
Beberapa hari telah berlalu..
"Selamat pagi ibu, apa kabar ibu pagi ini", ucap Mark yang saat menemui ibunya yang sedang duduk di balkon kamar.
"Apakah ibu senang berada di perkebunan ini ?", ucap Mark lagi sambil menggenggam jemari yang mulai keriput di dera usia. Wanita yang bernama Caitlin itu tidak merespon apa pun dari Mark.
Tanpa menyerah Mark terus mengajak Caitlin berbicara. Sesekali laki-laki itu mencium lembut tangan Caitlin. Mark sudah terbiasa melihat sang ibu tidak merespon seperti itu kepada nya.
Caitlin seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik duduk di kursi roda. Tatapan matanya kosong dan melihat hanya satu arah saja yaitu ke depan.
"Sekarang ibu berada di perkebunan Merciel, milik ku".
Tak berapa saat Caitlin menolehkan kepalanya ke Mark,
"Damian...
Mark menarik nafasnya, perlahan. Ia sangat sedih melihat ibunya seperti itu. Yang di ingatnya hanya nama Damian.
"Ibu, aku harap penyakit ibu bisa berangsur membaik saat tinggal di sini, setidaknya ibu ingat kepada ku. Aku harap ibu bisa mengingat adikku juga dengan perlahan", ucap Mark lembut.
"Kita akan selalu bersama, kita satu keluarga. Sekarang ibu dan aku tidak akan kesepian lagi, karena Scarlett sudah aku temukan. Ia memiliki suami yang baik dan akan selalu menyayangi dan mencintai nya.
Scarlett sedang hamil anak mereka, cucu pertama ibu, dan juga keponakan ku".
"Ibu harus sehat agar bisa berkumpul dan menikmati kebersamaan kita yang sempat tercerai berai".
"Ibu harus ingat, dulu saat ibu pergi meninggalkan aku, aku juga membenci ibu tetapi itu tidak lama karena kau kembali kepada ku. Tetapi Scarlett hidupnya sangat menyedihkan ia harus berjuang menghadapi kejamnya dunia ini seorang diri. Sementara ayahnya sudah meninggal Sebelas tahun yang lalu".
"Secepatnya ibu akan bertemu Scarlett, ia tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik dan lembut. Selalu menebarkan kebaikan, ia sekarang tinggal di dekat kita. Malam ini Alejandro suaminya akan membawa Scarlett bertemu dengan ibu. Aku harap pertemuan nanti membawa kebaikan untuk ibu dan Scarlett", ucap Mark sambil mencium pucuk kepala Caitlin.
*
Scarlett sedang mbaca buku kesukaannya di atas tempat tidur saat handle pintu kamar dibuka Alejandro.
Alejandro tampak berkeringat, kemeja yang di pakainya sampai basah dan mencetak sempurna bentuk tubuh gagah nya itu.
Ia menghampiri Scarlett dan mencium pucuk kepalanya.
"Ale, kau berkeringat dan bau matahari... bersihkan dulu tubuhmu", protes Scarlett yang duduk di sandaran tempat tidur.
Alejandro nyengir kuda di tegur seperti itu.
__ADS_1
"Aku sehabis berkuda keliling perkebunan, sayang", ucapnya sambil membuka satu persatu kancing kemeja dan melepaskan juga celana jeans yang membalut tubuh atletis nya.
Boxer nya pun di buka di hadapan Scarlett.
"Kau ini kebiasaan sekali membuka pakaian di sembarang tempat", ucap Scarlett tanpa mengalihkan perhatian nya dari tubuh polos suaminya.
"Baiklah aku mandi sekarang...oh ya Scarlett Mark mengundang kita makan malam di perkebunan nya. Dan aku sudah menerima undangan nya itu", ujar Alejandro sambil berlalu dari hadapan Scarlett masuk kekamar mandi yang berada satu ruangan dengan walk in closet.
Scarlett menggelengkan kepalanya melihat suaminya itu melenggang cuek dengan tubuh polosnya. Walau pun tiap hari Scarlett melihat pemandangan seperti itu tetap saja membuat nya menelan salivanya sendiri. Dan sekuat tenaga, menahan diri tidak terpancing untuk menyentuh tubuh itu karena bisa-bisa ia sendiri yang kena imbasnya nanti. Dibuat Alejandro tak berkutik, dibawah kungkungan nya dan menjerit berulang kali.
*
"Selamat datang di perkebunan Le Merciel Alejandro, Scarlett..aku senang kalian menghadiri ajakan makan malam ku", ucap Mark memeluk hangat tubuh Alejandro.
Mark tersenyum bahagia melihat kehadiran Scarlett di samping Alejandro.
Tampak Olivia mendorong kursi roda di atasnya duduk Caitlin yang malam ini terlihat sangat anggun.
Scarlett merasakan jantungnya berdegup kencang saat melihat perempuan paruh baya duduk diam di atas kursi roda yang di dorong oleh Olivia. Entah lah kenapa begitu. Scarlett seperti pernah melihat wajah perempuan itu tetapi ia lupa entah di mana ditemui nya. Scarlett menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Perubahan wajah Scarlett tak luput dari perhatian semua yang ada.
Alejandro mengajak istrinya mendekati Caitlin,
"Selamat malam nyonya Catlin, senang berkenalan dengan anda", ucap Alejandro sambil menarik lembut lengan yang sudah menampakkan tonjolan urat dibeberapa sela bagian itu Alejandro mencium lembut tangan Catlin.
Caitlin tak merespon apa pun.
Sementara Olivia mengusap-usap dengan lembut pundak Caitlin dan membisikkan sesuatu di telinga nya
Scarlett mengikuti Alejandro,
"Selamat malam nyonya Catlin, saya Scar...
"Gabby...Damian...!"
Tiba-tiba Caitlin mengusap lembut wajah Scarlett, menatapnya lekat dengan lembut dan memeluk leher Scarlett dengan erat.
Tentu saja Scarlett terhentak kaget. Mark menjelaskan kepada Scarlett bahwa ibunya sakit Demensia, mengalami penurunan daya ingat. Membuat Scarlett mengerti.
Mark mendekati ibunya yang tiba-tiba merespon seperti itu saat melihat Scarlett.
__ADS_1
"Ini Scarlett bu, istrinya Alejandro ibu"
"Tidak..ia Gabby ku, ia Gabby..", ucap Caitlin masih memeluk erat leher Scarlett.
Berulang kali Alejandro Mark bertukar tatapan begitupun dengan Olivia yang sudah mengetahui semuanya.
Lain halnya dengan perasaan yang dirasakan Scarlett, saat Caitlin memeluknya erat . Scarlett spontan membalas pelukan itu. Ia tidak mengerti sama sekali kenapa jantungnya tak henti berdetak kencang seperti saat ini.
Mark berjongkok di hadapan ibunya. "Ibu sekarang saatnya kita makan malam, ibu pasti sudah lapar ibu harus melepaskan pelukan di leher Scarlett", bisik Mark ditelinga Catlin.
Perlahan tangan Catlin mengendur dari leher Scarlett.
"Gabby..." lirih Catlin sambil mengusap lembut wajah Scarlett yang masih berada dekat dengannya.
Saat hendak makan, tiba-tiba Catlin menunjuk kursi di sebelah Scarlett. Seorang perawat nya mengerti dan langsung memberi tahu Mark apa yang diinginkan Catlin.
Tentu Scarlett senang mendengar nya, bahkan saat makan pun Scarlett bersedia menyuapkan makanan kepada Catlin dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Melihat pemandangan di depan mata seperti itu membuat Mark beberapa kali mengerjakan matanya yang sudah memanas. Ia terharu, perasaannya berkecamuk, tetapi sekuat tenaga menahan semua rasa itu. Ia tidak mau merusak suasana dengan tangisannya saat melihat ikatan batin yang begitu kuat antara ibunya dan adiknya meskipun saat ini ke-dua nya belum mengetahui bahwa mereka memiliki aliran darah yang sama.
Olivia menggenggam erat jemari Mark yang ada di atas pahanya, memberikan kekuatan dan mendukungnya sepenuh hati.
Sementara Alejandro pun sesekali mengusap punggung istrinya saat melihat Scarlett menyuapkan makanan ke mulut ibunya.
Semua menikmati makan malam mereka, sementara Catlin duduk di sebelah Scarlett dengan tenang. Dan sudah menunjukkan senyum nya. Sesekali ia mengusap lembut wajah polos Scarlett yang begitu dekat dengannya.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏
...KARYA EMILY :...
...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...
...2. AIR MATA SCARLETT...
...(on-going)...
...3. SERPIHAN HATI ELLENA...
...(on-going)...
__ADS_1