
Yesi diam saja dengan perlakuan Andre padanya, hingga membuat Andre memberanikan diri mendekatkan wajahnya lagi.
" Ndre!" bentak Yesi, saat Andre untuk yang kedua kalinya mengecup bibirnya.
"Apaan sih elu, nyosor aja." mendorong dada Andre, dan reflek menampar pipi Andre, wajah Yesi pun terlihat memerah karena perlakuan tiba tiba itu.
"Bukannya kata elu, patah hati itu obatnya jatuh cinta. Ayo kita saling berusaha move on, dan jatuh cinta..!"
"Gak begitu juga kali caranya! Huh! Dasar jomlo abadi, gak pernah pacaran, gak ada romantisnya. Mangkanya gak pernah bisa gaet cewek satupun, padahal umur udah kepala tiga!" omelnya dan dengan langkah cepat meninggalkan Andre.
"Gak salah nih, emang elu pernah!" ejek Andre menyusul Yesi yang mengambil tasnya yang tergeletak diatas sofa.
"Kita tuh ya, satu sama! Sama sama Jomlo!" masih terus mengejek dan membuntuti Yesi sampai didepan pintu.
"Gak usah gengsi ngakuin kalau elu juga Jomlo abadi."
"Kita bisa jadi pasangan biar tak Jomlo lagi!" Andre masih terus nyerocos, saat Yesi membuka pintu.
"Udah, ah! Gue kalau tetap disini, bisa bisa elu terkam! Gue pamit nih!" Yesi tanpa melihat Andre lagi langsung ngeloyor pergi.
"Tunggu Yesi!"
"Apa.?"
"Maaf, untuk yang tadi, atas kekurangajaranku. Itu ciuman pertama ku. Aku gak akan melupakannya!" tanpa sadar Andre tak lagi ber elu gue! Tapi aku dan kamu.
"Sama dong, Ndre! Kamu sih, nyuri ciuman pertama aku!" jawabnya kemudian dan melanjutkan mengayun langkah meninggalkan Andre yang masih menatapnya di depan pintu.
Setelah Yesi tak terlihat lagi, Andre tersenyum menyentuh bibirnya.
"Manis!"
Andre masuk kembali lalu merebahkan dirinya diatas kasur sambil memejamkan mata. Masih membayangkan bibir yang baru saja menyatu.
Oh, gini yang namanya ciuman ya! Hmmm, rasanya....!
Andre tak bisa menjabarkannya. Aneh dan asing baginya. Rasanya setelah ciuman tadi membuat darahnya berdesir, jantungnya berdetak lebih cepat.
Apa aku punya penyakit jantung ya? Aku pikir aku sehat sehat saja. Sepertinya aku harus datang ke ahli jantung.
__ADS_1
Dokter juga manusia....juga bisa sakit.
Andre tersenyum menerawang langit langit kamarnya, mengingat kejadian beberapa menit lalu.
Ciuman pertama. Hahaha setelah sekian tahun usiaku, teman teman aku bahkan sudah banyak yang memiliki 2 anak, dan aku baru merasakan ciuman pertama. Dulu bahkan teman teman SMA ku banyak yang bercerita bahwa mereka telah mencium pacarnya.
Andre masih saja tersenyum dan hampir saja terlelap kala suara panggilan di ponsel mengagetkannya.
Ponselnya berbunyi nyaring. Yesi! Ada apa lagi dia?
"Halo..!"
"Ndre kunci sepedaku ketinggalan di situ, nggak?" tanya Yesi tanpa basa basi. Andre mengerutkan kening, terpaksa beranjak lagi dari atas ranjang.
"Sebentar aku cari dulu, Yes!" jawabnya sambil mengedarkan pandangan ke atas meja. Tak ada.
Setelah dirasa di tempat tempat yang memungkinkan digeledah, Andre tak menemukan kunci motor Yesi. Bahkan sampai kamar mandi ia geledah pula.
"Sepertinya kok gak ada Yes, kamu lupa narohnya kali!"
"Masa iya sih!"
"Di ingat ingat dulu Yes, sapa tahu kamu lupa naruhnya?" bujuk Andre.
"Di sini bener bener gak ada! suer"
"Lah, terus gimana dong aku pulangnya? ini kan udah malam?" suara Yesi terdengar putus asa.
"Ya udah, coba kamu naik aja dulu! ini aku juga masih lagi nyari. Sapa tahu ketemu!" Andre mencari bahkan sampai di kolong ranjangnya.
Hehehe, memang ada ya kunci motor dibawah ranjang. Ada ada aja. Tadi kan Yesi gak sampai dekat ranjang ini? Hmmmm, kunci motooor! elu dimana sih? Nyusahin aja! gerutu Andre. Padahal ia juga udah ngantuk berat.
Tak butuh waktu lama, pintu kamar diketuk, Andre bergegas untuk membukakan pintu.
"Gimana, ketemu nggak?" kejar Yesi saat pintu dibuka.
Andre hanya mengedikkan bahu.
"Udah kucoba cari di semua tempat. Gak ada juga!"
__ADS_1
"Duuh, gimana aku pulangnya!" gumam Yesi. Karyawan di rumah makan yang ia handle pasti juga udah pulang. Mengingat hari sudah malam.
"Ya udah deh, kalau begitu aku pulang naik taksi aja. Tolong kalau kunci motornya ketemu, kasih tahu aku Ndre!" Yesi mengutak atik hapenya hendak memesan taksi online.
"Jangan, Yesi! Biar aku antar kamu pulang, bahaya naik taksi sendirian malam malam." cegah Andre. Ia langsung masuk menyambar jaket dan kunci mobilnya walau Yesi belum mengiyakan mau atau tidak ia diantar olehnya.
"Yuk, ah! Katanya keburu malam. Kok malah bengong!"
"Oh, iya...!" Yesi akhirnya mengikuti Andre turun dari kamarnya.
Tak seperti tadi saat baru bertemu, kini mereka saling diam. Tak tahu harus bicara apa.
"Yesi, maaf soal yang tadi!" Yesi hanya menoleh tanpa menjawab sepatah kata.
"Kamu nyesel ya, ciuman pertamamu aku curi? Btw, bener aku yang pertama?" Yesi hanya menunduk diam. Ia mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam mobil, padahal mereka telah sampai di rumah makan yang di kelola Yesi. Dan ia menempati lantai dua di tempat itu.
"Kalau aku sih, nyesel banget Yes! Sumpah, aku nyesel. Kalau cium seorang gadis bakal semanis ini aku nyesel kenapa gak dari dulu dulu aja aku ngelakuinnya." canda Andre sambil nyengury membuat Yesi melotot kearahnya dan memukul ia dengan tas tangan yang ia bawa.
" Asem banget kamu, Ndre! Kirain nyesel apaan!" lototnya.
"Hahaha.... boleh diulang sekali lagi?" Andre mengerlingkan sebelah mata pada Yesi, membuatnya salah tingkah dan langsung membuka pintu mobil.
"Ogah, kamu udah nyuri dua kali. Gak ada yang ketiga kalinya!" tegas Yesi yang langsung ngeloyor pergi tanpa mengucap apapun lagi.
"Yesi..!" teriak Andre. Yesi menolehkan kepala.
"Makasih, ya!" Andre tertawa sebelum melambai dan meninggalkan Yesi yang wajahnya bersemu merah.
Ambigu sekali!
Dia berterimakasih karena mendapat ciuman atau terimakasih karena apa?
*****
Hai hai hai....
Lama gak update....
Maaf ya...
__ADS_1
Hehehe....