
Wahyu berdiam diri cukup lama di tempat parkir, ia memejamkan mata hingga tak terasa ia tertidur dalam mobilnya.
Saat ia bangun hari telah petang. Mengingat ingat kenapa ia sampai ada disini. Dan setelah mengingatnya, wajahnya bermuram durja lagi.
Wahyu ingin pergi ke suatu tempat agar bisa melupakan kesedihannya. Hingga seperti ada yang mendorongnya untuk pergi ke sebuah tempat hiburan malam yang sudah buka. Padahal ini masih belum terlalu malam.
Ditempat itu Ia lalu memesan secawan anggur, menenggaknya sampai habis, lalu memintanya lagi pada bartender. Lalu menenggaknya lagi, di saat itu kesadarannya sudah mulai berkurang.
Ia meracau tak jelas. Tertawa tawa, yang membuat pengunjung lain menggelengkan kepala. Setelah minuman kedua habis ia pun meminta lagi satu cawan.
"Mas, anda sudah mabuk!" kata bartender itu.
"Heiii, kata siapa aku mabuuk, heee! Ayooo, aku ingin minum lagiiii! ahahaha..." Wahyu tertawa tawa saat melihat bartender di depannya menuangkan pesanannya.
"Aku tuuh kesini mau bersenang senang... ayooo, siapa yang mau bersenang senang sama akuuu!" Wahyu mendekati seorang wanita yang berada di dekatnya.
Pandangan Wahyu sudah buram, ia agak terhuyung mendekati wanita yang ada di dekatnya. Dalam pandangannya wanita itu adalah Yulia.
"Yulia sayaaang, aku menyesal menceraikanmu sayannggg, aku mohhoon...kembalilah sama aku.... kita menikah lagi Yuliaaa!"
"Heiii, jangan sentuh wanitaku!!!" teriak seorang pria pada Wahyu. Pria itu mendekat, lalu mendorong Wahyu dengan kasar.
"Heiii, jangan kurang ajar kamu ya! Kau mau mencuri wanitaku!! Dia Yulia istriku... Kamu mau mencuri istriku!!" Wahyu berteriak tak kalah lantang. Matanya merah karena amarah dan mabuk.
"Yulia... Yulia... ayo kita pulang Yulia... ku mohon Ku masih sangat mencintai kamu Yuliaaa!" Pria yang bersama wanita yang disebut Yulia oleh Wahyu berang.
"Benar benar kurang ajar kamu!!"
BUGH!
Sebuah pukulan mendarat di perut Wahyu, membuatnya ambruk. Pengunjung lain pun segera melerai mereka.
"Kurang ajaaar! kamu udah mau merebut istriku...malah marah lagi! Harusnya aku yang maraaah!" Wahyu berusaha bangkit. Dan mau menyerang pria itu, namun ditahan oleh seorang laki laki. Begitu juga pria itu, mau menyerang Wahyu lagi, ia berusaha terlepas dari cekalan tangan dua orang security yang menghadangnya.
"Dasar an jing, bede bah, sia lan. Ku kirim kamu ke neraka!" Sebuah pukulan mengenai wajah Wahyu, saat salah satu tangan pria itu terlepas.
BUGH!
Akkhh!
Sudut bibir Wahyu terasa perih terkena bogem pria yang tak di kenalnya itu.
__ADS_1
Kedua security segera menjauhkan keduanya. Wahyu di seret ke tempat yang aman, sedang laki laki yang memukulnya menyeret wanitanya meninggalkan tempat itu dengan penuh emosi setelah terlepas pegangan tangannya.
"Yuliaaa, yullll! Kenapa kau memilih laki lain selain aku Yul! Padahal aku tuh masih cinta sama kamu.... Yuliaaa!" teriaknya lagi lalu menangis tersedu. Ia terus meracau. Hingga seorang security memaksa mengambil dompetnya. Dan melihat kartu tanda pengenalnya untuk melihat alamat. Pria itu juga mengambil hape Wahyu dalam saku celananya.
Saat membuka aplikasi pesan, ingin melihat siapa yang sering di hubungi Wahyu, siapa tahu bisa di mintai tolong, untuk membawa Wahyu pulang.
Saat itu ada panggilan masuk dari Imah, dan security itu menjawab panggilan Imah.
Security menjelaskan keadaan Wahyu, dan meminta tolong untuk menjemput Wahyu di tempat itu. Namun Imah menjelaskan kalau ia tidak bisa pergi ke tempat itu, karena ada bayi dan anaknya yang sudah tidur.
Waktu menunjukkan pukul dua puluh satu, lebih sepuluh menit. Ia meminta tolong pada security untuk mencarikan orang yang mau mengantar Wahyu sampai rumah, dan ia akan membayarnya setelah sampai. Ia memberikan alamat rumah kontrakan itu.
Hingga hampir jam sepuluh, Imah mondar mandir di depan pintu dalam ruang tamu. Tak menyangka jika tuannya itu mabuk.
Terdengar suara sebuah mobil berhenti di depan rumah, ia mengintip dari balik korden. Itu adalah mobil Wahyu, tuannya. Dan beberapa saat kemudian terlihat seseorang menuntun Wahyu yang seperti tak punya daya untuk berjalan.
Ia segera membukakan pintu depan dan mempersilakan orang itu membawa masuk tuannya langsung ke dalam kamar. Tak mungkin juga ia sendiri yang membawa Wahyu, yang kesadarannya cuma beberapa persen itu.
"Terima kasih mas, udah nganterin bapak ini pulang" sambil menyerahkan uang lembaran berwarna merah pada orang itu yang mengucap terima kasih lalurlsngksh pergi setelah menyerahkan kunci mobil. Benar benar perpindahan yang tak memberi kesan bagus.
Setelah mengunci pintu rumah, Imah menuju kamar tuannya, Bau alkohol merebak di ruangan itu, ia sebenarnya tak tahan.
Wahyu terkulai lemah tak berdaya dengan telentang diatas ranjang. Imah geleng kepala, baru kali ini ia melihat Wahyu mabuk. Sepertinya tekanan batinnya makin menjadi.
Ia melepas sepatu Wahyu yang masih terpasang sempurna. Dan segera keluar dari kamar itu untuk tidur. Sebelum keluar ia mendengar gumaman Wahyu yang menyebut nama Yulia berkali kali.
"Jangan pergi Yulia, ku mohon maafkan aku, istriku! Aku masih cinta kamu....!" gumaman itu begitu jelas.
Siapa Yulia? Apa pacar pak Wahyu? tapi tadi dia sebut istri. Bukannya istrinya pak Wahyu bernama Wida, ibunya Rayyan. Tapi kenapa pak Wahyu bilang Yulia istrinya?
Ah masa bodoh ah! orang mabuk kan hilang akal. Jadi halunya kemana mana.
Hiii, gak bisa bayangin Imah, kalau tiba tiba dalam keadaan mabuk Wahyu memeluknya dan menganggap dirinya istri. Itu bisa saja terjadi. Dengan langkah cepat ia masuk ke kamarnya dan mengunci pintu dari dalam. Takut tiba tiba Wahyu membuntutinya dan berbuat macam-macam padanya.
Pagi harinya matahari telah bersinar saat Wahyu bangun dari tidurnya.
Ia berusaha untuk duduk, namun kepalanya terasa pening. Wajahnya juga terasa sakit, terutama jika mau membuka mulut.
Ada apa denganku?
Bertanya tanya dalam hati.
__ADS_1
Ishhhh!
Wahyu menahan sakit saat berusaha membuka mulutnya, lalu ia berjalan agak sempoyongan ke kursi yang didepannya menempel sebuah kaca.
Wajahku biru begini, pantesan sakit. Terus, siapa yang bawa aku pulang semalam?
Mengamati luka di wajahnya. Dan saatviyu terdengar pintu di ketuk.
"Pak Wahyu! Pak Wahyu sudah bangun?" Wahyu menoleh ke arah pintu. Rupanya Imah yang mengetuknya. Ia tak menjawab, dengan langkah yang masih terseok menahan pening dan sakit di wajah ia berjalan menuju pintu. Belum sampai ia dipintu, pintu itu terbuka dari luar.
"Eh, maaf pak! Saya kira belum bangun. Ini saya bawakan air kelapa, untuk mengurangi efek alkohol dari tubuh Pak Wahyu!" hampir saja wajah Wahyu yang sudah bonyok kejedot pintu, andai ia tak memundurkan wajahnya.
Wahyu hanya mengangguk, tak mampu membuka mulutnya. Dengan tangan bergetar ia mengambil gelas yang Imah bawa. Dan meminumnys sedikit.
"Habiskan ya pak! biar pak Wahyu segera pulih. Saya mau ke belakang dulu ambil air panas buat itu..." Imah menunjuk wajah Wahyu. Wahyu lalu duduk di tepi ranjangnya.
Tak butuh waktu lama Imah datang lagi membawa baskom air hangat dan kain untuk menyeka wajah bengep Wahyu. Juga sebuah sedotan.
"Pak Wahyu sulit buka mulut buat minim ya? ini saya ambilkan sedotan biar lebih mudah minumnya!" Wahyu hanya mengangguk dan meminum air kelapa dengan sedotan hingga hampir habis. Rupanya ia kehausan.
"Pak, ini wajah pak Wahyu biar saya seka!" Namun Wahyu menggeleng, menolak Imah yang sudah mendekatkan kain lap. Lalu mengambil dan menyekanya sendiri.
"Makasih ya, Imah!" ucap Wahyu lirih. Mulutnya sudah bisa di buka sedikit.
Imah mengangguk.
"Iya, pak!"
"Maaf pak kalau saya lancang, tapi kenapa pak Wahyu mabuk? Karena setahu saya jika minum sampai mabuk itu, amal ibadah kita tak diterima Alloh selama empat puluh hari pak! Terutama shalat kita!"
"Maaf, saya cuma mengingatkan karena setahu saya Pak Wahyu rajin beribadah!" Imah menunduk.
"Kalau begitu saya permisi pak! Baby Rayyan di belakang berdua sama Ifah. Saya mau masak dulu! kalau Bapak butuh apa apa, Bapak panggil saya saya di belakang!" Imah melangkah keluar kamar.
"Makasih ya Imah!"
Imah hanya menoleh lalu kembali mengayunkan langkah ke belakang.
Bodoh kamu Wahyu, kamu salah jalan mengambil cara untuk menyelesaikan masalahmu. Ishhhh! menahan sakit di bibirnya.
Wahyu membodohkan diri sendiri.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
TBC