Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul
Bab 38. Apakah ini Jawaban?


__ADS_3

*****


"Bu..! udah dua kali aku shalat istikharah, kok aku belum mimpi apapun ya Bu?" adu Yulia pada ibunya sehabis shalat isya, ia pergi ke kamar sang ibu dan mengadu.


"Apa mungkin ibu yang punya firasat?" ibu menggeleng.


"Lalu gimana perasaanmu sendiri, apa kau semakin yakin atau kau tambah ragu?" Yulia berfikir.


"Aku... aku cuma merasa nyaman saja Bu, kalau berada dekat dia dan Shila. Bawaannya pengen senyum. Bahagia rasanya... apa semua itu juga pertanda baik....?"


Tanpa malu malu Yulia bertanya, dihadapan kedua kakaknya juga. Ia merebahkan kepalanya diatas pangkuan Bu Kanti.


Ibu tersenyum. "Itu juga sebuah pertanda Yulia. Kau tunggu saja sampai besok pagi, setelah istikharah yang ketiga kalinya,


bagaimana jawabannya, siapa tahu kamu bermimpi." ucap sang ibu menenangkan.


Yulia mengangguk. Dalam lubuk hati paling dalam, sebenarnya ia merasa takut, sangat takut jika hasil istikharah akan bertentangan dengan keinginan dirinya.


Malam itu, Yulia melakukan shalat sebelum tidur, berharap ia mendapat petunjuk sehabis bangun dari tidurnya nanti.


Sebelum merebahkan diri ia berdoa,


Ya Alloh, berilah kemantapan dalam hatiku, jika memang Pak Romi jodohku, dekatkanlah! Dan jika memang ia bukan jodohku, lapangkanlah hatiku untuk menerima kenyataan ini!


Yulia pun terlelap dalam tidurnya. Setelah seharian bepergian ke luar kota, dan di mobil ia sama sekali tak bisa memejamkan mata, Yulia pun segera tertidur.


Dalam tidurnya ia bermimpi tengah berada di sebuah taman yang indah, dengan bunga uang berwarna warni. Ia duduk pada sebuah ayunan. Keindahan taman itu tidak serta merta membuatnya bahagia, ia merasa hatinya kosong. Hanya kehampaan, karena ia sendiri. Ya, ia hanya sendiri. Saat menoleh di sekitarnya, hanyalah hamparan bunga, tanpa ada seorang pun menemani, yang bisa ia ajak bicara.


Ya Tuhan, tempat ini sangat indah, tapi kenapa aku hanya sendiri? Tak adakah orang yang bisa aku ajak bergembira ria disini, tak adakah orang yang mau datang ke tempat seindah ini bersamaku?


Dan pada saat itu, ia mendengar sayup suara seorang gadis kecil sedang memanggil, " Bunda.....Bundaaaa.... hikks.... hikkss....Bunda dimana? Aku takut!!!"


Yulia mencari asal suara itu, Ia mengedarkan pandangan dan terkejut, begitu melihat seorang gadis kecil memakai gaun berwarna kuning keemasan, yang membuatnya silau saat menatapnya, sedang kebingungan dan terlihat takut.


"Hai, cantik! kenapa kamu disini sendiri? Kamu terlalu kecil jalan jalan disini sendiri, bisa tersesat. Lihat, taman ini sangat luas, bukan? Dimana orang tuamu?" cerocos Yulia bertanya pada gadis kecil itu yang terlihat sedih dan takut. Ia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, karena bajunya yang berkilau membuat Yulia memicingkan mata. Agar silaunya berkurang.


"Bunda....hikks...hikkss... Aku tak tahu dimana bunda aku...Aku takut....hikks...hikks...!" Yulia merasa terenyuh. Sekali lagi ia pendarkan pandangannya, dan tak ada seorangpun ada di taman ini. Selain dirinya dan gadis kecil itu.


"Bundaa... aku tidak tahu bunda aku.... maukah kau menjadi bunda aku...? Aku takut... bundaaaaa!" anak itu histeris. Yulia menarik nafas, tega sekali orang tuanya. Meninggalkan seorang anak seorang diri di tempat sepi.


"Baiklah, aku mau menjadi bunda kamu, tapi kamu jangan nangis lagi ya? Jadilah anak yang manis. Kemarilah, jangan takut lagi, bunda akan selalu sama kamu!" mendengar kata kata Yulia, anak itupun terlihat mengusap air matanya dan tiba tiba gaunnya yang bercahaya itu meredup. Hingga ia bisa melihat jelas, siapa gadis kecil itu yang tidak asing baginya.


"Shila...!"


"Bundaaa!!" Anak itupun berlari kearah Yulia, Yulia berjongkok dan merentangkan tangannya, siap menangkap tubuh gadis kecil itu. Dan mereka pun berpelukan erat.


"Yuliaaaa!" terdengar suara bariton.

__ADS_1


"Shila... suara siapa itu? Apakah ayahmu? Dimana dia?"


"Yuliaaaa!" suara itu terdengar lagi begitu dekat. Dan membuat Yulia membuka matanya. Dan memekik.


"Aaaaaa.....!" ia langsung terduduk begitu juga seseorang yang dipeluknya dengan hangat. Begitu juga orang yang dipeluknya.


"Kenapa kak Angga disini? Kenapa kamu peluk peluk aku, kak Angga?" Angga menjitak kepala adiknya keras, membuat Yulia mengaduh.


"Sontoloyo ya kamu, kamu yang peluk aku duluan, kenapa malah marah?" sekali lagi Angga menjitak kepala adiknya.


"Aduuuh! sakit kakak! senang banget ya aku kesakitan!" ucap Yulia mengusap usap keningnya yang terasa sakit. Ia lalu mengedarkan pandangan, disana ada Rima dan mbak Dila, yang geleng geleng kepala.


"Kamu ngigonya keras banget sih Yul, manggil manggil Shila lagi, emang Shila kenapa di mimpi kamu?" pertanyaan mbak Dila menyadarkan Yulia akan mimpinya. Kak Angga pun beranjak dari ranjang Yulia.


"Iya nih, punya adik ga ada akhlak, masa kakanya sendiri disangka suami. Mau perk*sa kakak sendiri lagi!" Angga berucap sambil menaikkan celana kolornya yang agak melorot. Membuat Yulia kaget dan mata membeliak lebar.


"Kak Angga, jangan ngada ngada ya, hiih jijik aku sama suami kamu, mbak!!" Yulia bergidik, dan mbak Dila malah tertawa lebar, di pagi buta itu mereka telah ribut.


"Sana, cepat bersih bersih, terus wudhu, udah adzan dari tadi, malah enak enak molor! ngiler lagi." Yulia mengambil bantal dan melemparkan pada kakaknya.


"Ish, apaan aku gak pernah ngiler enak aja. Kamu tuh yang suka ngiler, ihhh, pergi perrrgiiii!" teriak Yulia.


*****


Tubuhnya sudah terasa segar dan wangi, dan wangi shampo juga menguar dari rambut basahnya.


"Cieee, yang mau bilang iyess!" goda Angga saat Yulia telah rapi dengan setelan kerjanya. Ya, Yulia tetap bekerja, ia harus profesional walau hanya seorang karyawan toko biasa yang sebentar lagi mungkin bakal jadi miliknya juga, eeeh!


Ia telah memasang kaos kaki dan sepatunya, dengan gerak cepat ia mengambil tas beserta hape dan mendekati ibunya.


"Bu, Yulia berangkat kerja dulu ya, Bu!" mencium punggung tangan itu.


"Yul!" seri sang ibu.


"Iya, Bu?" jawabnya memasukkan hape dalam tas.


"Apa kau sudah menyiapkan jawabannya?" Yulia berjongkok didepan ibunya, lalu melihat jam tangan. Masih kurang lima belas menit lagi. Tak masalah ia telat.


Aku kan calon Bu Bos! ucap Yulia dalam hati.


"Kalau Yulia bilang iya, ibu merestui sepenuh hati 'kan?" Yulia malah balik bertanya pada ibunya. Bu Kanti tersenyum.


"Apapun pilihanmu saat ini, ibu akan dukung, Yul. Ibu harap kamu bahagia! Dan ingat, kalau kamu menerima Romi jadi suami kamu kelak, kau juga harus bisa menerima anaknya. Jadilah ibu sambung yang baik baginya. Sudah, sana cepat berangkat! nanti telat lagi!" ucap Bu Kanti.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikum salam." dengan langkah yang begitu ringan Yulia pergi ke swalayan. Butuh waktu sepuluh menit untuk ia sampai kesana.

__ADS_1


Sampai di sana, terlihat mbak Fani sedang mendapat telpon dari seseorang.


"Iya, iya. Dia baru aja datang nih!" ucap mbak Fani yang sepertinya ditujukan padanya. Karena mbak Fani juga menatap kearahnya.


Memang siapa yang tadi nelpon? kok sepertinya aku yang dia sebut! Yulia.


Yulia sudah mau ke belakang meletakkan tasnya, tapi panggilan mbak Fani menghentikan langkah kaki Yulia.


"Yulia!"


"Iya, mbak Fani! Ada apa?"


"Kamu ikut aku ke rumah sakit sekarang, Shila sakit, terus dia dari tadi manggil manggil kamu terus!" ucap mbak Fani meraih kunci sepeda dan tasnya.


Haah, Shila sakit?


\=\=\=\=\=\=\=


Hai, selamat hari Senin.....


Memulai segala aktifitas dengan penuh semangat.....


Yang jadi karyawan , semoga segera naik jabatan....naik gajinya....


Yang jadi ibu rumah tangga semoga diberi kelancaran mengurus rumah, suami dan anaknya.....


Yang punya anak semoga jadi anak shaleh atau shalehah....


Yang sedang hamil semoga diberi kelancaran sampai hari melahirkan.....


Yang belum menikah semoga segera mendapatkan pasangan.....


Yang lagi sakit semoga diberi kesembuhan.....


dan lain lain semuanya saja para reader ku tersayang. Semoga sehat selalu.


Jangan lupa ya....


ritual nya


like dan komennya....


Eh, hari ini kan Senin ya.....


Boleh dong sekali kali kasih vote nya kesini, buat jadi dopaminnya othor receh ini....hihihi....


Apaan sih kamu Thor doain readernya....

__ADS_1


Ujung ujungnya minta vote dan gift, yaelaaaaah.....


😁😘😘🤪🤪🤪


__ADS_2