
2 Minggu kemudian.
Di Sebuah aula hotel mewah tengah dilangsungkan pesta pernikahan antara Mahen dan Nisha.
Tampak para tamu hilir mudik silih berganti memberikan selamat kepada sang raja dan ratu sehari tersebut yang berada di atas altar pernikahan.
Di sebuah meja keluarga Dewantara sedang menikmati jalannya acara sembari memakan hidangan yang disajikan di hotel tersebut. Tidak main-main makanan dan semua dekorasi yang ada semua disiapkan sendiri oleh Abi dan Thika. Sementara hotel tempat pernikahannya milik Dewantara Enterprise.
"Kamu hebat dalam mendekorasi." Puji Abi.
Thika tersenyum. "Aku tidaklah hebat, dulu aku belajar dengan ibu. Karena ibu sangat pintar dalam hal mendekorasi." Ucapnya yang tiba-tiba sendu.
"Maaf…." Abi berucap lirih.
Tiba-tiba Roni datang dan duduk di meja yang sama dengan Abi sekeluarga. Tak lupa dia juga mengajak Ratih sang pacar datang bersama. Jika dia datang sendiri maka dia akan menjadi buah bibir karena dikira masih jomblo.
"Hello all! Ikut duduk disini dong." Ucap Roni yang datang bersama Ratih..
Thika tersenyum. "Duduk saja kak." Ujarnya.
Roni dan Ratih pun duduk. Sedangkan Abi menatap Roni dengan tatapan memburu. "Ron, apa lo gak bisa cari tempat duduk lain?" Ucap Abi yang menggerutu.
"Oh ya tidak bisa, terserah dong mau duduk dimana. Memang ini hotel milik bapakmu?!" Balas Roni. "Eh tunggu, hotel ini kan milik Abi." Gumamnya yang seketika tersadar.
Thika dan Ratih hanya bisa tertawa karena keabstrudan Roni.
"Kak, aku akan pergi menemui pengantinnya." Ujar Ratih kepada Roni yang ingin memberi selamat kepada kedua mempelai.
"Pergilah." Roni menjawab lalu mengecup pipi sang gadis. Ratih pun tersipu karenanya.
"Aunty aku juga ingin ikut." Ujar Agastya.
"Aku juga." Kali ini Aska berucap.
"Tentu boys, ayo ikut Aunty." Jawab Ratih, lalu menggenggam tangan Aska dan Agastya kanan kiri. Lalu pergi menuju pelaminan.
Tinggallah Abi, Thika, Roni dan Roy yang baru datang bersama keluarga kecilnya. "Sekarang, yang belum menikah tinggal Roni. Jadi, kapan?" Tanya Abi dengan alis naik turun.
__ADS_1
"Benar kak, kapan?!" Tanya Thika.
"Ayo, kapan hayooo? Awas loh nanti ketuaan." Roy bertanya diiringi gelak tawa.
Roni menghela nafasnya. "Menikah bukan perkara kapan atau dimana menikah. Menikah merupakan persatuan dua insan dan dua cinta menjadi satu kesatuan. Bersama melewati suka dan duka. Di dalam pernikahan harus memiliki sikap dewasa, tegas dan tanggung jawab. Kesiapan juga penting, siap jiwa, raga dan finansial." Jawab Roni.
"Selain itu, aku harus menunda mengenai pernikahan satu atau dua tahun, sampai Ratih sendiri yang bilang sudah siap.
Karena melihat Ratih yang masih muda dan ingin mengejar karirnya. Lagipula aku tidak ingin menghambat karirnya setelah kami nanti menikah. Karena usia kami yang terpaut 10 tahun jadi, aku harus bisa mengimbangi pola pikirnya dan selalu mendukung apapun keputusannya." Lanjut Roni lagi.
Sontak semua orang yang satu meja dengan Roni menjadi speechless. Thika dan Sarah sangat takjub dengan pola pikir Roni. Sementara Abi dan Roy hanya memutar bola matanya jengah karena sudah sering mendengar Roni berkata bijak.
*
*
*
Di sisi lain.
Nisha yang sudah selesai mandi pun mendudukkan dirinya di depan meja rias, menatap wajahnya yang sudah tersipu sembari mengeringkan rambutnya. Bagaimana tidak malu, dia sendiri sudah membayangkan malam yang akan dilalui dengan Mahen. Salahkan kedua sahabatnya yang sudah mencemari otaknya.
Setelah mengeringkan rambut, Nisha pun menuju balkon hotel menatap indahnya malam di kota dari ketinggian karena Mahen yang belum selesai mandi.
Nisha pun terperanjat kaget, ketika merasakan ada sebuah tangan melingkar di perutnya. "Akh!!!" Pekiknya. Lalu berbalik menatap Mahen yang memeluknya dari belakang.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Mahen.
Nisha tersenyum pandangannya lurus kedepan. "Aku hanya memikirkan, bagaimana aku dulu mencintaimu dalam diam. Aku tidak menyangka saat ini cintaku terbalas." Ungkap Nisha.
Mahen semakin mengeratkan pelukannya lalu menghirup aroma tubuh Nisha. "Berarti kita sama-sama memendam rasa selama ini. Kamu tahu, aku begitu tersiksa ketika melihatmu tumbuh dan kian hari semakin cantik. Aku menahan perasaanku dulu karena kamu yang masih remaja." Ujar Mahen.
Nisha tersenyum lalu berbalik menangkup wajah Mahen, tak berselang lama Nisha memberanikan dirinya menci*m Mahen. Dengan cepat Mahen menahan tengkuk Nisha guna memperdalam ciuman mereka.
Cukup lama mereka berciuman di balkon saling meluma* dan bertukar Saliva dengan bulan dan bintang sebagai saksi. Dirasa sudah kehilangan nafas, Mahen pun menyudahi ciuman mereka.
Mahen mengusap pipi Nisha lalu turun ke bibirnya yang sudah basah. "Aku menginginkanmu sayang." Bisik Mahen tepat di telinga Nisha.
__ADS_1
Nisha mengangguk. Dengan cepat Mahen menggendong Nisha ala bridal style, membaringkannya di ranjang yang sudah dihiasi kelopak bunga mawar.
Kembali Mahen ******* bibir ranum Nisha yang sudah menjadi candunya. Dengan gairah yang sudah memuncak dengan cepat Mahen melepaskan pakaian yang melekat pada tubuh Nisha dan dirinya.
"Kak….?" Gumam Nisha yang melihat Mahen hanya memandangi tubuh polosnya.
"Cantik." Ucap Mahen singkat.
Tak lama Mahen turun menciumi leher jenjang Nisha lalu turun, memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Nisha merasakan sensasi yang berbeda.
Tak membutuhkan waktu lama Mahen dan Nisha pun sudah melakukan penyatuannya. Tangan kanan Nisha sudah berada di punggung Mahen guna menyalurkan rasa sakitnya sementara tangan kirinya menggenggam sprei
Mahen pun bergerak dengan lembut. Er*n*an dan de*a*an memenuhi ruangan hotel tersebut. Sampai akhirnya keduanya mendapatkan pelepasannya.
Huft…. Huft….
Deru nafas mereka saling bersahutan. Mahen pun mengecup kedua kelopak mata, kening, hidung, kedua pipi dan bibir Nisha.
Lalu menghapus air mata dan keringat yang membasahi wajah Nisha.
"I Love you." Ucap Mahen.
Sementara Nisha hanya tersenyum lalu memeluk Mahen.
To be continued…..
...**********...
..."Mungkin aku tak bisa mengungkapnya padamu, jadi tolong mengerti tanpa aku mengatakannya."...
...~Me~...
...**********...
**NOTE:
Kedepannya bakal jarang update ekstra part karena masih UTS dan kesibukan kampus lainnya yang tak ada hentinya. (malah curhat 🤣🤣). Jangan lupa stay tune aja ya 🙂😘😘😘**
__ADS_1