AIR MATA SCARLETT

AIR MATA SCARLETT
BERDOA UNTUK SANG IBU


__ADS_3

"A-ku mohon bertahanlah..


"IBU...


Air mata Scarlett kian deras membasahi pipinya. Mark yang melihat tubuh adiknya tampak bergetar hebat sambil menahan perut bagian bawah dengan tangannya, segera menghampiri Scarlett dan membawa tubuh bergetar itu ke dalam pelukannya.


"Scarlett, apa kau tidak apa-apa ? ayo tenangkan diri mu. Kau tidak boleh terlalu banyak pikiran ingat kandungan mu", ucap Mark sambil menuntun adiknya tempat duduk.


Mark, mengusap air mata di pipi Scarlett. Sementara Olivia duduk di samping Scarlett sambil memberikan air mineral kepada Scarlett. Tampak Alejandro menghampiri Scarlett dan menyandarkan kepalanya di bahu nya.


Tak lama berselang dokter, keluar dari ruangan tempat Caitlin di rawat.


Mark beranjak menghampiri dokter "Bagaimana keadaan ibu saya dokter ?"


"Untuk saat ini kondisi pasien sudah normal, pihak keluarga sudah bisa bergantian melihat pasien secara dekat", ucap dokter yang bernama Rolland.


"Bagaimana untuk masa kritis nya dokter ?"


"Saat ini masih masuk katagori masa kritis. Tetapi jika kondisi tubuh nyonya Caitlin normal sampai besok pagi, ia segera keluar dari masa kritis itu".


Mark menganggukkan kepalanya, tanda sudah mengetahui kondisi ibunya. Saat ini ia hanya bisa mendoakan yang terbaik.


"Kau dengar itu sayang, saat ini kondisi ibu mu sudah normal kembali.Kita doakan semoga ibu bisa melewati masa kritis nya", ucap Alejandro sambil mengusap lembut wajah Scarlett.


Scarlett menganggukkan kepalanya.


"Alejandro, sebaiknya ajak Scarlett istirahat saja dulu. Aku sudah memesan dua kamar khusus rawat inap. Scarlett tidak boleh lelah", ucap Mark dihadapan Alejandro dan Scarlett.


"Iya, kau benar Mark. Dari kemarin Scarlett sudah melalui hari yang berat, beruntung keadaan anak kami baik-baik saja. Karena sebelumnya aku dan Scarlett sudah memeriksa kondisi kandungan istri ku", ujar Alejandro.


"Istirahat lah Scarlett, kau dengar sendiri tadi dokter mengatakan kondisi ibu sudah normal. Aku dan Olivia akan jaga di sini. Sebentar lagi Lewis datang ia bisa menggantikan aku dan Olivia berjaga di sini".


"Iya. Oliv aku ke kamar dulu, Terima kasih Olivia karena kau telah menjaga ibu..".


"Hei, kau tidak perlu merasa tidak enak. Aku memang sudah menyukai ibu mu, kau lihat saat kita sering mengunjungi nya kan aku bahkan betah berlama-lama berada di Merciel".


"Olivia, jadi kau sudah tahu tentang hubungan ku dan kekasih mu ? Ahh Olivia kau tidak setia kawan sekali, bagaimana mungkin kau merahasiakan semuanya dari ku Olivia", ucap Scarlett protes dengan wajah yang menggemaskan.


Olivia menggaruk kepalanya, sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku langsung memberi tahu Olivia malam itu Scarlett, dan ia la yang menguatkan perasaan ku malam itu. Karena aku benar-benar terkejut mengetahui kau adalah saudaraku yang aku cari setahun belakangan ini", jawab Mark.


"Iss kau ini, cepat sekali berpaling dari teman , dan lebih memilih kekasih mu", ucap Scarlett mengejek Olivia yang tampak salah tingkah.


"Iya...iya maafkan aku adik ipar", balas Olivia sambil menunjuk kan simbol peace tanda perdamaian kepada Scarlett.


Mark mengucek rambut Olivia,


"Kalian berdua ini ada-ada saja", ujar Alejandro merasa lucu melihat persahabatan keduanya.


*


Alejandro, menyelesaikan beberapa pekerjaan nya dari kamar rumah sakit. Ia meminta Samuel mengirimkan berkas penting yang harus di tandatangani nya segera. Alejandro juga meminta Samuel membawakan pakaian untuknya dan Scarlett. Entah sampai kapan mereka berada di rumah sakit, semuanya terserah Scarlett. Alejandro tidak akan melarangnya mengingat saat-saat seperti ini adalah yang pertama dalam hidup istrinya. Berkumpul bersama keluarga nya yang terpisah dari ia dilahirkan di dunia ini.


Sementara Scarlett sudah tertidur seperti bayi sangat pulas dengan nafas teratur.


Mungkin mengganti waktu tidur yang hilang semalam dan juga karena tubuhnya tersiksa menanggung semua beban berat yang menghampiri.


Sesekali Alejandro menghampiri tempat tidur king size yang di atasnya terdapat tubuh seksi istrinya. Alejandro mengusap lembut wajah Scarlett yang semakin berisi dengan dada dan perut yang semakin menggairahkan. Kalau kondisinya sedang baik Alejandro tidak akan tahan melihat Scarlett di lewat kan seperti itu. Alejandro pasti akan menyentuh setiap jengkal tubuh Scarlett dan membuatnya menjerit-jerit.


*


"Mark, aku senang Scarlett sudah menerima ibu. Semoga dengan adanya Scarlett yang mendampingi, ibu bisa merasakan kehadirannya dan cepat pulih.


"Hem..


"Mark..


"Hem..


"Apa kau bahagia setelah mengetahui kalian bersaudara ?"


"Hem..


Tanpa mengalihkan perhatian nya pada kertas-kertas yang dibacanya dan menjawab hanya "Hem"...membuat Olivia kesal. Ia spontan mendudukkan tubuhnya ke paha Mark dengan posisi menghadap laki-laki itu.


Olivia mendaratkan bibirnya pada bibir Mark, Mark yang tidak siap akan serangan kekasih nya itu terhentak kaget. Tapi ia tidak pernah bisa menolak untuk Olivia. Tubuhnya pasti akan selalu menerima sentuhan gadis itu


"OHH, kau menggoda ku Olivia ?", ucap Mark sambil membalikkan keadaan hingga Olivia terlentang di bawah tubuhnya.

__ADS_1


"Oww.. Olivia terpekik saat Mark membalik tubuh nya dan tanpa ba-bi-bu lagi langsung melahap bibir ranum Olivia. Hingga menghisap nya dengan kuat. Menjelajahi setiap jengkal rongga mulutnya.


Mark tidak menyia-nyiakan sesi bermesraan dengan Olivia kali ini. Ia bergantian mengisap bibir atas dan bawah Olivia. Aroma Citrus mulut Olivia sangat di sukai Mark. Bahkan ia beta berlama-lama berciuman mesra dengan gadis itu.


"Mark...Ahh", suara Olivia terdengar bergetar.


"Kau yang sudah memprovokasi ku, jadi jangan salah kan aku jika bereaksi seperti ini, Oliv", bisik Mark sambil menciumi leher Olivia dan meremas kedua puncak Olivia, membuat tubuh Olivia mengelijang menahan dorongan gairah.


"Mark, cukup ... Ahh", terdengar suara-suara indah dari mulut Olivia.


"M-mark cukup, a-ku tidak mau kau terlalu jauh", ucap Olivia berusaha menahan gejolak yang di timbulkan kan Mark pada tubuhnya.


"Oh, shittt


Mark tampak frustasi, menahan gairah pada tubuhnya. Olivia benar-benar mempengaruhi nya, bagaimana tidak hanya dengan berciuman saja dengan Olivia keadaan nya sudah kacau begini. Padahal ia sudah sering sekali berciuman dengan banyak wanita tetapi rasanya biasa-biasa saja. Tidak seperti saat bersama Olivia, jika Oliv tidak mengingatkannya pasti ia akan menelanjangi kekasihnya itu saat ini juga.


Mark menyugar rambutnya dan merapikan pakaiannya. Begitu pun dengan Olivia ia merapikan pakaian yang sudah berantakan.


Mark membingkai wajah Olivia dengan kedua tangannya.


"Seperti nya aku harus segera menikahi mu Oliv, aku tidak bisa terus-terusan harus mengontrol diri ku seperti saat ini", bisik Mark di depan bibir Olivia. Dan mengecupnya pelan.


...***...


LIKE KOMEN DAN VOTE, KASIH BUNGA OR KOPI JUGA BOLEH BANGET 💃🙏


...KARYA EMILY :...


...1. PENGANTIN PENGGANTI (tamat)...


...2. AIR MATA SCARLETT...


...(on-going)...


...3. SERPIHAN HATI ELLENA...


...(on-going)...


Biar ngak bosan, di kasih dikit deh ehem ehem nya 🤭😂

__ADS_1


__ADS_2