
Jenna memainkan perannya dengan apik. Sebelum pria tua hidung belang bernama Hartanto itu bangun karena efek obat tidurnya sudah habis, Jenna sudah kembali berada di dalam kamar hotel. Wanita itu bahkan berlagak seolah-olah membangunkan Hartanto.
"Om ... Bangun, Om." Jenna mengguncang tubuh tambun Hartanto dengan ujung jarinya. Seakan jijik bersentuhan dengan pria itu.
Hartanto yang merasa tubuhnya diguncang, berusaha membuka mata. Pria tua itu mengerjap berkali-kali. Pikirannya kosong, tak mampu meraba apa yang sudah terjadi.
"Ini sudah siang, Om. Aku harus pergi. Anak buah Pak Presdir sudah menjemputku. Maaf kalau aku tidak bisa menemani Om mandi," ujar Jenna dengan memasang raut wajah sedikit bersalah. Padahal dalam hatinya ia ingin muntah membayangkan harus berada dalam satu bathtube dengan tua bangka ini.
"Tapi jangan khawatir, permainan Om semalam ok banget, kok," imbuh Jenna memuji. Tentu semua palsu belaka.
Gadis itu lantas mengambil tas dan pamit undur diri. Meninggalkan Hartanto dalam pikiran yang masih kosong. Pria tua itu mencoba menerka-nerka tentang 'semalam' yang diucapkan Jenna.
Tentu saja otak tuanya tak mampu menemukan ingatan tentang 'semalam'. Yang ia ingat hanya masuk ke kamar ini, mandi dan meminum minuman yang diberikan Jenna. Selebihnya ingatan tentang 'semalam' itu tidak ada.
__ADS_1
Hartanto memandangi pintu kamar hotel yang sudah tertutup kembali setelah Jenna pergi. Ia melihat ke balik selimut di mana tubuhnya polos tanpa satu helai benang pun yang menempel. Dari situ Hartanto yakin jika yang dimaksud Jenna dengan 'semalam' itu memang benar terjadi.
Mungkin kapasitas otak tuanya sudah terlalu penuh hingga tak mampu memuat lebih banyak memori lagi. Tidak masalah baginya, yang terpenting adalah ia menjadi semakin yakin dan percaya diri. Sebab meskipun sudah tua ia masih mampu mengimbangi Jenna yang masih sangat muda. Semua terbukti dari ucapan Jenna yang mengatakan; 'ia masih ok'.
Jenna terus saja tertawa sepanjang koridor. Bagaimana tidak, semua kejadian yang ia rekayasa dengan Devon berjalan sempurna tanpa sedikitpun rasa curiga dari Hartanto. Bahkan Hartanto tidak tahu sama sekali jika semalam yang melucuti pakaian pria tua itu adalah Devon.
Di samping Jenna ada Devon yang terus memperhatikan. Keceriaan gadis ini baru sekarang ia lihat.
_________________
Jam masih menunjukkan pukul lima tapi Jimmy sudah datang bertamu. Merusak rencana Arsya yang ingin membuat pagi syahdu.
Diusir pun Jimmy tak mau. Pria itu terus ada di kamar Arsya hingga sang model dan istrinya beranjak untuk sarapan di lounge yang ada di lantai bawah. Jimmy tak henti-hentinya menceritakan bagaimana lamarannya semalam diterima.
__ADS_1
"Jadi, Sya, mulai sekarang lo nggak boleh lagi ngatain gue jomlo. Gue udah punya calon istri dan itu udah valid!" oceh Jimmy ketika di dalam elevator.
Pria itu begitu bersemangat bercerita sampai-sampai tak mau diam. Bahkan ketika mereka berada dalam elevator pun Jimmy masih saja mengoceh perihal lamarannya semalam.
Begitu pintu elevator akan tertutup, dua orang ikut masuk ke dalamnya.
Arsya yang berdiri tepat di belakang wanita berambut blonde terus memperhatikan wanita itu. Terutama lengan kirinya. Ada tanda lahir di tangan kiri wanita itu.
Mengingatkan Arsya akan Naima. Adik bayinya yang hanya ia kenal beberapa hari saja. Sebab setelahnya tak sekalipun Arsya melihat atau bertemu dengan Naima. Adik bayinya juga memiliki tanda lahir yang sama. Arsya ingat betul akan hal itu.
Namun, ia tidak berani berpikir jika wanita yang beberapa kali mengusik pikirannya adalah adik bayinya yang dulu diambil orang. Mungkin semua hanya kebetulan. Begitu ia memupus semua hal yang mengganjal hati.
"Kamu harus melapor pada bosmu jika aku sudah bekerja dengan baik," ujar Jenna pada Devon.
__ADS_1
Pria yang sedang diajak bicara itu justru diam tak memberi jawaban, tapi Devon paham maksud Jenna.
Arsya yang sudah berniat memupus pikirannya tentang Naima, justru semakin ingin tahu kala mendengar Jenna berbicara. Aksen bule dan kaku pada wanita itu menjadi pertimbangan besar Arsya untuk mengulik tentang siapa wanita berambut blonde ini?