AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
KRITIS


__ADS_3

"Maafkan aku Ale, semua karena kelalaian ku", lirih Scarlett terisak. Ia begitu syok melihat suaminya yang sangat dicintainya bersimbah darah setelah melindungi Scarlett dari tembakan orang Antoine.


"Aku tidak akan pernah memaafkan diriku jika terjadi hal yang paling ku sesali dalam hidupku Ale. Aku mohon bertahanlah untuk ku dan calon anak kita, Alejandro.


"Oh my god, help me..."


Petugas medis yang ikut mendampingi Alejandro tampak panik ia memberikan beberapa suntikan melalui selang infus yang terpasang ditubuh Alejandro.


"Ale, bangunlah sayang", ucap Scarlett sambil mengusap lembut wajah laki-laki yang sangat dicintainya itu dan selama beberapa bulan telah mengisi relung hatinya yang terdalam. Laki-laki yang selalu bertindak lembut dan selalu membuat Scarlett tersenyum bahagia.


Satu jam lebih perjalanan yang ditempuh, ambulance yang membawa mereka berhenti dirumah sakit terbaik di kota Champaign. Petugas medis cekatan segera memindahkan tubuh Alejandro ke tempat tidur yang didorong oleh beberapa petugas berlari dengan cepat memasuki ruang pemeriksaan untuk memberikan tindakan terbaik untuk Alejandro.


Diluar rumah sakit penuh sesak oleh orang-orang Alejandro dan para petugas kepolisian.


Samuel mengurus segala sesuatu tentang surat menyurat bos nya yang akan diambil tindakan.


Scarlett tak henti mengusap kedua matanya dengan punggung tangannya. Ia sendirian di ruang tunggu di depan ruangan tempat Alejandro di ambil tindakan nya.


Wajah Scarlett begitu pucat. Ia benar-benar terguncang. Bahkan ia melupakan bahwa saat ini di dalam perut nya ada calon anak mereka yang membutuhkan bantuannya perhatian.

__ADS_1


"Scarlett...


Seakan tidak mendengar Scarlett tak bergeming ia terdiam di kursi tempat nya semula tanpa gerak apa pun


"Scarlett..", Moza memeluk tubuh lemah Scarlett


"Scarlett kau harus kuat, kau harus kuat demi Alejandro yang sedang berjuang didalam sana juga untuk anak mu", bisik Moza saat melihat Scarlett begitu syok.


Moza datang bersama Javier. Saat ini Javier sedang berbicara dengan paramedis dan beberapa orang perwakilan dari pihak kepolisian.


Moza memeluk erat tubuh Scarlett, ia menutupi tubuh tubuh itu dengan Coat tebal yang dipakainya. Moza memberikan air mineral dan makanan pada Scarlett, yang sengaja dibawahnya diperjalanan menuju rumah sakit. Moza tahu pasti Scarlett sanga t terguncang dan syok ia tidak akan memperhatikan keadaan dirinya sendiri yang saat ini sedang hamil muda .


"Makanlah Scarlett kau harus menjaga calon anak kalian, aku yakin Alejandro juga akan bertahan demi anak kalian. Lakukanlah untuk Alejandro dan calon anak kalian", ucap Moza menyadarkan lamunan Scarlett.


Scarlett narik nafasnya dalam-dalam, ia mengerjap-ngerjapkan kedua netranya seakan baru siuman dari pingsannya. Scarlett terlihat lebih bersemangat. Ia meminum air mineral hingga tandas dan memakan semua makanan yang di berikan Moza.


Moza mengusap rambut Scarlett, ia memberikan tissue pada istri saudaranya itu kemudian menggenggam erat tangan Scarlett. "Kau harus kuat..." ucap Moza mengulangi ucapannya beberapa saat yang lalu.


Scarlett menganggukkan kepalanya dengan yakin.

__ADS_1


"Terima kasih Moza", ucapnya dengan suara pelan nyaris tak terdengar.


Tampak dokter keluar dari ruang dimana Alejandro berada. Scarlett berdiri dengan spontan sementara Moza memegang tubuh Scarlett berjaga-jaga jika Scarlett syok mendengar berita yang akan disampaikan.


Javier memberi isyarat ke pada dokter agar berbicara dengannya.


Dokter itu langsung menghampiri Javier.


"Bagaimana keadaan Alejandro ?"


"Tuan Alejandro dalam keadaan kritis, ia banyak kehilangan darah nya. Peluru yang bersarang tubuhnya hampir mengenai organ vital. Dan ada satu peluru yang hampir merenggut nyawanya jika terlambat ditangani. Kami harus mengambil tindakan segera mengoperasi tuan Alejandro", ucap dokter menjelaskan dengan rinci keadaan pasien nya.


"Izinkan saya berbicara dulu dengan istrinya dokter, saya harus menyampaikan kabar ini secara pelan karena istri pasien sedang mengandung", jawab Javier dengan wajah serius.


"Baik tuan, silahkan berbicara dengan keluarga pasien dan segera hubungi kami karena tuan Alejandro segera harus di operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dadanya. Jika terlambat peluru itu akan menyumbat aliran darah ke jantung beliau. Dan ini bisa berakibat sangat fatal", jawab dokter menjelaskan dengan rinci.


JAVIER mengangguk kan kepalanya dan segera menyampaikan berita ini pada Scarlett.


...***...

__ADS_1


SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN, LIKE DAN VOTE YA 🙏


SEBAGAI IMBALANNYA AUTHOR AKAN UPDATE TIGA BAB PERHARI 💃


__ADS_2