Akad Tak Terelak

Akad Tak Terelak
Bab. 93 Ocha


__ADS_3

Terpaksa Alisha menahan rasa ingin tahunya tentang pegawai cafe yang menatapnya aneh. Bukan, lebih tepatnya menatap dia horor. Karena tatapan gadis itu sulit diartikan.


Barulah ketika mereka pergi ke masjid untuk menunaikan salat dzuhur, Salwa menceritakan semua.


"Yang tadi itu namanya Ocha, dia anak yang baru akan lulus SMA. Tetangga aku," ujar Salwa usai salat. Saat duduk di serambi masjid menunggu para laki-laki yang belum selesai salat.


"Terus kenapa dia menatap aku kayak tadi. Aku ada salah apa sama dia?"


"Maklum lah, anak ABG. Masih labil, butuh bimbingan," jawab Salwa seakan bergurau. Salwa bahkan menahan tawa setelah mengucapkannya.


Alisha semakin tidak mengerti.


"Ocha itu naksir Mas Fatih. Dia bilang; dia mau gantiin kamu jadi istrinya, tapi ditolak mentah-mentah dengan alasan masih bocah." Salwa kembali menahan tawa. Merasa lucu ketika mengingat bagaimana gadis bernama Ocha itu secara terang-terangan mengaku cinta dan siap menjadi istri dari kakaknya.


Dari sini Alisha mulai paham. Akhirnya ia pun ikut tersenyum.


"Cantik, kelihatannya juga anak baik." Alisha berkomentar.


"Iya, tapi kan belum lulus SMA." Salwa menarik napas, mencoba berhenti dari tawa yang tertahan. "Tuh bocah emang rada-rada," sambungnya lagi. Kali ini berusaha untuk tidak tertawa dulu.


Membuat Alisha menyimak baik apa yang akan Salwa ucapkan.


"Demi bisa deket sama Mas Fatih, ia sampai ngelamar kerja di cafe. Bahkan yang lebih gila sebelum ini, setiap hari tu bocah datang ke dealer buat servis motor. Gila nggak, sih? Semua cuma demi bisa ketemu dan diperhatikan sama Mas Fatih."

__ADS_1


"Wah ... Keren dong pengorbanannya," puji Alisha.


"Bener, aku juga mengakui itu. Dia gadis yang keren, tapi Mas Fatih kayaknya belum move on."


Mendadak raut Alisha berubah. Merasa bersalah dengan semua.


"Tenang aja, nggak usah terlalu serius. Doakan saja Ocha bisa meluluhkan hati Mas fatih. Karena aku sendiri juga suka sama bocah itu. Kebayang nggak sih punya ipar lebih muda dari kita, terus bisa kita suruh-suruh gitu. Jadi nggak ada tuh nanti cerita drama kakak ipar julid."


"Iya, yang ada cerita adik ipar jahat."


Alisha dan Salwa sama-sama menutup mulut mereka agar tawanya tak sampai keluar.


"Asik banget ngobrolnya," sela Arsya.


Sontak Alisha dan Salwa menoleh.


"Udah, kita langsung ke hotel, ya."


Alisha mengangguk sebagai jawaban.


Sebelumnya Alisha pamit dulu pada Salwa.


"Hati-hati, kita ketemu besok. Nanti aku kabari jam berapa kita mau ke lokasi," ujar Salwa.

__ADS_1


"Iya."


Mereka pun berpelukan.


"Tolong jaga Mas Jimmy," bisik Alisha menggoda.


Seketika Salwa melepas pelukannya dan mencebik kesal. "Pria pengecut bukan tipeku!" ujar Salwa. Sengaja dengan suara sedikit keras supaya bukan hanya Alisha yang dengar, tapi juga pria-pria di sekelilingnya.


Alih-alih memperpanjang obrolan yang Alisha yakin hanya akan membuat Salwa emosi, ia lebih memilih untuk segera naik taksi.


Bukan hanya tiket pesawat yang Jimmy urus, hotel pun sudah Jimmy booking untuk Arsya dan Alisha. Sebuah hotel berbintang di Solo, sesuai selera Arsya.


Lagi pula, temannya itu masih masuk kategori pengantin baru, jadi Jimmy memberinya fasilitas untuk berbulan madu meski tidak ke luar negeri. Hitung-hitung menyenangkan modelnya agar semakin semangat kerja. Jimmy memang pengertian.


Sampai di hotel, Arsya dengan hati-hati membantu Alisha berjalan. Ia mensejajarkan langkah dengan istrinya yang berjalan dengan tongkat.


Ada seorang room boy yang membimbing mereka untuk sampai ke kamar. President suit, kamar yang Jimmy pesan untuk mereka berdua.


Alisha bahkan sempat tercengang tadi ketika mereka check in dan tahu tipe kamar yang akan ia tempati. Ini hanya kunjungan biasa ke Solo tapi kamar yang dipesan begitu mewah.


"Silakan masuk," ujar room boy ketika membuka kamar.


Alisha hampir melangkah sendiri karena Arsya tak bergerak dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Mas Arsya," panggil Alisha. Ia pun mengikuti ke mana mata Arsya tertuju. Sampai-sampai tak memperhatikan ucapan room boy.


Tidak ada orang yang Alisha kenal karena di koridor itu hanya ada mereka dan dua tamu lain yang juga akan masuk ke kamar. Wanita berambut blonde dan seorang pria yang merangkulnya mesra.


__ADS_2