Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul
Bab 112


__ADS_3

Yesi setengah berlari mengejar Andre, namun saat sampai di pelataran, mobil Andre sudah berbelok ke jalan Raya.


"Ndre!" Yesi berucap lirih. Dan hendak mengejar Andre, namun lelaki yang bersamanya tadi berdiri di belakangnya dan mencegah dengan mencekal tangannya.


"Siapa sih dia, Yes?" tanya lelaki yang bersama Yesi.


"Dia yang namanya Andre, Yan! Yang gue ceritain tadi." Lelaki itu manggut manggut.


"Pantesan, kayaknya dia jeles sama gue!"


"Jeles? emang kenapa?" Yang dipanggil Yan merasa gemas dan mengacak rambut Yesi.


"Coba deh, kamu bayangin. Kalau lo punya orang yang lo suka, terus dia bersama perempuan lain. Lo jeles gak?"


"Ya iya lah. Gue pernah ada di posisi itu!" Dulu saat Andre bersedia gurau bersama Made, Yesi sadar bahwa ia sedang di landa cemburu.


"Lah, kan elu Abang gue, kenapa harus jeles?"


"Emang dia tahu gue Abang elu! nggak kan?"


"Oiya ya! hehehe!"


"Lu kok mendadak telmi gitu sih Yes!"

__ADS_1


Orang yang bernama Yan atau Ryan, adalah sepupu Yesi yang lama tinggal di Malaysia. Dulunya ia adalah seorang TKI disana yang beruntung mendapatkan jodoh gadis asli Malaysia, jadilah ia menetap di negri Jiran itu dan menjadi penduduk sana.


Bahkan kedua orang tuanya ia boyong kesana. Karena ia anak tunggal. Itu sebabnya, mau tidak mau, kedua orang tua Ryan ikut ke Malaysia.


Dan kini ia pulang, rindu tanah kelahirannya. Rindu Om dan Tantenya. Rindu pada sepupu satu satunya.


"Lo gak berusaha ngejelasin gitu, biar dia gak salah paham?"


Yesi hanya diam saja. Iya, tentu saja ia juga bingung di buatnya.


Sementara Andre, ia menghentikan kendaraannya di tempat mereka pertama kali bertemu.


Pantai.


Ia duduk di sebuah batu karang, ditempat yang sama waktu itu. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru, mengambil sebuah cincin dan memutar mutar di tangannya. Cincin yang awalnya ingin ia berikan pada sang pemilik hatinya. Tapi urung tatkala ia bercanda riang dengan seorang pria tampan yang tak di kenalnya. Dari gesturnya terlihat mereka sangat dekat.


Beberapa pengunjung wanita menyapanya, ia hanya tersenyum. Bahkan ada juga yang mengajaknya kenalan dan mengajak bicara, dia hanya minta maaf. Dia sedang ingin sendiri.


Hampir dua jam lamanya ia bergeming dari duduknya. Hingga warna jingga tampak di ufuk barat pertanda hari telah menjelang malam. Lalu ia dikejutkan oleh sebuah suara seorang wanita.


"Heiii!"


Andre menoleh. Wanita yang membuat galau hatinya kini sedang tersenyum dan melangkah mendekatinya.

__ADS_1


"Aku cari cari dari tadi, disini ternyata kamu!" sekarang berat rasanya hati Andre walau hanya mengulas senyum. Hatinya tercubit dan sakit namun tak berdarah, saat melihat gadis yang dirindukannya, yang membuatnya tak betah lama lama tinggal di rumah orang tuanya. Ingin cepat cepat kembali, namun saat di datangi ternyata malah terlihat mengobrol akrab bersama laki laki lain.


"Aku cari angin. Tiga Minggu nunggu ibuku di rumah sakit, suntuk rasanya." ucap Andre tanpa menatap Yesi.


"Ish, kamu kenapa sih?" mendorong bahu Andre, lalu duduk disampingnya. Hingga kotak kecil dipangkuannya terjatuh.


"Apa ini Ndre?" mengambil kotak itu dan membukanya. Yesi takjub melihat isinya.


"Cincin! Cantik sekali!" celetuk Yesi, lalu menoleh pada pria yang ternyata sangat dirindukannya itu. Andre hanya menatap lurus kearah barat, kearah matahari terbenam, yang masih menyisakan warna yang indah.


"Milik siapa Ndre, cincin secantik ini?"


"Cincin ini tak bertuan. Pemiliknya meninggalkannya begitu saja." bagi Yesi, ucapan Andre begitu dingin.


Kemana Andre yang selalu tersenyum jika bicara dengannya, walau Yesi selalu ketus terhadapnya. Namun Andre tak kehilangan akal, dan tak pernah mempermasalahkan cenderung tak memperdulikannya.


Sebelum Andre, beberapa orang pria yang mendekatinya mundur perlahan, tak tahan dengan sikap ketusnya. Hanya Andre, yang tetap bisa bertahan. Tapi kini.....


"Kalau kau mau ambil cincin itu, ambillah! Sepertinya pemiliknya sudah tak menginginkannya."


Yesi menutup kembali kotak itu.


"Benda ini memang cantik, aku suka. Tapi ini bukan milikku, aku tak akan mengambilnya." meletakkan kotak itu dipangkuan Andre lagi.

__ADS_1


\=\=\=\=


Maaf kalau babnya terlalu pendek. Habisnya ini othornya lagi buntu ide. dunia nyata melambai lambai. Hingga dunia halu menyingkir dahulu sejenak. Minggir minggir, hush...hehehe.


__ADS_2