AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
EXTRA PART JAVIER DAN MOZA ( HONEY MOON )


__ADS_3

"Javi, kau harus memotret ku. Ahh.. ternyata Bali begitu indah, melihat pemandangan disini secara langsung jauh lebih indah dibandingkan di internet.


Sudah seminggu Moza dan Javier honey moon di negara kawasan Asia tenggara. Beberapa hari yang lalu mereka berada di Phuket yang sangat terkenal dengan keindahan lautnya.


Sekarang Javier dan Moza sudah berada di Bali Indonesia.


Dengan suasana romantis bahkan tak henti keduanya memadu kasih selama honey moon.


Tak ketinggalan Javier menyalurkan hobinya nantang ombak dan surfing. Bahkan ia dengan perlahan-lahan mengajari Moza bergelung dengan papan selancar melawan ombak yang besar.


Awalnya Moza sangat ketakutan namun sudah beberapa hari latihan dengan suaminya sendiri membuatnya menjadi menyukai salah satu olahraga uji nyali tersebut.


"Sekarang ayo kita kembali ke hotel. Malam nanti kita makan di pinggir pantai Jimbaran yang terkenal", ucap Javier sambil menggenggam jemari tangan Moza. Sesekali mereka berciuman mesra.


"Oh benarkah sayang kau akan mengajakku dinner romantis ?", tanya Moza memastikan ucapan suaminya sambil bergelayut manja.


"Tentu saja, atau kau mau kita habiskan saja waktu kita di kamar malam ini ? jawab Javier sambil mengedipkan sebelah matanya. "Aku belum puas mengeksplore tubuh mu", bisik Javier menggoda Moza yang merona seperti buah tomat segar.


"Sayang...", seru Moza sambil memukul lengan Javier.


Javier dan Moza memang sudah merencanakan perjalanan bulan madu mereka di pulau Phuket Thailand dan pulau Bali Indonesia. Tentu saja Moza menyambut baik ide itu, karena jujur saja ia sudah bosan berkeliling Eropa hanya menikmati salju saja saat honey moon.


Tentu saja Moza ingin yang spesial, yaa salah satunya honey moon ke Asia tenggara Thailand dan Indonesia. Negara tropis yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya.


Saat di Thailand Javier mengajak istrinya itu makan romantis di kapal pesiar sambil mengelilingi pulau Phuket yang terkenal di seluruh dunia.


Sementara di pulau Dewata, Javier memilih tidur di kawasan pantai Kuta yang sangat indah dan romantis. Seakan tidak pernah tidur, semakin malam kawasan itu semakin ramai.

__ADS_1


Mereka juga mengunjungi tanah lot yang eksotis. Tak henti Moza dan Javier mengabadikan perjalanan mereka dalam sebuah video ataupun foto yang akan di jadikan kenangan.


"Ahh, masih ada beberapa jam menuju makan malam. Kemarilah", ucap Javier yang sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur hanya berbalut bathrobe berwarna putih. Sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya Javier menatap istrinya yang hanya menggunakan tank top crop tanpa tali dan sort pant. Sementara rambutnya di ikat acakan saja diatas kepala.


Moza duduk ditepi tempat tidur, menatap lekat ke-dua manik biru Javier.


Pun Javier menatap manik abu-abu istrinya itu. Javier tidak akan bisa mengontrol dirinya jika sudah seperti itu. Ia menarik tengkuk Moza dan me*umat dalam-dalam bibir ranum itu. Begitu Moza membalas dengan penuh gairah. Bahkan tubuhnya naik ke tubuh Javier. Keduanya berguling-guling saling menindih.


"Ahh..", Moza mengerang saat Javier meremas puncak dadanya.


Sangat mudah bagi Javier menurunkan tank top model kemben begitu sekali tarik saja sudah memperlihatkan dada yang sudah menantang. Saat ini Moza di bawah kungkungan tubuh berotot sempurna Javier.


"Ahh, Javi.. h-hentikan j-jangan menggodaku seperti itu OHH", Moza mengerang sambil mengelijang menahan dorongan gairah yang menguasai dirinya akibat perbuatan suaminya yang menjilati intinya dan sesekali membelainya dengan jemari tangannya.


Lagi dan lagi, Moza tidak bisa mengontrol dirinya. Ia selalu cepat menerima godaan Javier pada setiap jengkal tubuhnya.


Moza mengusap dada hingga perut sixpack Javi. Hingga menggengam inti Javier dan mengulumnya bergantian memainkannya dengan tangan lembutnya. Membuat Javier tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Ia berdiri dan menarik paha Moza ke pinggir tempat tidur dan mengarahkan miliknya ke inti Moza yang sudah basah.


Moza menggigit bibir bawahnya saat merasakan milik Javier ingin menerobos masuk ke inti nya. Moza meremas sprei berwarna putih di sisi kiri dan kanan tangannya. "OHH..ahh Javi", erangan memenuhi kamar itu saat Javier menghentakkan miliknya begitu dalam ke inti Moza.


Sesekali meremas hingga mencubit lembut puncak Moza yang berwarna merah muda begitu menggoda itu.


"Honey...ohh, aku tidak kuat lagi ingin meledak", ucap Moza dengan suara bergetar.


"Jangan di tahan sayang, keluarkan saja", bisik Javier kembali menindih tubuh Moza. Dengan nafas tersengal-sengal keduanya berlomba mereguk kenikmatan bercinta.


Hingga Javier mengerang panjang sambil menggenadahkan kepalanya sambil memejamkan matanya. Begitu pun Moza menjerit menyebut nama Javier dengan lirih dan menggigit pundak suaminya. Saat merasakan cairan hangat Javier menyembur memenuhi intinya.

__ADS_1


"Ahh sayang kau membuat ku selalu menginginkannya", bisik Javier sesaat menyabut miliknya yang masih memenuhi inti Moza.


"Apakah aku menyakitimu, sayang ?"


Moza menggelengkan kepalanya "Tapi kau selalu membuatku kelelahan", ucap Moza dengan suara nyaris tak terdengar.


Javier tersenyum mendengarnya. Ya, memang ia selalu membuat istrinya itu menjerit berulang-ulang. Tentu saja Javier akan terus melakukannya mengingat saat ini bulan madu mereka. Javier ingin segera menyusul sahabatnya Alejandro untuk segera memiliki anak.


"Semoga honey moon ini membuahkan hasil", batin Javier sambil memeluk tubuh Moza yang sudah terlelap.


...***...


KARYA EMILY LAINNYA :




MENJADI YANG KEDUA




PENGANTIN PENGGANTI


__ADS_1



__ADS_2