang yang ada didalam perkebunan itu. Yang selama ini orang-orang Antoine tidak dapat menjamah mereka karena kehebatan Mathias yang memiliki perkebunan besar dan semakin berkembang pesat.
Bahkan memiliki pabrik yang terbesar di Perancis, dengan memproduksi wine terbaik .
Iya...saat ini perkebunan Chalons telah menguasai pasar. Tidak halnya dengan perkebunan Merciel milik Antoine.
.
Siang ini Antoine bermaksud berkunjung ke perkebunan Chalons, ia ingin melakukan negosiasi dengan pemilik baru perkebunan itu yaitu Alejandro Mathias Rodriguez.
Antoine akan didampingi asisten nya berkunjung ke sana. Saat ini ia dan asisten nya sudah berada didalam mobil mewah, menuju ke perkebunan Chalons.
Ia akan menawarkan harga yang sangat tinggi demi mendapatkan perkebunan itu, juga mendapatkan bonus janda Mathias tentunya.
"Hahahahaaa...
Antoine tertawa menggelegar di kursi belakang mobilnya. Asisten dan sopirnya tidak berani untuk bertanya, kenapa bos nya itu tiba-tiba tertawa.
"Lihat lah Mathias, sebentar lagi aku akan mendapatkan perkebunan mu dengan sangat mudah, berikut janda kecil mu itu... Hahahaha..."
.
Alejandro sedang ada diruang kerjanya, berbicara dengan orang-orang kepercayaannya. Asisten nya Samuel dan Dante sebagai mandor perkebunan .
Juga ada Scarlett diruangan itu, ia sebagai ahli pertanian yang membantu untuk mendapatkan bibit-bibit anggur yang berkualitas di perkebunan Chalons.
Alejandro memberikan beberapa ide demi kemajuan perkebunan dan pabrik. Ia ingin meningkatkan penjualan hasil produksi wine dari pabrik milik nya . Terutama di London, ia yang memiliki banyak chanel di sana sudah menghubungi beberapa koleganya untuk berinvestasi ke pabriknya.
Sudah banyak sekali rekan bisnis Alejandro yang berminat dan mereka dalam waktu dekat akan berkunjung ke perkebunan Alejandro.
Scarlett sangat terkesan melihat kinerja Alejandro yang begitu pintar dan cekatan. Alejandro Laki-laki yang sangat mengagumkan, menurut Scarlett.
__ADS_1
Seperti saat ini, Alejandro menyampaikan beberapa ide cemerlang nya dengan kata-kata yang begitu lugas. Membuat sapa saja yang mendengar nya cepat menangkap maksud dan tujuan dari ucapannya.
Tak berapa lama, pertemuan itu selesai. Samuel dan Dante pamit undur diri, karena masih ada pekerjaan lain.
Tinggallah Scarlett dan Alejandro diruangan itu.
Tidak ada pembicaraan antara keduanya. Scarlett memberikan beberapa catatan nya mengenai pembibitan.
Dan Alejandro membacanya, sambil menganggukkan kepalanya.
"Ale, esok pagi aku dan beberapa orang dari tim ku akan ke kota Piana, membeli beberapa obat untuk pembibitan."
"Kenapa kau tidak meminta perwakilan dari perusahaan penjual obat itu kemari, Scarlett ?
"Perjalanan ke sana sangat berbahaya. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu dan juga orang-orang ku lainnya", jawab Alejandro dengan tegas.
tok tok tokk
"Masuk..."
Samuel membuka handle pintu, "maaf tuan Alejandro, diluar ada tuan Antoine dari perkebunan Merciel ingin bertemu dengan anda, tuan."
Scarlett yang mendengar perkataan Samuel seketika menegang. Wajahnya berubah pucat pasi dan tangannya bergetar hebat. Seolah tercekat, ketakutan.
Alejandro melihatnya..
"Biarkan ia masuk Samuel", perintah Alejandro.
Tak berapa lama, Samuel kembali membuka pintu dan mempersilahkan tuan Antoine masuk keruangan bos nya itu.
"Selamat siang tuan muda Alejandro Mathias Rodriguez ", ucap Antoine dengan nada tegas seolah menghina.
Alejandro yang sedang berdiri dibelakang meja kerja, mempersilahkan Antoine duduk.
Antoine mendekat kearah Scarlett yang masih terduduk didepan meja Alejandro. Ia spontan berdiri dibelakang Alejandro. Tanpa sadar tangannya mencengkram kemeja putih yang melekat ditubuh Alejandro. Tangan Scarlett gemetaran, ia tidak bisa menutupi rasa takutnya atas kehadiran Antoine.
"Selamat bertemu kembali nona Scarlett, kau semakin cantik", ucap Antoine dengan tatapan jalang nya.
"Apa yang membawa mu ingin bertemu dengan ku tuan ?", tanya Alejandro. Ia menyadari Scarlett begitu ketakutan melihat Antoine.
"Baiklah aku to the points saja, anak muda... aku ingin membeli perkebunan ini dengan harga yang sangat tinggi", ucap Antoine yakin dan sombong.
Alejandro yang sudah menduduki kursi kerjanya mendengar kata-kata Antoine, sambil mengelus-elus dagunya dan menatap tajam Antoine.
"Berapa kau sanggup membelinya ?, jawab Alejandro.
"Tiga kali lipat dari penawaran mu, anak muda..."
Scarlett membelalakkan matanya, dalam pikirannya apakah Alejandro memang akan menjual perkebunan ini ?.
Ahh tidak... Scarlett tidak kuat untuk memikirkan nya jika hal itu sampai terjadi .
Jadi untuk apa Alejandro berkeringat bekerja keras selama beberapa bulan ini untuk memajukan hasil kebun dan pabrik jika akhirnya akan berakhir dengan kata DIJUAL.
Scarlett tidak akay pernah memaafkan Alejandro jika ia benar-benar akan melepaskan perkebunan ini.
...
***LIKE DAN VOTE YA 🙏
KOMENTAR LAH DENGAN KATA-KATA YANG SOPAN 🙏🤗
.
IKUTI JUGA CERITA AUTHOR YANG LAINNYA ,
"PENGANTIN PENGGANTI"...
YANG SEMAKIN SERU .
TINGGALKAN JUGA LIKE' DAN VOTE YA 🙏🙏🙏***
__ADS_1