Akad Tak Terelak

Akad Tak Terelak
Bab. 108 Periksa


__ADS_3

"Benar, Ibu Alisha saat ini tengah mengandung. Di sini sudah terlihat ada kantong kehamilan. Selamat ya, Bun dan dijaga baik-baik kehamilannya," ujar dokter yang memeriksa melalui USG tadi.


Syok bercampur bahagia Arsya rasakan mendengar berita baik yang selama ini ia tunggu-tunggu. Di tengah sakit yang beberapa waktu lalu cukup mengganggunya, kabar kehamilan Alisha seperti obat baginya.


Tak bisa lagi menyembunyikan kebahagiaan, Arsya memeluk Alisha erat sembari mengecup kepala Alisha berkali-kali. Untaian rasa syukur terus keluar dari bibirnya. Yang selama ini ia harapkan akhirnya dikabulkan.


"Mulai sekarang kamu harus jaga diri. Hati-hati dan jangan capek," pesan Arsya yang mendadak jadi suami protektif.


Dari rumah sakit Arsya membawa Alisha ke supermarket.


"Mas, untuk apa semua ini?" tanya Alisha bingung melihat Arsya memasukkan banyak buah dan sayur ke dalam troli mereka.


"Ini semua untuk kamu, Sayang. Bukankah tadi dokter berpesan agar kamu menjaga makan. Kamu harus banyak makan-makanan yang bergizi," jawab Arsya luwes menirukan pesan dokter tadi.


Alisha sampai geleng-geleng kepala melihat suaminya.


"Oh ... ya, Susu!" pekik Arsya berhasil mengingat. Ia pun mengarahkan trolinya ke station di mana banyak produk susu ibu hamil dipajang di rak.


"Kamu mau yang mana, Sayang. Ternyata banyak banget produk susu untuk ibu hamil. Harusnya tadi kita tanya ke dokter merek susu apa yang bagus untuk ibu hamil."


"Bagaimana kalau yang ini?" Arsya mengambil satu produk dan menunjukkannya pada Alisha. "Atau yang ini?"

__ADS_1


"Kayaknya yang ini juga bagus." Arsya mengambil merek lain. Total ada tiga merek berbeda dari susu untuk ibu hamil di tangan Arsya sekarang.


Untuk menyudahi kebingungan suaminya, Alisha mengambil satu produk dan memasukkannya ke dalam troli. "Yang ini aja, Mas."


"Ok." Arsya tak membantah. Justru ia mengambil lagi beberapa kotak susu dengan merek yang sama seperti yang Alisha masukkan ke troli.


"Loh, Mas, ngapain belanja susu sebanyak itu?"


"Biar kamu nggak bolak-balik beli. Paling nggak untuk satu bulan ke depan stok harus aman," jawab Arsya enteng. "Sekarang kita belanja ikan, yuk. Tadi kelewatan kan nggak belanja ikan. Bagus juga kan ikan untuk ibu hamil?"


Alisha menurut saja. Mengikuti suaminya mendorong troli ke station ikan dan daging. Sesekali Alisha mencuri pandang, melihat ekspresi kebahagiaan Arsya.


"Sayang, kamu mau yang mana?" Arsya menunjukkan dua jenis ikan pada Alisha. Kakap dan Salmon.


"Ya ...?" Saking sibuk dengan pikirannya sendiri Alisha sampai tidak dengar jika sejak tadi Arsya mengajaknya bicara.


"Ya udah, kita beli dua-duanya," pungkas Arsya karena Alisha tak memberi jawaban dengan cepat.


"Mas, kita beli sedikit saja. Nanti beli lagi biar ikan yang kita makan selalu fresh," cegah Alisha saat Arsya akan memasukkan beberapa ikan ke dalam troli.


Karena apa yang Alisha katakan benar, Arsya tak membantah. Selesai belanja, Arsya masih sempat mengajak Alisha untuk berkeliling food court. Siapa tahu kan istrinya ini ingin sesuatu. Ngidam kalau kata orang tua.

__ADS_1


"Beneran kamu nggak pengen apa pun?"


Alisha menggeleng. "Enggak, Mas."


"Kalau gitu, kamu temani aku makan, ya. Aku pengen banget makan tom yam pedas. Di sana kayaknya enak." Arsya menunjuk salah satu restoran.


Sembari menunggu pesanannya dibuat, Arsya dan Alisha kembali melihat-lihat buku menu. Mereka mengobrol tentang menu yang ada di restoran ini.


Begitu tom yam pesanannya datang, Arsya tanpa ragu menyantapnya. Bahkan terlihat sekali jika pria itu begitu menikmati rasa tom yam pedas di depannya.


"Apa nggak kepedesan, Mas?"


Dengan mulut penuh, Arsya menggeleng.


Seingat Alisha, dulu mama mertuanya bilang Arsya kurang suka pedas. Tetapi yang ia lihat kini, justru sebaliknya. Arsya sangat menikmati rasa pedas tom yam seafood yang dipesan.


Belum juga habis tom yam miliknya, sebuah notifikasi pesan membuat fokus Arsya teralihkan. Dibukanya pesan yang masuk itu.


Membaca pesan tersebut, ekspresi bahagia Arsya mendadak berubah.


"Siapa, Mas?" tanya Alisha yang menyadari perubahan raut wajah suaminya.

__ADS_1


__ADS_2