AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
HADIAH ALEJANDRO


__ADS_3

Scarlett meminta Levia membawa makan malam mereka kedalam kamar.


Sementara Alejandro sedang berada di dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Scarlett melangkah ke walk in closet dan mengambil pakaian santai Alejandro didalam wardrobe miliknya. Seperti biasa Scarlett mengambil kaos dan joger pant berbahan lembut yang disukai Alejandro saat tidur.


Ia menaruhnya di atas meja kaca yang ada tidak jauh dari wardrobe milik Alejandro.


Scarlett menyiapkan makan malam yang sudah dibawa oleh Levia kekamar mereka.


"Kau meminta pelayan membawakan makan malam kita ?", tanya Alejandro sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.


"Iya, kau ingin makan apa ? Aku meminta Ana memasak soup asparagus kesukaan mu dan  brioche .


Brioche sepintas mirip dengan roti tawar. Roti ini dibuat dari adonan mentega dan telur. Alhasil, bagian luar roti ini memiliki kerak kering dan crunchy sementara bagian dalamnya fluffy lembut, dan empuk.


Scarlett sudah tahu Alejandro sangat menyukai menu sehat seperti itu.


Alejandro duduk disamping Scarlett.


" Hmm, akhirnya perut ku benar-benar lapar" ujarnya.


Alejandro langsung menyantap makan malamnya. Scarlett senang sekali melihat Alejandro makan dengan lahap seperti itu.


"Apa kau sangat menyukai soup asparagus dan  brioche , Ale ?"


"Untuk soup asparagus aku memang suka sekali, kalau roti nya tidak harus brioche. Semua jenis roti Perancis aku suka", jawab Alejandro tanpa mengalihkan perhatian pada hidangan makan malam nya.


"Sedari aku kecil ibu ku sering sekali memasak soup ini, resepnya di turunkan pada Ana yang menjadi juru masak keluarga ku. Ana sudah bekerja pada keluarga kami puluhan tahun yang lalu", ucap Alejandro.


"Hmm...kalau begitu mulai sekarang aku akan belajar memasak makanan kesukaan mu, tuan muda Alejandro", ujar Scarlett sambil tersenyum.


"Benarkah, apa kau bisa memasak nona Scarlett ?", tanya Alejandro menggoda istrinya.


"Cihh, kau meragukan kemampuan ku ya, tunggu saja weekend ini aku akan memasak makanan yang sangat lezat untuk mu", jawab Scarlett percaya diri.


"Hmm, aku sudah tidak sabar menunggu weekend", balas Alejandro tersenyum sambil mengusap lembut wajah Scarlett.


"Hmm, Scarlett kemungkinan tiga Minggu ke depan aku akan mengajak mu ke London. Aku harap Chalons kembali kondusif setelah beberapa kejadian menimpa perkebunan ini".


"Beberapa hari yang lalu aku sudah memberi peringatan kepada Antoine. Aku yakin ia tidak akan terima dengan perkataan keras yang aku layangkan kepadanya".


"Aku yakin Antoine sedang mempersiapkan balasan. Tetapi kau tidak usah kuatir aku sudah mengetatkan penjagaan pada perkebunan Chalons".


"Aku tidak mau hal buruk seperti yang di alami Colin menimpa pekerja ku yang lainnya".


"Iya Ale, aku yakin tuan Antoine pasti sedang merencanakan sesuatu"


"Apa kau masih takut kepadanya, hem ?" tanya Alejandro sambil membetulkan anak rambut ke sisi telinga Scarlett.

__ADS_1


"Tidak Ale, aku justru menguatirkan kamu. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada kau Ale", ucap Scarlett pelan


"Apa kau begitu menguatirkan aku ?", tanya Alejandro sambil membawa Scarlett dalam dekapannya.


"Iya Ale, aku sudah tidak memiliki siapa pun lagi", ucap Scarlett pelan.


*


"Tuan Alejandro, malam ini ada jamuan makan malam yang diadakan oleh perkebunan


La belle milik tuan Anesto".


"Tuan Anesto akan memberikan perkebunan La belle kepada putra tunggalnya yang baru pulang dari Amerika.


"JAVIER ???"


"Iya, tuan JAVIER ANESTO


Alejandro tersenyum mendengar nama itu "Long time no see you, Javier" ucap Alejandro pelan. Sambil menyandarkan punggung di kursi kerja yang berada di kantornya.


"Berikan konfirmasi aku akan datang bersama istriku" ucap Alejandro.


"Samuel, kirimkan wine terbaik kita pada perkebunan La Belle ", perintah Alejandro.


"Baik tuan, segera saya kirimkan ke sana", jawab Samuel dengan hormat dan pamit undur diri segera mengirimkan wine tebaik perkebunan Chalons pada perkebunan La belle.


Alejandro ingin menyelesaikan semua pekerjaan hari ini sebelum hari menjelang sore. Karena ia akan datang menghadiri undangan keluarga Anesto.


*


Menjelang sore Scarlett kembali ke hacienda. Ia menuju meja makan dan mendudukkan tubuhnya setelah seharian bekerja.


"Nona Scarlett, saya membawakan jus lemon kesukaan nona" ujar Levia sambil meletakkan dua gelas dan teko kaca diatas meja. Di sebelahnya ditata beberapa macam cake.


"Terima kasih, Levia", ucap Scarlett sambil tersenyum. Ia langsung menuang minuman yang menyegarkan itu kedalam gelas dan meneguk nya hingga tandas.


"Levia, apa suamiku belum kembali ?" tanya Scarlett


"Tuan muda belum pulang, nona. Tapi tadi ada kurir yang mengirimkan sesuatu buat nona dari tuan Alejandro.


Kirimannya sudah saya letakkan di kamar nona", ujar Levia.


Scarlett terkejut mendengar Levia memberitahu nya, bahwa Alejandro mengirimkan sesuatu untuk dirinya.


"Apa yang dikirimkan suamiku ?" tanya Scarlett penasaran.


"Maaf nona, saya tidak berani melihat nya. Nanti tuan Alejandro bisa marah kepada saya", jawab Levia memberikan alasan.


"Baik Levia, aku ke kamar ku.

__ADS_1


Aku penasaran apa yang diberikan suami ku". ucap Scarlett sambil beranjak dari tempat duduknya. Dan berlalu dari hadapan Levia yang tersenyum-senyum melihat raut wajah penasaran Scarlett.


*


Scarlett membuka handle pintu, ia menelisik seisi kamar mencari kiriman Alejandro, yang disampaikan Levia tadi.


Netranya menatap beberapa kotak di atas meja sofa.


Scarlett ke sana dan membuka satu persatu kotak, melihat apa isinya.


Scarlett menutup mulutnya yang tampak terkejut dengan kedua tangannya.


"Gaun, clutch, sepatu", seru Scarlett kaget melihat barang-barang mewah itu ada dihadapannya sekarang.


"Kenapa Alejandro mengirim semuanya kepada ku", batin Scarlett merasa aneh.


"Gaun yang sangat indah...ahh semua sangat glamor", gumamnya.


Cleklek...


Alejandro membuka handle pintu kamar, pandangan matanya langsung tertuju pada Scarlett yang berdiri tak bergeming sambil menatap kotak-kotak diatas meja sofa.


"Apa kau menyukainya ?", tanya Alejandro kemudian.


"Ale, kenapa kau mengirimkan semuanya padaku ?", Seperti nya aku tidak membutuhkan barang-barang mewah ini Ale. Kau pasti banyak menghabiskan uang mu untuk membeli semua", ujar Scarlett.


"Kau meragukan aku ya", balas Alejandro sambil memeluk tubuh Scarlett dari belakang.


"Malam ini kau akan ikut dengan ku menghadiri undangan tuan Anesto pemilik perkebunan La Belle", jawab Alejandro menjelaskan dengan singkat maksudnya kenapa ia mengirimkan barang-barang itu pada Scarlett.


"Tapi Ale, aku tidak pernah pergi ke pesta. Nanti aku akan membuatmu malu", ucap Scarlett dengan nada terdengar lirih.


"Siapa yang malu mengajak mu, kau sangat cantik. Aku justru bangga menggandeng mu", bisik Alejandro ditelinga Scarlett.


"Ayo sekarang bersih kan tubuh mu, nanti ada stylish yang akan merias wajah dan rambut mu", ucap Alejandro sambil mencium lembut wajah Scarlett.


"Iya Ale", jawab Scarlett melepaskan diri dari pelukan Alejandro dan menuju kamar mandi.


...***...


LIKE DAN VOTE 🙏


BIAR AUTHOR SEMANGAT 🤗


.


BAGI YANG NGAK SUKA NUNGGU LAMA UPDATE NYA


SILAHKAN BACA NOVEL AUTHOR "PENGANTIN PENGGANTI" (tamat)

__ADS_1


__ADS_2