
*****
Romi Dan Yuli duduk di teras mengamati Shila dan Rima yang sedang bermain dihalaman rumah. Dan saat itu terlihat mereka mengejar sesuatu.
"Shila, Rima! Hei,,, itu kucing punya Tante jangan dibuat mainan. Kasihan, dia kan lagi hamil!" tegur Yulia pada ponakannya dan juga Shila. Mereka sedari tadi mengejar kucing belang tiga warna dengan gembira dan tertawa.
"Hamil? hamil itu apa bunda?" Shila yang berhenti mengejar kucing tertarik untuk bertanya.
"Hamil itu di dalam perutnya ada anak kucing. Nanti kalau udah waktunya maka kucing itu akan beranak dan punya bayi kucing yang lucu dan imut, sayang!" Yulia memberi penjelasan. Kini kedua anak itu duduk anteng menyimak apa yang dikatakan Yulia.
"Itu artinya kalau Shila pengen adik bayi yang imut Ayah harus hamil ya, bunda?" sontak pertanyaan Shila membuat tertawa Yulia dan Romi di sampingnya. Saat tahu dirinya ditertawakan, Shila melipat tangannya diperut dan mulutnya maju. Romi lalu mendekati anaknya dan jongkok di depannya.
"Shila sayang, ayah bilangin ya! Seperti halnya hewan, atau ciptaan Tuhan yang lain, yang bisa hamil dan melahirkan anak itu adalah perempuan, atau wanita.
Jadi ayah tidak bisa hamil, kayak Shila dulu asalnya dari dalam perutnya Bunda Dina." Shila terlihat antusias dengan penjelasan Ayahnya. Tangannya langsung ia turunkan sempurna, dan matanya berbinar bulat.
"Kalau begitu, nanti bunda Yulia juga bisa ngasih Shila adik bayi yang lucu dan imut ya, Ayah?" tak disangka Shila langsung tanggap dengan apa uang diuraikan Romi. Romi dan Yulia saling pandang.
"Insha Alloh ya, Shila sayang! berdoa saja pada Tuhan agar nanti Shila punya adek baby yang keluar dari perut bunda Yulia!" Romi melirik Yuli yang mengerutkan kening.
Eh, menikah aja belum. Entah mereka berjodoh apa enggak, ini malah janjiin anaknya punya adik Baby segala.
"Oiya, tadi tante manggil kalian karena udah waktunya makan siang. Yuk, kita makan dulu!"
Sebelum kita makan dik
Cuci tanganmu dulu
Menjaga kebersihan dik
Untuk kesehatanmu
Banyak banyak makan jangan ada sisa
Makan jangan bersuara
__ADS_1
Banyak banyak makan jangan ada sisa
Ayo makan bersama....
"Yeee...horreeee!" Yulia bertepuk tangan setelah ia menyanyikan lagu anak anak itu. Lalu membimbing Shila dan Rima untuk cuci tangan dengan sabun di keran air depan rumah. Romi tersenyum simpul melihat adegan yang mirip interaksi antara ibu dan anak itu.
Mereka makan bersama diatas karpet yang di gelar, karena meja tak cukup untuk makan tujuh orang yang ada dirumah itu.
"Maaf, Bu. Romi sama anak Romi jadi ngerepotin semua orang disini!" ucap Romi merasa sungkan. Yulia mengambilkan Shila nasi dengan ikan gurami goreng yang tidak di gulai. Lalu Romi memilah daging ikannya saja supaya Shila bisa makan sendiri.
"Kami yang minta maaf, Nak Romi. Nak Romi pasti terbiasa makan enak ya? Dan disini cuman disuguhi ini, nasi tiwul sama gulai ikan. Habisnya nak Romi tadi gak ngabarin mau kesini!" walaupun belum ada keputusan diterima atau tidaknya pinangan Romi, namun keluarga ini tetap memperlakukan Romi dan Shila dengan baik.
"Kemarin memang Angga sama Dila mau datang, terus minta dibikinin makanan seperti ini, dari dulu Angga sama Yulia memang sangat suka nasi tiwul."
"Seperti inipun enak kok Bu, menggoda selera malah. Dulu nenek saya juga sering masak nasi tiwul, enak banget. Jadi pengen cepet icip icip ini!" Yulia mengambilkan nasi putih untuk Romi, namun Romi malah minta yang nasi tiwul.
"Waah, Shila anaknya mandiri ya! pasti biasa makan sendiri. Rima juga makan sendiri ya sayang? kayak Shila?" ujar Dila demi melihat Shila menyuapkan nasi dalam mulutnya. Rima pun mengangguk mengikuti Shila saat sang ibu menyodorkan piring untuknya.
"Ehh, Shila! kita kan belum doa, kok langsung makan aja?" tegur Yulia pada Shila. Anak itu langsung tersenyum sambil nyengir dan mulutnya terus mengunyah.
"Akuu!"
"Akuuu!"
Kedua anak itu bersahutan ingin memimpin doa sambil mengacungkan jari.
"Oalah, mau semua ya! Kalau begitu, kalian berdua deh yang mimpin doanya, ayo!" ucapnya kemudian sambil menengadahkan kedua tangan siap berdoa.
Selesai berdoa merekapun makan dengan lahap, tanpa ada yang bersuara. Yulia tersenyum, kedua anak itu tidak rewel untuk di suapi.
Selesai makan siang, Romi berniat untuk pamit pulang.
"Mmm, udah kenyang nih! makasih makan siangnya ya Yul! Kamu memang pinter masak aslinya." puji Romi tulus membuat Yulia sedikit tersenyum malu.
" Kalau begitu kami mohon pamit, tiga hari lagi saya bakal kesini lagi. Aku berharap jawabannya iya."
__ADS_1
Romi berpamitan pada semua orang yang ada dirumah itu.
"Dadaaaah! Sampai ketemu lagi ya, Rima!" Shila melambaikan tangan seakan berat meninggalkan teman barunya.
Sepeninggal Romi Yulia menghembuskan nafasnya berat. Ia harus shalat istikharah memohon petunjuk, agar diberi jalan keluar yang terbaik. Haruskah menerima ataukah menolak, dan dia tergantung bagaimana jawaban dari doa yang ia panjatkan.
Ia tak mau jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Malam itu begitu dingin, andai tak ingat jika ia harus memberi jawaban atas lamaran Romi, maka akan lebih enak dan hangat bergelung di bawah selimut yang hangat. Bahkan saking dinginnya yang menusuk tulang, lutut dan juga bibirnya bergetar.
Cuaca beberapa waktu terakhir ini memang tak menentu. Kadang panas kadang hujan disertai petir yang menggelegar.
Tak perduli pagi, siang, sore, ataupun malam. Segera ia mengambil wudhu di kamar mandi.
Mengenakan mukena putih bersihnya, ia mulai menghadap kiblat. Memusatkan diri dengan khusyuk pada sang pemilik Kehidupan. Hingga saat telah selesai ia pun memanjatkan doa.
...Alloohumma innii astakhiiruka bi'ilmika wa astaqdiruka biqudrotik, wa as-aluka min fadhlikal adhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta'lamu wa laa a'lamu wa anta 'alaamul ghuyuub....
^^^Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib.^^^
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (menerima lamaran ) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.
Aamiin!
Selesai shalat Yulia melihat waktu kira kira setengah jam lagi sudah tiba waktu subuh, maka daripada tertidur dan nanti malah kesiangan, ia lalu mengambil kitab dan bertilawah sampai terdengar adzan subuh berkumandang.
\=\=\=\=\=\=\=
Masih Bersambung ya....
Penasaran gak.....
Atau udah bisa nebak alurnya....
Kutunggu like dan komennya.....
__ADS_1