AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
RAHASIA


__ADS_3

Suasana panti saat ini begitu ramai, terdengar tawa canda senda gurau dari penghuni panti. Karpet lebar sudah terbentang di bawah pohon rindang di depan rumah utama. Para wanita sudah menyiapkan berbagai hidangan di atas karpet tebal yang di bentang kan di atas rumput berwarna hijau terang itu.


Di atasnya sudah tertata rapi berbagai macam jenis makanan, minuman yang menyegarkan dan beberapa macam cemilan sehat hingga buah sebagai pencuci mulut.


Para pria saat ini sedang bermain bola kaki di lapangan terbuka termasuk Alejandro dan Javier. Sementara para wanita bersorak-sorak di pinggir lapangan memberikan dukungan kepada tim yang diunggulkan masing-masing.


"Scarlett, bagaimana keadaan kandungan mu nak ?" tanya Catherine dengan penuh kasih sayang. Ia mengusap lembut perut Scarlett sambil tersenyum.


"Baik bu, kehamilan ku sudah masuk empat belas Minggu. Dan aku sudah tidak mengalami mual-mual lagi.


"Ibu senang mendengarnya sayang. Semoga kau dan anak mu sehat sampai hari melahirkan nanti".


"Iya bu", ucap Scarlett sambil memeluk tubuh Catherine dengan sayangnya yang duduk disebelah Scarlett. Sementara Moza dan Olivia menjadi supporter pertandingan bola dipinggir lapangan.


"Ibu senang melihat mu bahagia anak ku, ibu senang karena kau mendapatkan suami sesungguh nya yang sangat menyayangi mu. Kau layak untuk bahagia nak, pengalaman masa kecil dan remaja mu lah yang sudah menghantarkan mu hingga seperti sekarang. Kau harus bersyukur anak ku", ucap ibu Catherine sambil mengusap lembut rambut hitam Scarlett.


"Iya bu aku tidak lupa akan hal itu", ucap Scarlett pelan.


Scarlett mengendurkan pelukan nya saat melihat Alejandro dan Javier serta anak-anak yang lainnya mendekati mereka.


"Ayo anak-anak saatnya makan, jangan lupa bersihkan dulu tubuh kalian", ucap Moza sambil bertepuk tangan memberi semangat kepada anak-anak yang baru selesai bertanding.


Mereka semua makan bersama dalam suasana hangat. Tak henti obrolan dan joke-joke ringan di lontarkan oleh Alejandro dan Javier membuat suasana semakin ramai dengan tawa canda. Suasana yang begitu menggembirakan.


Setelah selesai makan, anak-anak panti perempuan yang sudah beranjak remaja membersihan sisa makanan dan minuman.


Tampak Alejandro dan Javier merebahkan tubuhnya di atas karpet dengan tangan mereka sendiri yang di jadikan batal sebagai alas kepala. Keduanya tampak mengobrol ringan.


Sementara anak laki-laki melanjutkan permainan sepak bola di lapangan.

__ADS_1


"Olivia, apa kekasih mu tidak kemari ?", tanya Scarlett.


"Ia masih ada pekerjaan Scarlett. Aku sempat kesal kepadanya, bagaimana mungkin weekend begini ia masih menyelesaikan pekerjaannya", ucap Olivia dengan sedikit menunjukkan wajah kesalnya.


"Kau harus sabar Olivia, laki-laki pekerja itu memang begitu. Kekasih mu sama saja dengan mereka berdua", balas moza sambil menunjuk Javier dan Alejandro yang masih sama-sama terlentang beberapa jarak dari mereka.


"Mereka itu kalau sudah bekerja lupa akan waktu. Tanya saja dengan Scarlett, iya kan Scarlett ?"


"Iya Moza benar", jawab Scarlett.


"Bahkan sekarang aku tidak diizinkan Mark pergi ke perkebunan membawa mobil sendiri..huhh", seru Olivia.


"Hahaaaa... sama saja dengan ku Oliv, Javier juga melarang ku membawa mobil sendiri keperkebunan. Aku juga bingung apa maksudnya coba mereka melarang kita seperti itu", balas Moza dengan wajah tidak berminat nya.


"Kalian berdua harus mengambil sisi positif nya, berarti Javier dan Mark menyayangi kalian. Mereka laki-laki bertanggung jawab tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap wanita yang di cintai nya", jawab Scarlett dengan kata-kata bijaknya.


"Iya juga ya..", balas Moza dan Olivia hampir bersamaan.


Sementara Alejandro dan Javier mengobrol di sofa yang ada di ruang keluarga. Keadaan rumah Scarlett sudah sangat nyaman. Walaupun masih mempertahankan bangunan model lamanya.


Beberapa saat terdengar bel berbunyi dari pintu depan. Alejandro beranjak dari tempat duduknya hendak membukakan pintu.


Ia membuka handle pintu dan terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu.


"Mau apa kau kesini Mark Rufaro. Aku rasa tidak ada yang mengundang mu dan tidak ada yang menarik dirumah ini yang bisa kau ambil", ucap Alejandro spontan, sambil menatap tajam Mark Rufaro yang berdiri di hadapannya saat ini.


"Heh...tentu saja ada yang menarik di rumah ini sehingga membuat seorang Mark Rufaro berada dihadapan mu Alejandro Mathias Rodriguez", jawab Mark tak kalah tajam menghunuskan tatapan matanya pada Alejandro.


"Aku menjemput ke kasih ku, kau tidak bisa melarang ku menjemput nya", ketus Mark.

__ADS_1


Dengan wajah menahan emosi, Alejandro membuka lebar pintu rumah itu dan Mark melangkah masuk.


Mark menelisik ruangan rumah itu, dan sekilas ia melihat banyak foto-foto lama yang tertempel di dinding. Sesaat ia tertegun dan terdiam, ketika netranya terpaut pada satu foto. Mark menatap tajam sebuah foto lama itu.


Mark tergerak untuk mendekati foto itu dan menatapnya dengan tatapan terkejut. Ia mengambil foto yang sudah tampak lusuh dan tidak utuh lagi.


"Dia...? Beberapa kali Mark nengerjap-ngerjapkan dan menggosok mata dengan tangannya, supaya pengelihatan nya lebih jelas.


"Alejandro... ini rumah siapa ?" tanya Mark tanpa mengalihkan matanya dari foto itu.


"Cih kau ini datang menjemput kekasih mu atau ada kepentingan lainnya Mark. Aku sangat paham siapa diri mu itu. Kau tidak bisa membodohi aku", balas Alejandro dengan nada mengejek.


"Alejandro aku serius", jawab Mark dengan suara emosi yang tertahan. Ia berusaha menahan amarahnya pada Alejandro. Netra abu-abu milik nya menatap tajam Alejandro dengan rahang yang sudah mengeras.


"Kita harus bicara Alejandro... Sekarang juga...!!", ucap Mark dengan tegas sambil melangkahkan kakinya keluar rumah.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...

__ADS_1


...(on-going)...


__ADS_2