
"Mas Romi. aku takut!" rengek Yulia di sela sela rasa sakit yang ia rasakan. Walau ia telah mengikuti kelas prenatal, nyatanya saat waktunya telah tiba tetap saja rasa cemas itu ada.
"Jangan takut sayang! semua wanita pernah mengalami hal ini, dan tak apa apa. Aku selalu bersama kamu! ujar Romi menyemangati istrinya, walau sebenarnya ia sendiri gugup dan lutut rasanya lemas. Teringat kala Dina melahirkan Shila. Dan meninggal beberapa hari setelahnya.
Ya Alloh, cukup sekali aku kehilangan istri saat melahirkan. Beri kemudahan Yulia ya Alloh! Doa Romi dalam hati.
Terlihat Yulia mengernyit menahan sakit. Ia bahkan mencengkeram dengan kuat tangan Romi yang menggenggamnya. Ngilu rasa hati Romi, bahkan ia ikut mengernyit. Ingin rasanya menggantikan rasa sakit yang dirasakan istrinya jika bisa.
"Hikks...Mas, aku minta maaf ya! Selama ini aku banyak berbuat salah sama kamu, aku sering mengabaikan kewajiban aku sebagai istri dengan alasan hamilku. Aku juga sering marah marah sama kamu! isssshhh..." Raut wajah Yulia diantara rasa sakit dan sesal, Romi menggelengkan kepala. Ingin rasanya ia menangis jika tak malu.
"Nggak, kamu gak salah sayang. Sudah fokus saja sama dirimu dan anak kita. Aku yakin kamu kuat!" ucapnya terus menyemangati. Mengecup tangan Yulia.
Romi menempelkan keningnya pada kening Yulia dibawahnya, hingga rambut gondrongnya menjuntai, saat dokter memeriksa jalan lahirnya.
"Sudah bukaan 6 Bu Yulia, gak bakal lama lagi, Baby bakal melihat dunia." ucap dokter itu terlihat melepas sarung tangannya yang baru dibuat memeriksa Yulia. Disaat itu rasa sakit kembali menyerang Yulia. Kedua tangannya meraih apapun yang bisa di jangkaunya, untuk diremas, untuk menahan rasa sakit yang ia rasakan.
****
"Ingat ya Yul, nanti kalau udah waktunya melahirkan, jangan teriak jika rasa sakit menyerangmu. Tahan, kamu harus bisa tahan, kamu bisa meraih apa yang ada di dekatmu buat digenggam. Bisa sprei atau apa, yang penting gak teriak teriak!" Risma mengingatkannya.
"Loh, memang kenapa, Ris! Wajarlah kalau merasa sakit tuh teriak!" sanggahnya waktu itu.
"Huuh, kamu itu kalau dikasih tahu ngeyel. Gak malu apa, waktu bikin bayi, ah uh ah uh kamu keenakan, gak teriak teriak. Terus waktu ngelahirinnya teriak. Malu sama tetangga tahu! Hahaha...!" ledek Risma lagi membuat pipi Yulia memerah.
"Apaan sih... gak jelas ngomongnya!" omelnya.
Itu percakapan beberapa waktu lalu saat Yulia berkunjung ke swalayan.
****
Yulia merasakan sakit, saat ini yang bisa ia jangkau adalah suaminya, ia meraih rambut Romi disebelah kanan dan sprei disebelah kiri.
__ADS_1
"Isssshhhh! saakiit...massss!" Ringisnya. Begitupun Romi merasakan sakit pada kepalanya. Namun ia tahan untuk tidak mengeluh dengan menggigit bibir.
"Maaf ya, mas!" saat rasa sakit itu hilang Yulia melihat Romi mengusap usap kepalanya, jadi merasa bersalah. Tadi ia menjambak rambut dengan sekuat tenaga.
O begini ya rencana kamu suruh aku panjangin rambut. Biar lebih mudah buat kamu rontokin dengan cara seperti ini. Bener bener bisa jebol nih rambut. Romi.
Namun ucapan itu hanya dalam hati, dan kenyataannya bibirnya malah menyungging senyum.
"Gak apa apa sayang. Aku tahu sakit yang kamu rasakan jauh lebih sakit dari ini. Ya, yang aku tahu sakit wanita saat melahirkan rasanya seperti 20 tulang yang dipatahkan bersamaan. Ayo! kamu pasti kuat. Demi anak kita, buah cinta kita!"
"Ayo, ingat bahwa anak ini adalah anak yang kita nanti nantikan kehadirannya di dunia ini."
Seketika Romi ingat, lalu ia mengucap dzikir dalam hati. Bibirnya komat kamit mengucap istighfar dan mengucap kalimat talbiyah tiada henti sambil menyemangati istrinya.
****
Bayi perempuan dengan berat 3,3 kilogram dan panjang 51 cm, lahir pada tanggal 29 Agustus pukul lima sore lebih duapuluh menit. Dengan keadaan sehat wal afiat baik ibu dan bayinya.
Sekarang bayi itu ada diatas tubuh Yulia, mulutnya yang mungil mencari cari sesuatu di dada ibunya untuk diraih. Cukup lama bayi itu untuk bisa meraih apa yang diinginkan. Dan setelah dirasa mendapatkannya, ia pun langsung memasukkan ke dalam mulut dan menghi sapnya dengan rakus.
Dan semua itu tak luput dari pandangan Romi dan Yulia, ayah dan ibu bayi imut itu. Begitupun kakak perempuannya yang ikut datang bersama nenek Alvi beberapa jam yang lalu langsung dari sekolahnya, dan masih belum menanggalkan seragamnya.
"Naah, sekarang Shila udah jadi kakak! Adek Shila cewek loh!" ucap Romi sambil matanya tak lepas dari bayinya.
"Yeeei, aku punya adik cewek! Nanti Akak ajak main boneka ya dek, ya!" ucapnya antusias dalam pangkuan sang ayah. Masih terus memandang adik bayinya yang masih berusia belum genap satu jam.
"Masih lama, Kakak! Adek masih kecil, belum bisa diajak main." ucap sang ayah yang memangkunya.
"Nanti kalau adek udah bisa ngomong, terus udah bisa jalan baru bisa diajak main." sambungnya lagi.
Semua memandang dengan takjub, sambil tersenyum. Dan setelah beberapa saat puas mengi sap pu ting payu dara ibunya dan telah melepaskannya, Baby diambil lagi oleh suster untuk di bersihkan dan dipakaikan baju.
__ADS_1
"Mas Romi udah nyiapin nama buat dedek bayi?" tanya Yulia pada suaminya, berbaring setengah duduk di brankar.
Sebelumnya hal itu belum pernah dibicarakan oleh Romi maupun Yulia.
"Hmmm, kalau Kakak pengen nama apa buat dedek?"
"Mmmm! apa ya?" mendongak keatas sambil matanya menerawang.
"Aku punya temen namanya Zaskia, anaknya cantik dan baik!" ucapnya kemudian.
"Kakak pengen adek dinamai Zaskia? Zaskia Gotik? Atau Zaskia Sungkar? Zaskia Adya Mecca? hehehe!" gurau sang ayah.
"Kalau aku suka nama Hanin, mas. Artinya sih kalau gak salah penuh kasih sayang."
"Kalau Zaskia artinya suci atau murni." sambungnya lagi.
"Hmmm, bingung juga. Semua punya nama sendiri. Bagus bagus lagi. Kalau aku sih suka nama Zhifa atau Salsabila!"
"Salsabila nama sebuah sungai di surga, kalau Zhifa artinya orang yang bertanggungjawab dan berkepribadian."
"Zaskia Zhifa Salsabila!" gumam Romi.
"Terus nama Hanin? Gak dimasukin juga mas?"
"Gimana kalau nama Hanin buat adeknya Zaskia nanti? Yaaa, dua atau tiga tahun lagi?" usul Romi sambil senyam senyum, yang langsung dipelototi Yulia.
\=\=\=\=\=\=
Hadeeuh, mas Romi, bayinya masih umur satu jam. Udah mikirin buat ngasih adek lagi .....
Dasar ya.....
__ADS_1