AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
BERKUNJUNG KE PANTI


__ADS_3

Mobil yang dikendarai sopir Alejandro melaju dengan kecepatan sedang menuju ke perbatasan kota Champaign.


Scarlett menggenggam erat jemari suaminya, sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Alejandro.


Alejandro menutup sekat pembatas mobil supaya lebih privacy untuk nya dan Scarlett.


"Scarlett apa masa kecil mu kau habiskan di rumah itu ?", tanya Alejandro sambil membalas genggaman tangan Scarlett.


"Iya Ale, di rumah itulah aku menghabiskan waktu kecil hingga remaja. Ayah ku pergi keperkebunan Merciel saat aku masih terlelap tidur. Karena letak rumah kami yang jauh dengan perkebunan membuat ayah harus meninggalkan ku saat aku masih terlelap tertidur", jawab Scarlett lirih. Terasa sekali kepedihan di setiap ucapannya.


"Saat aku kecil, aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Aku tidak berhak untuk menangis karena aku sendirian saat aku terbangun. Rasanya tangisan ada hal yang sangat mahal, aku tidak memiliki hak untuk menangis' hingga aku menahan tangisan itu didalam sanubari ku . Aku ingat sekali untuk yang pertama aku sudah menyadari bahwa ayah selalu meninggalkan aku sendirian saat hari masih gelap. Bagaimana air mata ku kering dengan sendirinya, Itulah terakhir aku menangisinya.


Aku rasa usia ku masih lima atau enam tahun kala itu."


Alejandro mencium lembut pucuk kepala Scarlett. Dan mengeratkan genggaman tangannya.


"Hingga aku memberanikan diri mendatangi panti yang ada di sebelah rumah kami. Aku sangat bahagia di sana tidak merasa kesepian dan ketakutan lagi. Ibu Catherine sangat baik sekali kepada ku. Semenjak saat itu setiap kali ayah sudah pergi aku tidak takut dan merasa sendiri, aku diterima bermain di panti sesuka hati ku", ucap Scarlett dengan senyum getir mengingat masa lalu nya.


"Aku tidak pernah menyesal mengalami saat itu. Untuk ku masa lalu akan tetap menjadi masa lalu yang akan menjadi sebuah kenangan di masa kini atau nanti. Dengan kerasnya kehidupan ku dulu, membuat aku berjuang menjadikan pembelajaran berharga sehingga aku bisa sekuat tenaga mewujudkan impian".

__ADS_1


Alejandro menganggukkan kepalanya, sambil mengusap lembut wajah Scarlett.


"Scarlett, dimana ibu mu saat itu ?"


"Aku sudah tidak memiliki ibu Ale, sejak aku dilahirkan. Menurut ayah ku ibu tidak pernah mengharapkan kehadiran ku, sehingga meninggalkan aku saat lahir ke dunia ini", ucap Scarlett dengan suara bergetar sambil mengusap buliran bening dimatanya yang jatuh di pipinya.


"Ibu ku begitu tega kepada ku. Saat mendengar ia telah dengan teganya meninggalkan aku dan ayah, hati ku sudah tertutup. Aku tidak ingin mencarinya. Biarkan aku tidak pernah mengenalnya seumur hidupku. Buat ku hidup ku tidak kekurangan kasih sayang karena memiliki ayah dan keluarga panti", ucap Scarlett lirih dengan linangan air mata.


Alejandro mengusap air mata yang membasahi wajah Scarlett dan mencium lembut ke-dua iris yang masih ada sisa-sisa air matanya.


Alejandro tidak menyangka masa kecil istrinya sangat menyedihkan seperti itu. Bahkan ia tidak mengetahui wajah wanita yang melahirkan nya ke dunia ini.


Setelah beberapa saat, mobil yang di kendarai Juan memasuki halaman panti.


Begitu melihat sebuah mobil masuk ke halaman, wajah anak-anak itu terlihat sangat bahagia.


Melihat Scarlett dan Alejandro yang datang, mereka berlari memeluk tubuh Scarlett dan Alejandro.


Sementara Juan membawa semua hadiah yang sudah di persiapkan untuk penghuni panti masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Tak lama berselang, tampak dua mobil memasuki halaman panti. Terlihat Moza dan Javier turun dari mobil dan membawa keranjang buah serta beberapa tote bag menghampiri Scarlett dan Alejandro yang masih berdiri bersama anak-anak.


Sementara mobil satunya, tampak turun Olivia seorang diri dengan membawa banyak box makanan.


Ibu Catherine menyambut semua tamunya dengan raut wajah bahagia. Dan mengajak semuanya masuk kedalam rumah yang ada di sebelah rumah masa lama Scarlett. Rumah itu sudah menjadi bangunan yang luas setelah di renovasi oleh Alejandro.


"Ayo kita masuk, setelah makan saja kerumah masa kecil ku",. ucap Scarlett. Dan diikuti oleh semuanya.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...

__ADS_1


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going)...


__ADS_2