
Usai melihat rumah, Arsya kembali ke lokasi gladi resik. Sebab malam nanti peragaan busana pengantin itu akan digelar.
"Udah, Mas, buruan turun," ujar Alisha sedikit mengusir. Sedari tadi Arsya memperlihatkan sikap enggan turun dan meninggalkannya.
"Sebentar lagi."
"Sebentar itu nggak sampai dua puluh menit, Mas. Dari tadi Mas Arsya bilang sebentar lagi ... sebentar lagi, eh ... sekarang udah dua puluh menit Mas Arsya nggak turun juga."
"Aku masih pengen sama kamu."
"Iya, tapi Mas Arsya harus kerja. Entar siapa yang bayar rumahnya kalau Mas Arsya males-malesan gini."
Arsya mengulas senyum dengan candaan istrinya. Lagi pula mana mungkin ia tidak bisa membayar rumah hanya karena melepas satu pekerjaan. Namun, bukan itu yang akhirnya membuat ia turun melainkan rasa tanggung jawab pada orang yang sudah percaya padanya.
"Aku kerja dulu, tunggu aku pulang."
Alisha mengangguk, lalu mencium tangan suaminya. Tak lupa Arsya membalas dengan kecupan di hampir seluruh wajah Alisha. Namun, Alisha menahan ketika Arsya hendak mencium bibirnya. Ia malu sebab ada Anton juga di dalam mobil.
"Kenapa?"
"Sudah cukup, Mas Arsya buruan turun. Nanti ditunggu banyak orang. Biar aku juga bisa segera pulang, iya, 'kan, Pak Anton?"
__ADS_1
Arsya melirik supir tersebut. Dari situlah ia paham kenapa ia tidak diijinkan mencium bibir Alisha. Tapi bukan Arsya namanya kalau ia gagal mendapatkan bibir istrinya hanya karena ada Anton yang melihat.
"Ok, aku kerja dulu," ulang Arsya lagi. Kali ini dengan cepat Arsya menyambar bibir Alisha, dan tak memberi kesempatan pada wanita itu untuk menahan apalagi menolak.
Arsya bahkan masih sempat mengusap sudut bibir Alisha yang basah setelah adegan mesra yang ia pertontonkan barusan. Lalu mengecupnya lagi sebelum benar-benar pergi.
"Maaf, Pak," ujar Alisha menunduk malu.
Di balik kemudi Anton mengangguk. "Tidak apa, Mbak. Saya kenal betul Mas Arsya seperti apa."
Ada senyum tersungging di bibir supir itu mengingat bagaimana karakter anak dari majikannya. Cukup lama mengabdi pada keluarga Surya Bagaspati membuat Anton paham seperti apa seorang Arsya.
"Kita pulang sekarang, Mbak?"
*****
"Ada apa?" tanya Arsya pada Koko—yang kini menjadi asistennya.
Koko menunjuk ke arah dua orang wanita yang tengah marah-marah di atas stage.
"Dasar ja lang! kalau nggak bisa jalan di atas catwalk nggak usah deh sok-sokan jadi model!" umpat seorang wanita berambut blonde. Meski memakai bahasa Indonesia tapi logatnya sangat kaku. Seperti orang bule saja.
__ADS_1
"Lo yang ja lang! anak baru aja belagu!" jawab wanita lainnya yang tak terima dengan ucapan kasar wanita berambut blonde.
"Apa, lo bilang!" Wanita berambut blonde itu langsung menyahut rambut wanita yang berseteru dengannya. Menjambaknya kuat hingga kepalanya tertarik maju.
Tak terima rambutnya dijambak, wanita satunya balik menjambak rambut blonde seterunya.
"Lepasin cewek gue!" teriak Riko membela pacarnya yang bernama Dita.
Wanita berambut blonde belum mau menyerah ia semakin kuat menarik rambut pacar Riko. Sampai dua petugas keamanan datang dan memisahkan mereka.
Wanita berambut blonde seakan dikeroyok tiga pria. Sebab dua petugas keamanan terus memegangi tangannya ketika Riko mencaci maki wanita itu.
Dengan marah wanita berambut blonde menghempaskan tangan petugas keamanan dan pergi begitu saja meninggalkan stage. Gayanya yang angkuh membawa langkah wanita itu ke luar.
Entah karena sedang kalut atau apa, wanita itu tanpa sengaja menabrak Arsya. Tidak ada kata maaf yang terucap dari bibir wanita itu. Justru tatapan tajam membunuh yang ia hadiahkan pada Arsya. Seolah tak punya tata krama. Meskipun tak sengaja menabrak Arsya, ia tidak meminta maaf, tapi justru melenggang pergi begitu saja.
"Ish ... anak baru aja songongya minta ampun. Pasti karirnya nggak bakal lama," umpat Koko ketika Arsya tetap diam meski wanita berambut blonde itu abis menabraknya.
"Dia anak baru, tadinya gak ikut tim kali ini tapi Liliana mendadak sakit dan anak songong itu yang gantiin," ujar Koko menjelaskan tanpa di minta.
Arsya sama sekali tidak mengindahkan ucapan Koko. Ia masih fokus mengikuti bayangan wanita berambut blonde itu keluar dari acara gladi resik kali ini. Ada hal yang mengusik Arsya. Sorot tajam wanita itu, juga lengan kiri sang wanita.
__ADS_1
"Bos!" teriak Koko. "Kok malah bengong."
Arsya tersentak, tapi kembali bayangan lengan kiri wanita itu mengganggu pikirannya.