Akad Tak Terelak

Akad Tak Terelak
Bab.71 Malam Yang Tak Terjadi


__ADS_3

"Turunin, Mas." Alisha meronta tapi Arsya tak peduli. Pria mantan cassanova itu sedang dalam mode on. Maklum sudah lebih dari dua tahun ia menahan kebutuhan biologis sebagai pria dewasa.


"Mas!" teriak Alisha lagi begitu sampai di kamar.


Barulah Arsya menurunkan Alisha perlahan di atas ranjang. Pria itu siap mengungkung Alisha dibawah kendalinya, tapi mendadak nyalinya surut kala mata Alisha bertatapan langsung dengan matanya.


Cukup lama Arsya terdiam di atas tubuh istrinya tanpa bergerak satu senti pun. Seakan mendadak beku terserang hawa es.


"Mas," panggil Alisha lirih. Bingung dengan sikap Arsya. Bukankah tadi pria itu terlihat begitu bersemangat. Lalu kenapa dengan Arsya sekarang ini. Kenapa hanya mematung.


"Mas," panggil Alisha lagi karena panggilan sebelumnya tak direspon.


"Maaf, mendadak aku ingat kalau aku ada janji dengan Jimmy pagi ini. Kita lanjut nanti malam saja." Arsya bergegas menyingkir dari atas tubuh Alisha dan masuk ke kamar mandi.


Masih di atas ranjang, Alisha mengikuti Arsya dengan pandangan bingung.


Cepat-cepat Arsya selesaikan urusan di kamar mandi lalu pamit untuk menemui Jimmy. Ia bahkan melewatkan sarapan bersama pagi ini. Tak sabar menemui sang manajer.


Begitu sampai di apartemen Jimmy dan menceritakan kisahnya tadi dengan Alisha. Justru ejekan yang ia dapat. Tawa dan kalimat olok-olok yang diterima Arsya.


Jimmy tertawa terbahak-bahak mendengar uraian cerita Arsya tentang nyalinya yang mendadak raib bagai prajurit yang mundur bahkan sebelum berangkat ke medan perang. "Sya ... Sya, pusaka lo udah gak pernah diasah jadi udah karatan, ya?" ejek Jimmy. "Atau malah udah gak bisa dipakai?" sambungnya disertai tawa mengejek.


"Sialan lo! Gue masih normal!" sentak Arsya tak terima.


Namun Jimmy tetap tak menghentikan tawanya. "Terus di mana nyali lo. Pesona lo yang katanya cassanova. Mlempem lo!"


Arsya mencebik kesal. "Terserah lo mau mikir apa, yang pasti gue mau lo bantu gue cari solusi. Apa yang harus gue lakukan."

__ADS_1


"Solusi apa, gantiin lo di malam pertama?" Jimmy memegangi perutnya karena sakit terlalu lama tertawa.


Tawanya baru berhenti ketika sebuah bolpoin langsung melayang dan mendarat tepat di kepala pria itu.


"Aduh! Gila Lo!" pekik Jimmy.


"Gue serius!"


"Gue juga serius. Kurang serius apa coba gue. Tadi lo minta dicariin solusi bagaimana lo menghadapi malam pertama lo. Kalau lo gak berani solusinya ya ... gue yang gantiin!"


Kesal dengan jawaban Jimmy yang terus mengoloknya, Arsya memilih untuk meninggalkan apartemen pria itu begitu saja.


"Woy, mau ke mana, lo! Gue masih ada urusan sama lo. Ada yang mau gue omongin soal kerjaan. Ada tawaran iklan buat lo!" teriak Jimmy yang tak digubris oleh Arsya. Pria itu terus melenggang pergi keluar dari apartemen Jimmy.


******


Di rumah besar milik orang tua Arsya, Alisha gelisah sepanjang hari memikirkan tentang malam ini. Kalau tidak salah dengar tadi pagi Arsya bilang akan melanjutkannya malam ini.


"Mbak Alisha nggak makan dulu?" Bi Sumi datang dari dapur membawakan masakan terakhirnya ke meja makan.


"Aku tunggu Mas Arsya aja, Bi."


"Kalau begitu Bibi ke belakang dulu Mbak, kalau butuh sesuatu teriak saja. Pasti Bibi langsung datang."


Alisha mengangguk. Membiarkan Bi Sumi pergi.


Di bangku meja makan, Alisha terus memainkan ponselnya hingga tak terasa sudah jam delapan malam. Ingat belum menunaikan salat Isya, Alisha memilih untuk naik ke kamar dulu. Salat kemudian menunggu Arsya kembali.

__ADS_1


Namun semua tak sesuai rencana. Begitu selesai salat Isya, suaminya belum juga pulang. Bahkan setelah berjam-jam menunggu. Barulah saat sudah jam sebelas malam terdengar langkah kaki memasuki kamar. Alisha yang masih setia menunggu langsung berdiri menyambut.


"Mas ...." Alisha menghampiri lalu mencium punggung tangan suaminya.


Bukannya senang tapi raut wajah Arsya menunjukkan hal yang lain. Seperti kaget dan bingung.


"Mas," panggil Alisha lagi.


"Ya ... Ehm ... aku mau bersih-bersih dulu." Arsya menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa.


Cukup lama pria itu berada di dalam sana berharap saat keluar Alisha sudah tidur. Sayangnya semua tak terjadi.


Di atas ranjang, Alisha masih menunggunya dengan mata yang masih membuka lebar. Semua rencananya kacau. Kini Arsya bertambah bingung.


Tadi ia sengaja pulang terlambat berharap Alisha sudah tidur. Sehingga ia tidak perlu menghadapi kebingungan seperti sekarang. Ia belum siap menjalankan malam pertama dengan istrinya. Ada rasa yang mengganjal di hati soal ia yang merasa tak pantas.


"Mas Arsya, ngapain berdiri di situ dari tadi?"


"Tidak ada apa-apa."


Agar Alisha tak semakin curiga dan bertanya, Arsya langsung naik ke ranjang. Merebahkan diri di samping istrinya. Kemudian memejamkan mata seolah tidur.


Tentu saja Alisha heran melihat sikap Arsya. Ada apa dengan suaminya ini?


🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊


Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua pembaca yang merayakan. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

__ADS_1


Maafkan aku yang manusia biasa ini jika selama membalas komen ada yang tersakiti. Mohon maaf sebesar-sebarnya. 0-0 yak.😁πŸ₯°


Sehat selalu untuk semua pembaca kisah Alisha dan Arsya. Tengkyuβ™₯️β™₯️β™₯️ Sayang Hee


__ADS_2