
Tengah malam Arsya baru tiba di vila. Kamar mamanya adalah yang pertama ia tuju. Ia melihat mamanya sudah tertidur pulas di ranjang. Pandangannya beralih pada Alisha yang ada di sofa.
Ia pun mendekat, lalu berjongkok di depan Alisha yang sudah tertidur dengan posisi duduk. Mata Arsya fokus pada wajah teduh sang istri untuk beberapa saat, sebelum akhirnya pindah pada tangan Alisha yang berada di pangkuan.
Arsya mengambil tangan Alisha dan mengecupnya. Membuat wanita itu perlahan membuka mata.
"Mas," ucap Alisha lirih.
Begitu kesadaran Alisha terkumpul penuh, wanita itu hampir menjerit melihat wajah suaminya. "Ya Allah, Mas, itu kenapa?"
"Stttt ...." Arsya meletakkan telunjuknya di depan bibir sendiri sebagai isyarat agar Alisha melirihkan suaranya.
Tahu maksud Arsya yang tak ingin membangunkan ibu mertuanya, Alisha bertanya lirih, "Itu kenapa, Mas?" Menunjuk wajah Arsya.
"Nggak apa-apa."
"Aku obati, ya?"
Arsya hanya mengangguk. Alisha pun segera keluar kamar untuk mencari kotak obat. Membawanya ke ruang tengah karena Arsya sudah menunggu di sana.
Hati-hati Alisha mengoleskan salep pada luka di wajah Arsya. Pria itu bergeming. Tak ada ekspresi kesakitan atau apa pun. Hanya saja matanya tak lepas dari menatap istrinya.
Begitu selesai, Arsya menahan dagu Alisha dengan tangannya. Masih dengan pandangan yang terkunci.
Tidak bisa ditatap Arsya begitu lama, Alisha langsung memalingkan wajah. Tak sampai di situ, kini tangan Arsya justru berpindah ke perut Alisha. Sontak Alisha bergeser mundur. Menjauh karena kaget.
__ADS_1
Kendati demikian tangan Arsya tetap tak beralih. Masih menempel pada perut Alisha yang masih terlihat rata.
Alisha yang tak nyaman jadi gusar. Ingin menghindar tapi tak enak hati. Lantas ia hanya bisa mematung dengan tangan Arsya yang masih saja menyentuh perutnya.
"Apa di sini belum ada anakku?"
Alisha yang sejak tadi menghindari pandangan Arsya seketika menoleh menatap pria itu kaget. "Ya?"
Antara kaget dan tak percaya dengan apa yang Arsya tanyakan.
Kenapa pria ini bisa bertanya seperti itu. Apakah Arsya tahu sesuatu tentang dirinya?
Haruskah ia mengatakannya sekarang?
"Iya, apa di sini belum ada benihku yang tumbuh." Arsya mengusap lembut perut Alisha. Bukan sekadar menyentuh. "Saat itu aku tidak pakai pengaman."
Mata Alisha semakin membuka lebar dengan penuturan Arsya.
Ekspresi Alisha yang kaku dan kaget membuat pria itu tersenyum. Nampak lucu bagi Arsya. "Aku hanya bercanda."
Alisha langsung mengembuskan napas lega. Rupanya, suaminya tak sungguh-sungguh dengan pertanyaannya.
"Bagaimana mama hari ini?" Arsya mengalihkan pembicaraan.
"Ehm ... itu, sudah lebih baik. Tapi tensinya masih tinggi. Tadi sore dokter ke sini."
__ADS_1
Anton sengaja menelpon dokter untuk mengecek kembali kesehatan Sarah begitu sampai di vila.
"Aku titip mama, ya. Mungkin aku akan sibuk mulai besok. Jadi kalau aku tidak bisa datang ke vila tolong jaga mama."
Alisha mengangguk. Tanpa bertanya apa pun.
" Ayo tidur."
Arsya berdiri. Mengulurkan tangan untuk menggandeng Alisha masuk ke kamar.
******
Pagi-pagi sekali Arsya sudah berangkat dari Vila. Bahkan ketika Alisha belum bangun. Ia harus segera kembali ke Jakarta untuk urusan vidio yang sekarang semakin liar beredar. Bahkan sekarang vidio intim dirinya dan Cinta juga ikut menyebar luas.
Ia tak menyangka jika kejadian di kota Solo waktu itu ada rekamannya. Dari sini lah Arsya yakin jika semua adalah ulah Cinta. Ia juga yakin malam itu ia tak berbuat apa pun dengan wanita itu. Semua pasti jebakan yang dibuat oleh Cinta.
Buktinya sekarang wanita itu memanfaatkan vidio pribadi yang harusnya tak tersebar. Pastilah ada niat dibalik beredarnya vidio intim itu.
Mejadi viral sudah hal biasa bagi Arsya bahkan dalam skandal sekalipun. Namun kali ini ia benar-benar tidak rela, dengan skandal yang diberitakan.
Ia tahu benar vidio kali ini pasti akan kembali memperburuk namanya stelah skandal pelecehan saat itu. Ia sedang merintis kembali karirnya, tentu ia tak ingin kembali terpuruk.
Ia harus segera mencari jalan keluar dari semua. Ia butuh Jimmy juga pengacara untuk membantunya. Sebab bukan hanya dua vidio itu yang beredar. Ramai diberitakan di media online jika Cinta sudah membuat laporan polisi untuknya dengan tuduhan tindak kekerasan dan perbuatan tidak menyenangkan serta pengancaman.
Sepanjang jalan, Arsya terus memijit kepalanya yang banyak dipenuhi masalah. Urusan papanya saja belum ada titik temu, sekarang ia dihantam dengan berbagai skandal yang bertubi-tubi.
__ADS_1