
Di dalam apartemen Avanthika.
Waktu menunjukkan pukul 8 malam, Thika pun sudah selesai dengan rutinitas sebelum tidurnya. Lelah seketika menghantam tubuh nya, itu karena setelah duduk dalam waktu lama di dalam pesawat. Belum lagi setelah setelah pertemuannya dengan teman-temannya ia harus merapikan barang dan baju di apartemennya.
Tepat sebelum ia merebahkan tubuhnya ke ranjang tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Kring kring kring suara ponsel Thika.
Ia pun melihat nomor yang menghubunginya dan ternyata adalah ayahnya. Dengan cepat ia pun mengangkatnya.
"Halo, Ayah apa kabar?" Tanya Thika.
^^^"Halo, ayah baik nak. Kamu gimana dah sampai Indonesia kan?" Ucap ayah Thika di seberang.^^^
"Iya, Thika sudah sampai kok. Oh ya besok atau lusa mungkin Thika akan melamar pekerjaan yah" ujar Thika memberitahu ayahnya.
^^^"Oh baguslah, anak ayah sudah besar ternyata. Sekarang sudah malam sana tidur" jawab ayahnya.^^^
"Siap komandan! Selamat malam yah" jawab Thika dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
^^^"Iya, selamat malam tuan putri ayah" jawab ayahnya dan langsung mematikan sambungan teleponnya.^^^
Setelah berbincang dengan ayahnya, Thika akan beranjak untuk tidur namun, lagi-lagi ia diganggu oleh dering tanda pesan masuk dari ponselnya.
Drrtt drrtt
...-Gal Pals-...
📲 Nisha: 'Hey guys besok ada acara gak?'
📲 Sarah: 'Kalo gue sih enggak ada acara'
^^^'Gue besok Free' balas Thika.^^^
__ADS_1
📲 Nisha: 'Mall kuy! Mumpung gue libur besok'
📲 Sarah: 'Gas lah, sekalian ada barang yang pengen gue beli'
^^^'Ok deh gue ngikut aja' jawab Thika.^^^
📲 Nisha: 'Ok, gue tunggu jam 10 pagi di mall xxx'
📲 Sarah: 'Sip!'
^^^'Oke!' jawab Thika.^^^
Setelah menjawab pesan grupnya, Thika pun menaruh ponselnya di atas nakas. Kemudian ia pun menutup matanya agar segera tidur dan masuk ke dunia mimpi yang indah.
*
*
*
Thika pun menunggu kedua temannya di sebuah kedai kopi. Sudah menjadi kebiasaan kedua temannya selalu datang terlambat ketika mengajaknya jalan-jalan.
Setelah menunggu 15 menit Nisha dan Sarah pun datang menghampiri Thika yang duduk sambil memegangi ponselnya.
"Selamat pagi Thika, udah lama nungguin ya? Maaf ya jalannya macet tadi" ucap Nisha meminta maaf dengan senyum tak bersalahnya.
"Kalian berdua ini ya, kebiasaan banget deh ngaret mulu kerjaannya" jawab Thika dengan wajah kesalnya. Pasalnya sahabat dekatnya ini jika diajak nongkrong selalu datang terlambat.
"Ya maaf" ucap Nisha dan Sarah serentak.
"Udah ah, yok mau beli apa kita?" Tanya Thika bangun dari tempat duduknya.
"Gue mau beli gaun yang cetar membahana sama sepatu sih, buat persiapan besok soalnya gue ada pesta gitu. Papa nyuruh gue ikut" jawab Sarah.
__ADS_1
Thika menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Sarah. "Pesta? Pesta apaan?" Tanya Thika penasaran.
"Ya pesta para pebisnis gitu, di hotel Diamond, papa gue kan pengusaha ya pasti datanglah. Apalagi pestanya di sponsori Dewantara Enterprise" sahut Sarah.
"Eh kebetulan gue besok juga kesana, mau cari orang yang disuruh dosen gue" jawab Thika.
"Yes! Ada yang gue ajak, sebenarnya gue males banget ikutan acara kayak gitu" seru Sarah dengan wajahnya yang terlihat berbinar-binar.
"Udah gih, ke toko baju" Ajak Nisha, yang merasa dikucilkan. Pasalnya berbeda dengan kedua sahabatnya, Nisha sedang kuliah jurusan kedokteran, jadi ia tidak bisa ikut dengan kedua sahabatnya.
Mereka bertiga pun pergi ke sebuah toko baju dengan merek terkenal. Mereka pun memilih lalu mencoba beberapa gaun untuk dikenakan di pesta. Setelah selesai memilih beberapa gaun mereka pun membayarnya di kasir lalu pergi ke tempat selanjutnya.
Setelah selesai dari toko baju mereka bertiga langsung menuju toko sepatu dan membeli beberapa pasang sepatu yang sesuai dengan gaun yang akan Sarah dan Thika kenakan besok.
Tak lupa Sarah dan Thika pun membeli beberapa aksesoris untuk mempermanis tampilannya besok, seperti kalung dan anting-anting.
Waktu pun menunjukkan pukul 2 siang mereka bertiga menghentikan aktivitasnya dan menuju ke kedai makanan untuk makan siang. Mereka pun memilih restoran yang menghidangkan masakan Jepang.
Mereka pun memesan beberapa hidangan seperti sushi, tempura, udon dan beberapa makanan lainnya. Tak lama makanan mereka pun tersaji di meja makan.
"Ka besok bisa gak gue berangkatnya bareng sama lo?" Tanya Sarah.
"Ngapain? Lo kan bisa bareng sama papa Lo?" Jawab Thika.
"Please boleh ya, biar ada temen juga" ucap Sarah memohon kepada Thika dengan memperlihatkan puppy eyes nya.
Thika yang tidak tahan dengan tatapan Sarah pun terpaksa menyetujuinya. "Huh… oke deh" Thika dan Sarah sepakat akan pergi ke pesta bersama.
Energi mereka pun pulih setelah makan siang. Mereka bertiga menyudahi kegiatan berbelanja mereka dan pulang. Dengan Sarah dan Nisha pulang ke rumah masing-masing sedangkan Thika ke apartemennya.
Bersambung….
Ini adalah novel pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan kata maupun kesamaan nama tokoh.
__ADS_1
Dipersilahkan memberikan masukan (Kritik dan Saran).
Jangan lupa like dan vote ya💞💞