
"Siapa kau dan berani menyerang ku hah ? hardiknya dan menarik kuat tangan Olivia.
"Lepaskan dia Mark, apa kau tidak tau malu melawan wanita seperti itu ?"
Tanpa melepaskan tangan Olivia, Mark menghunuskan tatapan tajamnya kearah Alejandro dan orangnya yang sudah berdiri diantara mereka.
"Apa-apaan kalian menerobos perkebunan ku seperti ini ?" ketus Mark dengan suara keras.
Tampak Peter berlari bersama anak buah Mark Rufaro yang lainnya. Peter menghampiri tuannya yang tampak kesal, ia membisikan sesuatu yang membuat rahang Mark Rufaro semakin keras menahan amarahnya yang hampir meledak. Tanpa melepaskan pergelangan tangan Olivia yang di cengkram nya dengan semakin kuat.
"Ssshhhh", desisan keluar dari mulut Olivia menahan rasa perih yang akibat cengkraman tangan Mark.
"Lepaskan tangan mu dari gadis itu sekarang Mark !", ucap Alejandro dengan hujaman netranya yang tak kalah tajamnya kepada Mark.
"Siapa kau, berani memberi ku perintah, kau tahu apa yang sudah gadis ini lakukan kepada ku ? dengan tidak sopan masuk ke keperkebunan ku dan menyerang ku...aku tidak akan melepaskan nya", ketus Mark dengan tatapan dinginnya menatap sepasang iris hazel milik Olivia yang tampak meringis.
"Orang-orang mu yang duluan mengganggu kami, mereka merobohkan pagar pembatas dan merusak bibit-bibit anggur unggulan proyek kami. Kau tau teman ku sudah bertahun-tahun mengembang biakkan bibit-bibit itu supaya bertunas. Dan dengan mudahnya orang-orang mu merusaknya begitu saja", balas Olivia dengan suara ketus dan tegas tak ada sedikitpun rasa gentar di suaranya meskipun tangannya masih di cengkram seperti itu.
"Temanku Scarlett sudah bertahun-tahun menunggu bibit-bibit itu supaya bertunas Ale. Kalian tahu, untuk menumbuhkan tunas-tunas baru bukanlah hal yang mudah pada bibit anggur jenis seperti itu. Aku sangat tahu bagaimana sulitnya mengembangkan jenis anggur itu, butuh waktu dan energi yang tidak sedikit", Olivia menjelaskan dengan rinci.
"Tetapi dengan kebodohan orang-orang mu itu dengan mudahnya merusak pekerjaan kami. Apa seperti itu cara mu memberikan perintah kepada orang mu, tuan yang terhormat ?" ketus Olivia sambil menghentakkan tangannya yang di cengkram Mark Rufaro.
"Kau dengar itu Mark Rufaro, orang-orang mu lah yang berbuat salah dan merugikan ku. Bahkan merusak proyek yang sedang dikerjakan bertahun-tahun lamanya oleh istriku.
"Aku peringatkan kepada mu bajingan, jangan coba-coba mengusik ketenangan hidup ku atau kehancuran perkebunan mu ini", ucap Alejandro dengan suara menggelegar. Sambil meninggalkan Mark dan orang-orang nya yang berdiri tak bergeming.
Olivia dan Samuel serta orang-orang Alejandro mengikuti langkah bos nya pergi meninggalkan perkebunan Merciel.
Dengan Tatapan dingin dan mata yang menggelap kemarahan Mark Rufaro meledak setelah kepergian Alejandro dan anak buahnya meninggalkan perkebunan Merciel.
"Peterrrr....bawa kemari orang-orang bodoh itu sekarang juga !!!", perintah Mark Rufaro dengan emosi yang meledak-ledak.
Tidak menunggu waktu yang lama peter segera menjalankan perintah bos nya yang sedang diliputi kemarahan besarnya.
MARK, berkacak pinggang menatap ke depan dengan mata mengelap dan rahang mengeras.
"Orang-orang bodoh dan tidak berguna", umpatnya kesal.
Tak lama Peter dan mandor perkebunan nya yang bernama Juan datang membawa kelima orang pekerja yang sudah membuat gaduh suasana sore hari dan membuat mood Mark Rufaro berubah dratis.
__ADS_1
"Siapa yang memberi perintah kalian semua melakukan tindakan bodoh itu, hah ?" hardik Mark dengan suara menggelegar dan menghunuskan tatapan tajamnya pada satu persatu pekerja nya yang sudah membuat masalah baru antara ia dan Alejandro Mathias.
Mark maju mendekati kelima pria tersebut, dan melayangkan bogem mentah yang sangat keras ke wajah satu persatu anak buahnya yang sudah merusak moodnya sore itu.
"Plakkkk..plakkk
Terdengar tamparan berulang-ulang.
"Kalian semua memang benar-benar bodoh" umpat Mark tidak bisa membendung kekesalan dan amarahnya yang sudah membuncah sedari tadi.
Peterrrr ...
Peter maju mendekat
"Pecat orang-orang bodoh ini, jangan berikan insentif apa pun. Aku muak melihat orang-orang dungu disekitar ku", ucap Mark keras masih penuh dengan amarah di setiap ucapannya.
Ia melangkahkan kakinya dan berlalu dari hadapan anak buahnya tersebut.
"Tu-tuan Peter, maafkan kami tuan. Saya jangan dipecat bagaimana saya menghidupi keluarga saya jika tidak ada pekerjaan. Semua ini kesalahan Arnold, ia yang memulai memulai segalanya" ucap salah seorang diantara kelima pekerja itu.
"Enak saja kau menuduh ku, semuanya berawal dari mu sendiri Etna kau yang menyuruh kami melakukannya. Kau bilang semua nya perintah bos besar".
"Diammm kalian semua, kalian tidak bisa merubah keputusan yang sudah dibuat tuan Mark Rufaro, sekarang kalian bekerja dengan nya bukan tuan Antoine Conte lagi. Kalian bertindak bodoh", hardik Juan sambil meminta semuanya untuk keluar dari perkebunan Merciel tanpa membawa uang sepeser pun.
Dengan langkah lunglai kelima pria itu pergi menjauhi perkebunan milik Mark Rufaro.
*
Ssshh..
"Gadis bodoh..
"Berani sekali dia menyiram ku seperti tadi", ucap Mark dengan geram.
Saat ini laki-laki itu tengah berendam di bathtub mewah di kamar mandinya. Bathtub miliknya bahkan bisa menampung tiga hingga empat orang saking luasnya .
Mimik wajahnya masih nampak kesal dan marah, atas perbuatan Olivia kepadanya.
"Awas saja kalau aku bertemu lagi dengannya, akan ku remuk mulutnya bawelnya itu", ucap Mark sambil menatap tangan kanannya yang tadi mencengkram kuat pergelangan Olivia. Ia menggosok-gosok buku jemari tangannya dengan buih yang melimpah.
__ADS_1
"Tangan ku jadi kotor memegang nya, Cuihh".
Laki-laki itu seperti sehabis memegang kotoran saja, membersihkan hingga kesela jemari tangan nya. Setelah dianggapnya bersih, ia menyandarkan kepalanya di punggung bathtub sambil memejamkan kedua matanya. Menikmati harum aroma maskulin yang membuat pikiran nya tenang.
*
"Awas saja pria itu jika bertemu dengan ku lagi, akan kubuat dia berlutut di kaki ku", umpat Olivia di hadapan Scarlett, Alejandro, Samuel dan Dante.
"Enak saja ia berbuat seenaknya seperti itu. Memang nya siapa dia. Huhhh".
"Olivia, kau harus menenangkan diri mu. Aku juga kesal tetapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi. Kita masih bersyukur karena tidak semua bibit itu di rusak mereka", ucap Scarlett menenangkan Olivia yang nampak masih sangat emosi.
"Tapi kau sudah susah payah membuat bibit itu bertunas Scarlett. Laki-laki itu benar-benar membuat darah ku naik ke ubun-ubun kepalaku, awas saja kalau ia bertemu lagi dengan ku", ucapnya ketus sambil berkacak pinggang.
"Sudah lah Olivia, untuk kali ini kita akhiri saja sampai di sini. Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada mu. Kau teman baik istriku jadi aku menganggap mu keluarga ku juga", ucap Alejandro menenangkan teman baik istrinya itu yang masih meluap-luap emosi nya.
Huhh..
Olivia menarik nafas dalam-dalam, dan memijat kepalanya.
...***...
LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏🤗
.
KARYA EMILY :
PENGANTIN PENGGANTI (tamat)
AIR MATA SCARLETT
(on-going)
SERPIHAN HATI ELLENA
(on-going)
__ADS_1