Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul
Bab 24. Insiden


__ADS_3

*****


"Ndre!" Andre menoleh dari hapenya. Dan Romi duduk didepannya menatap tajam. Andre tertawa.


"Jangan menatapku seperti itu! Seolah olah aku adalah pencuri dan kau menelanjangiku. Aku seperti masuk ke kandang singa masuk ku ruanganmu ini!" gurau Andre, namun Romi sama sekali tak terpancing untuk menanggapi humor receh Andre.


"Setelah sekian lama kita tak pernah bertegur sapa. Apa kabarmu Romi?" nada suara Andre begitu menyebalkan bagi Romi.


"Alhamdulillah baik, kuharap kamu juga begitu!" Entah kenapa, saat tahu Andre sering mendekati Yulia, bahkan rumah mereka cuma berjarak beberapa puluh meter membuatnya gusar sendiri Romi, merasa harus waspada.


"Ada apa gerangan, sudah sejak lama kita tak komunikasi dan tiba tiba, kamu datang kesini!" Andre menghela nafas. Sorot netra dibalik kacamata itu terlihat sendu.


"Aku mau curhat nih!" Romi tersenyum sinis.


"Setelah sekian lama, datang cuma mau curhat? gak masuk akal!" sinis Romi tersenyum miring.


"Aku, kamu tahu aku belum nikah selama ini karena aku patah hati,,," curhatnya.


"Terus!!"


"Dia, sekarang cerai dari suaminya." Romi mengeraskan rahang.


"Dan aku... ingin menikahinya....Tolong bantu aku dapatkan dia karena dia kerja sama kamu!" Romi langsung berdiri mendengar pernyataan Andre, darahnya mendidih. Karena ia tahu siapa yang Andreas maksud.


"Bang sat! Pergi kau dari sini. jangan pernah kesini lagi!" Romi begitu marah.


"Tapi Romi, aku belum selesai..."


Romi berdiri dan menarik keatas kerah leher Andre. Ia tak bisa menahan diri lagi.


"Keluar kau! dan ingat, jangan pernah sekali kali kamu deketin dia, karena dia calon istri gue!! Berani elu deketin dia, gue hajar elu bang sat!"


"Tidak Rom, ini tidak benar. Aku... aku yang lebih dulu kenal dia, aku yang lebih dulu cinta dia!" kepalanya menggeleng dan tsngannya berusaha melepas kerah kaosnya, lehernya tercekik. Romi benar benar kuat.


"Enyah kau Ndre, dan jangan pernah menginjakkan kaki kamu disini, pergi!" mendorong Andre kasar.


"Rom!!"

__ADS_1


"Pergi!!" tangannya terangkat bergaya mengusir.


"Dan jangan lupa, jangan pernah mengusik calon istriku!"


Dengan gontai Andre melangkah menuju pintu, dan keluar dari ruangan Romi. Romi berjalan menuju jendela ruangannya ingin melihat apakan Andre benar benar pergi. Namun yang ia lihat adalah Yulia yang baru datang bersama Bu Alvi, ia pun bergegas untuk turun.


Mukanya bertambah merah menahan marah saat diluar ia melihat Andre menghampiri Yulia. Ia berjalan cepat bahkan menabrak Lasmi yang sedang membawa kardus berisi macam macam jenis shampo botol untuk di pajang hingga terjatuh dan berhamburan isinya.


"Aduh, Pak Romi!" pekik Lasmi.


Ia membungkuk memunguti barang yang berhamburan.


"Eh maaf! Maaf gak sengaja." ucapnya dan langsung pergi. Pandangannya hanya tertuju pada Yulia. Terlihat Andre memegang tangan Yulia.


"Ayo ikut aku Yuli, kita perlu bicara!" menarik tangan itu. namun Yulia memberontak dan tiba tiba tangan Andre dipukul dengan keras.


"Jangan pegang pegang dia kataku. Lepas!!!" teriak Romi geram. Emosinya memuncak mereka bertiga kini jadi perhatian semua orang.


"Nggak, aku perlu bicara sama dia, ayo Yul!!" menarik tangan Yulia untuk mengikutinya


Tanpa aba aba Romi mendorong kasar bahu Andre yang memegangi Yulia.


"Aaaa!" Hampir saja Yulia ikut terjungkal karena Andre sampai jatuh terduduk hingga pegangan tangannya terlepas. Dengan sigap Romi menarik Yulia untuk tak jatuh menubruk Andre. Beberapa wanita yang melihat sontak berteriak. Dan ada beberapa pria berusaha melerai, menjauhkan Romi dari Andre.


"Stop! stop!! Apa apaan ini, Romi,, Andre kalian gak malu jadi tontoan orang banyak, hahhh!!" seru ibu Alvi dengan marah. Muka Romi masih mengeras dan ingin menghajar Andre. Tangan Yulia masih dipegangnya dan ingin meronta, tapi tenaganya kalah kuat.


"Sudah ku bilang jangan ganggu dia! Kagak paham elu?" tangan satunya mau menarik kerah kaos Andre, tapi dengan cepat beberapa pria menghadangnya berusaha menghentikan niatnya.


"Awas elu, pergi elu!!!"


Beberapa orang berusaha menjauhkan Andre dari Romi yang kalap. Saat Andre menjauh ditarik oleh beberapa lelaki, Romi seperti baru tersadar. Ia melepas genggaman tangannya pada Yulia.


"Astaghfirullahaladzim." ucap Romi. Orang yang merubung mereka perlahan pada bubar. Ia menatap Yulia yang menunduk sedih, sedari tadi ia menggenggam erat tangannya. Terlihat pergelangan tangan Yulia yang memerah.


"Ampun Rom, Romi!" celutuk mbak Fani dan ia pun masuk lagi langsung menuju ke meja kasirnya.


"Maaf, Yul! tanganmu sakit?" tanya Romi bermaksud memegang tangan itu untuk melihatnya, tapi Yuli menepisnya.

__ADS_1


"Ayo ikut aku...!" Romi berkata sambil menarik lagi Yulia. Tak mau menjadi tontonan lagi ia menghempas tangan itu, setelah berhasil lepas ia pun menjauhkan tubuhnya agar tak terjangkau Romi yang kini menatapnya tajam.


"Aku cuma ingin memberi salep pada tanganmu. Ayo ke ruanganku!" Romi terlihat geram lagi mendapat penolakan.


"Ayo Yulia, ikutlah ke ruangan. Ada saya yang temani kamu!" bujuk Bu Alvi membuat Yulia terdiam dan menurut padanya. Ia mengekor di belakang Bu Alvi sedang Romi sudah melangkah lebih dulu.


"Fix ini mah, si Bos suka sama Yulia. Yakin deh bakalan jadi istri Bos dia!" bisik Risma pada Lasmi dan Yeni. Mereka pun mengangguk membenarkan dan tertawa cekikikan.


"Makin sangar Bos kita kalau marah, dan Yuli bakalan jadi pawangnya." sambung Yeni. Mereka bekerja sambil ghibah atas kejadian barusan antara Andre dan Romi.


"Emang hewan peliharaan, pake pawang segala....kalian ini.." tak ayal mereka pun tertawa bersama.


"Hushh, kalian ini pasti ghibah gak jelas. Sana kerjaaa, gue potong gaji elu elu pada!" teriak mbak Fani.


"Huuuu!" ketiganya kompak mencemooh dan langsung membubarkan diri.


"Ya Tuhan, Romi. Kamu ini mbok ya belajar mengendalikan marahmu. Gak malu apa dilihat orang banyak. Bisa bisa kamu ada yang ngerekam, terus jadi viral di media sosial!" cerocos sang ibu setelah duduk. Lalu Romi menyerahkan obat salep pada Yuli agar tak memar pergelangan tangannya.


"Aku oleskan ya?" menjauhkan salep dari jangkauan Yuli saat tangannya mau menerima salep itu.


"Aku bisa sendiri !" ucap Yulia dingin. Menekan kecewa Romi mengangsurkan kembali salep itu.


" Hhh, kepalaku sakit lagi Rom. Tensiku pasti naik lagi. Mana tadi ibunya Andre marah marah juga sama ibu!" Romi mendekati ibunya dan berjongkok di depannya.


"Memang kenapa ibu? Apa yang dilakukan Bu Santo pada ibu?" tanya Romi penuh selidik. Hari ini ternyata bukan dua saja yang penuh drama, ternyata ibunya juga. Karena seorang Yuli. Bu Alvi melirik Yuli.


"Tadi Bu Santo bilang, Cepat cepat saja kamu nikahi Yuli, biar Andre gak terus terusan berharap dan mendekati Yuli. Ia tak mau Andre berbelok arah seperti dirimu karena.... Dina dulu!" Bu Alvi keceplosan menyebut Dina didepan Yuli.


Romi melirik Yuli yang juga tengah menatapnya. Tak sepatah katapun terucap dari Yuli. Ia terlalu shock.


"Ibu jangan pikirkan Bu Santo. Kalau perlu ibu gak usah lagi beribadat ke tempat itu. Untuk meminimalkan ketemu Bu Santo lagi." Bu Alvi terlihat agak pucat dan memijit mijit tengkuknya.


"Saya permisi mau kerja lagi." Yuli sudah mau berbalik Tak mau lama lama di ruangan yang sama dengan Bos dan juga ibunya. Dia harus jaga jarak.


"Yuli, aku minta maaf!" ucap Romi sebelum Yuli beranjak.


"Romi memang begitu Yuli. Maafkan dia yang kasar sama kamu. Tapi yakinlah, dia sayang kamu!" mengelus kepala putranya yang masih bersimpuh dihadapannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung....


__ADS_2