
Waktu terus bergulir siang dan malam bergantian dengan cepat. Pagi menjelang siang Romi dan Yulia bersiap untuk pergi pemeriksaan kandungan Yulia. Menjelang persalinan, Yulia disarankan periksa dua Minggu sekali.
Shila sudah diantar pergi ke sekolah, dan telah menghubungi mbak Fani jika sampai waktu pulang sekolah mereka belum selesai pemeriksaan, minta mbak Fani jemput sekalian dengan anaknya, Safa. Mereka berdua belajar di sekolah yang sama.
"Ayolah, mas! keburu kelewat nomer antriannya. Takut macet juga di jalan! ucap Yulia mengingatkan. Mereka telah mengantri secara online dan mendapat nomer antrian awal.
"Iya iya... sekarang kok jadi gak sabaran sih kamu...! Dalam segala hal!" ucap Romi sambil tertawa. Yulia merengut. Ia tahu apa yang di maksud suaminya.
"Mas, mas bawa permen gak sih, kok pingin nge mut yang manis manis gitu!" tanya Yulia saat mereka di tengah perjalanan.
"Mmm, coba aja cari di laci siapa tahu ada!" jawab Romi tanpa menoleh, tetap fokus di jalanan. Yulia membuka laci dashboard di depannya.
"Ada nggak?"
"Nggak ada...!"
Yulia hanya menemukan uang receh dan minyak kayu putih disitu.
"Besok besok lagi di kasih permen apa makanan apa gitu, di mobil. Biar gak kecut nih mulut!"
"Pengen ngemil ya? perlu berhenti dulu, beli cemilan?"
"Gak ah! keburu kelewat nomer antriannya."
"Gak papa juga lewat. Ntar juga dipanggil!"
Yulia hanya merengut.
"Gitu aja cemberut sayang! Mmm, aku punya tebakan nih...biar gak suntuk, coba kamu bisa jawab gak. Permen apa yang paling besar, hayooh?"
"Ah cuman gitu, ya gampanglah. Permen lollipop kan?" tebak Yulia tersenyum lebar. Tapi Romi menggeleng.
"Salaaah!" Yulia tampak berfikir.
"Apanya yang salah. Permen lollipop pelangi itu kan gede. Masa ada yang lebih gede?"
"No, no, no! Pokoknya salah!"
"Terus...!"
__ADS_1
"Ayo, tau nggak?" Yulia mengetuk ngetuk dagu.
"Nyerah deh... apaan coba!"
"Jawabnya yang benaaar "Candy" Borobudur! Hahaha...! Romi tergelak sendiri. Sedang Yulia menyebikkan bibirnya.
"Ada lagi nih..!"
"Apaan?"
"Minyak apa yang bikin mabok? Ayoh jawab...!"
"Ishhh..minyakk... minyak but but kali?"
"Salah...!"
"Terus...!
"Jadi Kang Parkir...terus terus!"
"Terus apa jawabannya?" Yulia tak sabar.
" Hmmm, jawabnya adalah... Minyak-sikan senyumanku tiap hari hehehe..!" senyum Romi makin lebar.
"Jadi beli cemilan dulu ya! Sebentar aja..! Sepuluh menit." Romi langsung keluar dari mobil setelah parkir di depan sebuah mart. Tak sampai sepuluh menit, ia keluar lagi menenteng kresek berisi camilan dan minuman.
"Eh, cepet amat mas! Jangan jangan gak di bayar lagi..! gurau Yulia menatap Romi yang masuk ke dalam mobil.
"Isssh, mana ada gak bayar. Ya bayarlah. Mana mungkin aku ngasih istriku makanan gak halal!" kilahnya.
"Lagi pula nanti kalau kamu kamu juga ngomel, kok lama banget, gitu!" Romi menirukan kata kata Yulia saat tak sabaran.
"Hmmm, oiya mas! Itu ada tukang batagor, beliin sekalian ya?" Yulia menunjuk tukang batagor di depan agak kesamping kiri halaman mart.
Romi menghela napas lalu keluar lagi dari mobil menuju tukang batagor. Ada dua orang yang mengantri sebelum Romi. Dan tak lama ia kembali membawa dua bungkus batagor.
"Ntar kalau telat gak boleh marah ya?" ucap Romi saat masuk ke dalam mobil. Lalu segera melajukan mobilnya lagi.
"Iya...! Yulia menjawab sambil membuka batagor yang masih hangat.
__ADS_1
"Hmmm, sekarang giliran aku nih, mas Romi yang nebak ya! Jajanan apa yang yang suka diseruduk banteng, ayo apa coba....?"
"Mmmmm, " Romi berpikir.
"Bisa jawab gak?"
"Nyerah deh!"
" Gak tahu ya? Kasian banget. Jajanan yang suka diseruduk banteng ya ini... Matagor!!" Romi menoleh.
"????" Romi tersenyum sambil geleng geleng kepala.
"Ada lagi nih, jawab ya...!" ucap Romi. Mereka telah berbelok ke area parkir rumah sakit.
"Kuda apa yang bikin seneng?"
"Apa ya... kuda poni kalee! dia kan cantik rambutnya ya?" tebak Yulia.
"Salahhh! Kuda yang bikin seneng itu ya kuda_pat istri seperti kamu! Udah cantik baik, pinter masak, apalagi kalau lagi itu dan anu, ish bikin nagih!" ucap Romi sambil memijak pedal rem. Mobil telah berhenti. Lalu ia menoleh pada istrinya dan mengerling kan sebelah mata.
Mereka berdua lalu keluar dari mobil. Dan berjalan bergandengan tangan menuju lobi.
Hingga tiba tiba sebuah suara dari belakang memanggil Yulia.
"Yulia...!
\=\=\=\=\=\=
Hayoh, siapa ya yang manggil. Coba tebak....
Maaf baru bisa up....
Udah gitu dikit lagi....
Author benar benar stuck....
Otak gak bisa buat ngehalu....
Mikirnya capek tapi hasilnya gak sesuai harapan.....
__ADS_1