
Hotel Diamond
Dan disinilah semua tamu undangan pesta sudah berdatangan, dimana para tamu berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari pebisnis hingga pejabat.
Pesta kali ini merupakan pesta amal yang diadakan oleh Dewantara Enterprise. Banyak orang yang ingin pergi menghadirinya karena pesta ini diadakan 1 tahun sekali. Dan hanya mengundang orang-orang yang berpengaruh saja.
Para wartawan pun berkerumun di samping red carpet hotel yang sudah dipagari untuk meliput pesta super mewah ini dan mewawancarai orang-orang yang beruntung bisa masuk ke dalam.
Tanpa disadari oleh semuanya, datang sebuah mobil Lamborghini berwarna silver dan berhenti tepat di ujung red carpet. Dari dalam mobil muncul dua orang gadis yang sangat cantik.
Ya, mereka adalah Sarah dan Thika, mereka berdua memang memutuskan pergi bersama, sedangkan papa Sarah sudah mendahului mereka. Thika dan Sarah pun sukses membuat semua orang baik wartawan maupun para tamu terpana akan kecantikannya. Para wartawan tak henti-hentinya mengambil foto mereka berdua. Mereka pun tanpa basa-basi langsung pergi ke dalam hotel.
Saat di dalam aula hotel pun, semua orang tak hentinya memandangi mereka berdua. Itu karena Thika yang menggunakan long dress tanpa lengan berwarna cream yang memperlihatkan bahu mulusnya. Rambut yang sengaja digerai.
Sementara Sarah mengenakan gaun bunga- bunga yang diatas lutut dengan warna sama dengan Thika dan dihiasi rumbai-rumbai kain, yang dapat dengan jelas memperlihatkan paha mulus dan kaki jenjangnya.
Setelah sampai di tempat acara Thika dan Sarah pun dihampiri oleh tiga orang pemuda yang ingin berkenalan dengan mereka.
"Hai nona cantik, boleh kenalan gak?" Tanya salah satu dari 3 laki-laki tersebut sambil menjulurkan tangannya.
"Boleh, nama gue Sarah Azhari sedangkan di samping gue Avanthika Sanjaya sahabat gue" jawab Sarah mewakili Thika dan membalas jabatan tangannya.
Laki-laki itu pun tersenyum. "Oh, halo gue Leo" jawabnya.
Dengan cepat salah satu teman laki-laki itu menarik tengan Sarah untuk berkenalan. "Gue David, salam kenal ya" sahutnya sambil menjabat tangan Sarah.
"Gue Edo, salam kenal" sahutnya tanpa menjabat tangan Sarah.
__ADS_1
Sarah pun berbincang dengan mereka namun, berbeda dengan Thika yang menoleh kesana-kemari mencari seseorang. Ketika melihat orang yang dicari Thika pun memberitahu Sarah.
"Sa, gue pergi bentar ya, ada orang yang mau gue cari nih." ucap Thika memberitahu Sarah.
"Oke, jangan lama-lama ya, gue tunggu loh" jawab Sarah. Thika pun beranjak pergi.
"Eh mau cari siapa? Mau ditemenin gak? Tanya Leo kepada Thika.
"Gak usah, aku cari sendiri aja." jawab Thika santai.
Setelah itu, Thika pun mencari seseorang yang bernama Pak Heru. Ia pun melihat pak Heru berbincang-bincang dengan seseorang, ketika Thika mendekat ia dihalangi oleh seorang pelayan yang membawa makanan sehingga ia kehilangan keberadaan pak Heru. Lalu Thika pun bertanya kepada seseorang pria paruh baya.
"Selamat malam pak, saya mau tanya tadi bapak ada lihat Pak Heru?" Tanya Thika.
"Oh ada nak, tadi Pak Heru, naik ke lantai 2 ada yang mau disampaikan sama bosnya katanya" jawab pria paruh baya tersebut sambil menunjukkan arah menuju lantai 2.
"Baik pak, terima kasih." Ucap Thika sambil tersenyum.
Thika pun naik ke lantai 2 tempat di mana Pak Heru berada. Saat ia berjalan tanpa sengaja ia menabrak seseorang hingga dia sendiri terdorong ke belakang beberapa langkah.
Bruk
"Awhh…" ucap Thika meringis sakit. Ia memegangi bahu kanannya.
Orang yang ditabrak pun hanya diam sambil membersihkan jas nya yang tidak kotor.
"Kalau jalan lihat-lihat dong, punya mata gak sih?!" Ketus laki-laki yang ditabrak oleh Thika.
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak lihat-lihat" sahut Thika sambil mengambil map nya yang terjatuh.
"Ck saya gak butuh maaf dari kamu!" Ucap laki-laki itu angkuh.
Mendengar itu Thika yang awalnya berniat meminta maaf mengurungkan niatnya, dan naik darah.
"Hei, pak saya sudah tulus lho ini minta maaf, seharusnya bapak juga minta maaf sama saya tahu!" Ketus Thika dengan perasaan menggebu-gebu.
"Kamu…" belum selesai pria tersebut menjawab, terdengar seseorang memanggil namanya.
"Bos Abi, acaranya akan segera dimulai, anda diminta untuk turun" ucap sang asisten yang tak lain adalah Roy.
Dan ternyata orang yang ditabrak oleh Thika adalah Abimanyu Dewantara, pemilik perusahaan Dewantara Enterprise.
Karena malas berdebat Abi pun meninggalkan Thika tanpa mengatakan apapun.
'Gadis aneh' batin Abi.
Thika yang diacuhkan pun menggerutu tak mau tahu menahu dan meninggalkan tempat tersebut mencari Pak Heru dengan wajah kesal.
'S*al banget sih gw, ketemu orang kayak gitu' batin Thika menggerutu tak jelas.
Bersambung…..
Ini adalah novel pertamaku, jadi maaf jika ada kesalahan kata maupun kesamaan nama tokoh.
Dipersilahkan memberikan masukan.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya💞💞